Home / Indramayu

Kamis, 28 Maret 2024 - 01:06 WIB

Daerah Pemasok TKI Terbanyak, Indramayu Juaranya

Plt Kepala Disnaker Kabupaten Indramayu, Nonon Citra Wulandari

Plt Kepala Disnaker Kabupaten Indramayu, Nonon Citra Wulandari

Suaradermayu.com – Setiap tahunnya puluhan ribu warga Kabupaten Indramayu berangkat ke luar negeri menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

Hal itu menjadikan daerah Kabupaten Indramayu dikenal sebagai pemasok pekerja migran.

“Indramayu menempati urutan pertama di Jawa Barat sebagai daerah pengirim tenaga kerja ke luar negeri. Karena banyaknya warga Indramayu menjadi pekerja migran,” kata Plt. Dinas Tenaga Kerja Kabupaten (Disnaker) Indramayu , Nonon Citra Wulandari, Rabu (27/3/2024).

Baca juga  Dua Petugas KPPS di Indramayu Meninggal Akibat Kelelahan

Berdasarkan data Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) jumlah keseluruhan warga Indramayu sejak 2020 hingga Maret 2024 tercatat total penempatan pekerja migran ada sebanyak 54.201 orang.

Jumlah tersebut pada tahun 2020 penempatan pekerja migran asal Indramayu sebanyak 10.023 orang, pada 2021 sebanyak 5.225 orang, lalu pada 2022 sebanyak 12.784 orang. Bahkan pada 2023 jumlah penempatan pekerja migran asal Indramayu mengalami lonjakan drastis mencapai 20.900 orang.

Baca juga  Dukung Visi “Aman dan Nyaman”, Dishub Indramayu Prioritaskan PJU di Titik Rawan Kriminalitas

Saat ini pada tahun 2024 hingga bulan Maret tercatat penempatan pekerja migran sudah ada 5.269 orang.

“Keseluruhan jumlah warga Indramayu  yang menjadi pekerja migran itu yang terdaftar atau legal. Tentu yang ilegal masih banyak lagi yang tidak terdata,”ujar Nonon.

Baca juga  Warga Eretan Wetan Indramayu Kirim Surat Terbuka ke Presiden Prabowo, Desak Solusi Permanen Banjir Rob

Nonon mengatakan jumlah pekerja migran yang ilegal asal Indramayu cukup banyak. Hal ini dilihat dari banyaknya pengaduan yang masuk ke Disnaker Indramayu.

“Pengaduan pun berbagai ragam, mulai tidak digaji, tidak dikasih makan, sakit, menerima kekerasan fisik, bahkan yang meninggal dunia,” katanya.

Nonon menegaskan pihaknya untuk terus melakukan upaya sosialisasi untuk menekan penyaluran pekerja migran yang ilegal.

 

Share :

Baca Juga

Indramayu

Indramayu Barat Butuh PTN, KORIB Gandeng UNJ Wujudkan Kampus Negeri di Inbar

Indramayu

Dugaan Malpraktik Persalinan, Dirut RSUD MA Sentot : Penanganan Sudah Sesuai SOP

Indramayu

Pendukung Cabup Nina Laporkan Direktur PKSPD dan Advokat Dudung Badrun ke Polisi

Indramayu

76 Desa di 23 Kecamatan Kabupaten Indramayu Tuntas Serap Dana Desa Tahun 2025, Total Rp231,1 Miliar

Indramayu

Bocah Indramayu Tertelan Kunci Gembok, Bupati Turun Tangan Bantu Pengobatan

Indramayu

Wabup Indramayu Syaefudin Turun Tangan Mediasi Aksi Warga Sukaslamet Soal Dugaan Nepotisme dan Penyalahgunaan Anggaran

Indramayu

Toni RM Bongkar Misteri Kematian Putri Apriyani: Kenapa Bripda Alvian Melarikan Diri?

Indramayu

Ayah Gadis 13 Tahun Korban Pemerkosaan di Indramayu, Desak Polisi Bertindak Tegas