Home / Terpopuler / Edukasi

Kamis, 2 April 2026 - 14:32 WIB

Ancaman Narkoba Makin Serius, BNN Kerahkan 1.818 Fasilitator P4GN hingga Desa

Suaradermayu.com — Permasalahan narkoba di Indonesia masih menjadi ancaman serius dengan dampak multidimensi yang memengaruhi kesehatan, sosial, hingga keamanan. Menyikapi kondisi tersebut, Badan Narkotika Nasional (BNN) mengerahkan sebanyak 1.818 fasilitator Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) guna memperkuat upaya pencegahan hingga ke tingkat desa dan kelurahan.

Sekretaris Utama BNN RI, Tantan Sulistyana, mengungkapkan berdasarkan hasil survei prevalensi nasional tahun 2025, angka penyalahgunaan narkoba meningkat menjadi 2,11 persen atau setara dengan 4,15 juta jiwa. Data tersebut menunjukkan bahwa ancaman narkoba masih tinggi dan membutuhkan langkah strategis yang terstruktur dan berkelanjutan.

Baca juga  Terkuak! THR Forkopimda Tulungagung Diduga dari Uang Perasan Bupati Gatut

Menurutnya, pembentukan fasilitator P4GN menjadi salah satu langkah konkret untuk memperkuat layanan kepada masyarakat. Para fasilitator akan menjadi ujung tombak dalam memberikan edukasi, pendampingan, serta memperluas jangkauan program pencegahan di berbagai wilayah.

“Keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi hambatan. Seluruh pegawai BNN sebagai insan antinarkoba harus tetap berinovasi dan memberikan pelayanan P4GN terbaik kepada masyarakat,” ujar Tantan dalam arahannya.

Baca juga  Tabrakan Maut di Tol Cipali KM 136, 3 Tewas dan 15 Luka-Luka

Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) BNN, Caca Syahroni, menjelaskan bahwa pelatihan fasilitator disusun dengan kurikulum komprehensif. Materi yang diberikan mencakup bidang pencegahan, pemberdayaan masyarakat, rehabilitasi, aspek hukum dan kerja sama, serta layanan publik, pengaduan, dan informasi masyarakat, termasuk layanan dari Pusat Laboratorium Narkotika BNN.

Fasilitator P4GN yang mengikuti pelatihan merupakan pegawai BNN dari tingkat pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota. Mereka nantinya akan ditugaskan di berbagai daerah di Indonesia guna meningkatkan efektivitas pelaksanaan program serta memperkuat jangkauan layanan hingga ke tingkat desa dan kelurahan.

Baca juga  Aturan Baru BBM Subsidi 2026: Pembelian Dibatasi Maksimal 50 Liter per Hari

Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan memiliki kapasitas yang memadai dalam menjalankan peran sebagai fasilitator, termasuk membangun jejaring kerja dan menyampaikan layanan P4GN secara optimal kepada masyarakat.

BNN menargetkan kehadiran para fasilitator dapat mempercepat implementasi program Desa/Kelurahan Bersinar (Bersih Narkoba) sekaligus meningkatkan kesadaran publik terhadap bahaya penyalahgunaan narkotika. Upaya ini menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi ancaman narkoba yang terus berkembang. (Moh. Ali)

Share :

Baca Juga

Indramayu

Polisi Berhasil Tangkap Buronan Guru Cabuli Puluhan Siswa di Indramayu, Terungkap Modus Keji Pakai Ancaman Nilai Jelek

Terpopuler

Pondok Pesantren Rodhotus Salikin Akan Gelar Haul Mujahada dan Manakib 2025

Terpopuler

NU Indramayu Gandeng Kodim dan Polres Gelar Bazar Murah Ramadhan

Sorotan

Kasus Suap Bupati Bekasi: KPK Telusuri Jejak Uang Sarjan hingga ke Ono Surono

Hukum

Dituduh Jual Es Spons, Pedagang Dipaksa Makan Dagangannya: Babinsa Akhirnya Ditahan

Hukum

Aroma Korupsi di PDAM Indramayu? Kejari Periksa Puluhan Saksi Terkait Dana Gelap Rp2 Miliar

Edukasi

BPOM Bongkar Kopi Berkhasiat Kejantanan Mengandung Sildenafil, Picu Risiko Gagal Jantung

Hukum

Dedi Mulyadi Dilaporkan ke Bareskrim karena Kirim Anak ke Barak