Home / Indramayu / Terpopuler

Selasa, 20 Februari 2024 - 18:09 WIB

Sudah 6 Saksi Diperiksa, Polisi Selidiki 3 Murid SD yang Tewas Tenggelam

Kapolres Indramayu AKBP M. Fahri Siregar didampingi Kapolsek Tukdana, AKP Iwa Mashadi

Kapolres Indramayu AKBP M. Fahri Siregar didampingi Kapolsek Tukdana, AKP Iwa Mashadi

Suaradermayu.com – Polisi masih melakukan penyelidikan atas tewasnya 3 murid SDN 1 Lajer, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu yang tenggelam di Sungai Panarikan.

Meski belum ada pihak keluarga yang melapor polisi tetap melakukan proses penyelidikan menentukan ada tidaknya unsur pidana dalam peristiwa tersebut.

“Sampai saat ini belum ada pihak keluarga yang melapor. Tetapi, langkah kami tetap melakukan proses penyelidikan untuk mengetahui kronologis serta mengetahui ada tidaknya pidana dalam peristiwa tersebut,” kata Kapolres Indramayu, AKBP M. Fahri Siregar, Senin (19/2/2024).

Baca juga  Bantuan Pemkab Indramayu untuk Korban Kebakaran di Cikawung

Saat ini pihak kepolisian, kata Fahri, masih menghadapi kendala saat melakukan penyelidikan. Salah satunya yang menjadi kendala guru pembina yang saat itu berada TKP masih mengalami syok dan sedang dirawat di rumah sakit.

“Sebanyak 6 saksi sudah dimintai keterangan atas peristiwa tersebut,” ujarnya.

Meski saat ini pihaknya belum bisa menyimpulkan unsur pidana dalam peristiwa tersebut, pihaknya akan terus melakukan proses penyelidikan. Menurutnya, pihak kepolisian akan memanggil pihak sekolah untuk dimintai keterangan.

“Saat ini belum ditemukan unsur pidana dalam kejadian tersebut. Jika ditemukan (unsur pidana) kita akan lakukan proses lebih lanjut,” katanya.

Baca juga  Wisma Haji Indramayu Disiapkan Jadi Sekolah Rakyat, Bupati Lucky Hakim Dampingi Mensos Tinjau Lokasi

Sebelumnya diberitakan, tragedi maut kegiatan pramuka merenggut nyawa 3 siswa SDN 1 Lajer, Kecamatan Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu.

Ketiga siswa dilaporkan tenggelam saat mengikuti kegiatan Pramuka di Sungai Panarikan, Kecamatan Tukdana, pada Sabtu (17/2/2024).

“Tiga murid ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,” kata Komandan Tim Basarnas Cirebon, Eddy Sukamto, dikutip suaradermayu.com, Minggu (18/2/2024).

Eddy menjelaskan, korban pertama berinisial S ditemukan sekitar pukul 12.30 WIB oleh warga yang kebetulan berada dilokasi kejadian saat para murid berteriak minta tolong.

Baca juga  Toni RM Soroti Error-nya e-Court Mahkamah Agung: Anggaran Triliunan, Pelayanan Digital Mandek!

“Usai kejadian Tim SAR gabungan dapat laporan turun ke lokasi. Kami menyisir melakukan pencarian hingga malam hari. Alhamdulillah, sekitar pukul 20.30 WIB korban kedua berhasil ditemukan,” ujar dia.

Esok harinya, kata Eddy, tim SAR gabungan kembali melakukan pencarian dan menukan korban ketiga sekitar pukul 09.15 WIB.

Setelah janazah ditemukan langsung dibawa ke rumah duka disambut Isak tangis keluarga. Suasana duka menyelimuti kediaman korban. Warga pun berdatangan melakukan takziah.

Share :

Baca Juga

Indramayu

DPR Setujui Anggaran Rp460 Miliar, Warga Eretan Indramayu Akhirnya Bisa Bernapas Lega

Indramayu

Antrean Panjang Warga di Kantor Samsat Indramayu, Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan

Indramayu

Detik-Detik Mahasiswa Polindra Terhisap Pusaran Cimanuk: Saksi Mata Ceritakan Kepanikan di Bendungan Bangkir

Indramayu

Akses Lancar, Ekonomi Bergerak: PUPR Indramayu Rehabilitasi Jalan Rusak di Desa Juntiweden

Terpopuler

Korupsi Ratusan Miliar BPR Karya Remaja: Kejati Jabar Sedang Usut Keterlibatan Puluhan Orang

Kriminalitas

Dijanjikan Gaji Jutaan, Remaja Indramayu Dipaksa Bersetubuh Live di Depan Kamera

Indramayu

Ratusan Pekerja Asal Indramayu Terlantar Tak Digaji di Sulawesi Tengah

Indramayu

APBD Perubahan Indramayu 2022 Disepakati, Anggaran Motor Kuwu Dihapus, BLT BBM Dialokasikan