Home / Politik

Kamis, 19 Maret 2026 - 08:57 WIB

Doa atau Kode Politik? Dedi Wahidi Sebut Syaefudin ‘Bupati’ di Forum PCNU Indramayu

Buka puasa bersama yang digelar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Indramayu, Selasa (17/3/2026),

Buka puasa bersama yang digelar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Indramayu, Selasa (17/3/2026),

Suaradernayu.com – Suasana buka puasa bersama yang digelar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Indramayu, Selasa (17/3/2026), mendadak menjadi sorotan. Pernyataan Anggota DPR RI Fraksi PKB, H. Dedi Wahidi, yang menyebut Wakil Bupati Indramayu, H. Syaefudin, sebagai “Bupati” memicu spekulasi politik.

Dalam sambutannya di Aula PCNU Indramayu, politisi senior yang akrab disapa Dewa itu secara terbuka menyapa Syaefudin dengan sebutan yang tidak biasa.

“Saya hormati Bupati Indramayu, H. Syaefudin. Saya doakan semoga menjadi Bupati Indramayu,” ucapnya, disambut reaksi hadirin.

Baca juga  Ririn Klaim Dipaksa Mengaku hingga Kakinya Patah, Polisi Tegaskan Tak Ada Penyiksaan

Ucapan tersebut sontak menarik perhatian, mengingat posisi Dedi Wahidi sebagai tokoh berpengaruh di kancah politik lokal. Banyak pihak menilai, pernyataan itu bukan sekadar doa, melainkan sinyal awal arah dukungan menjelang kontestasi politik daerah ke depan.

Menanggapi hal tersebut, Syaefudin memberikan respons yang terukur. Ia menilai, peluang seorang wakil bupati menjadi bupati merupakan hal yang wajar, namun harus melalui proses dan mekanisme yang berlaku.

Baca juga  Bupati Indramayu Beri Bantuan Kepada Korban Puting Beliung di Gantar

“Wajar saja, tapi tentu ada waktunya, ada proses dan mekanismenya,” ujarnya kepada awak media usai kegiatan.
Meski demikian, ia tidak menutup kemungkinan jika memang mendapat kepercayaan dari masyarakat.
“Kalau dianggap mampu memimpin Indramayu, kenapa tidak,” katanya.

Syaefudin juga menegaskan bahwa saat ini dirinya tetap fokus menjalankan tugas sebagai wakil bupati demi pelayanan kepada masyarakat.

Baca juga  Syaefudin Sidak PDAM Indramayu: Kebocoran, Metering, hingga Isu Transfer Dana Disorot

Sejumlah kalangan menilai, pernyataan Dedi Wahidi di forum PCNU bukan sekadar basa-basi dalam suasana Ramadan. Dengan kuatnya basis Nahdlatul Ulama serta peran PKB di Indramayu, ucapan tersebut dinilai memiliki dimensi politik yang cukup kuat.

Meski masih dalam balutan silaturahmi, dinamika politik lokal mulai terasa. Publik pun kini menanti bagaimana arah dukungan politik akan berkembang ke depan.

Acara buka puasa bersama PCNU Indramayu sendiri berlangsung hangat dan penuh kebersamaan, sekaligus menjadi ajang mempererat hubungan antara ulama, umara, dan masyarakat. (Nadzif)

Share :

Baca Juga

Indramayu

Tim Transisi Pemerintahan Lucky Hakim-Syaefudin Mulai Bekerja

Indramayu

Sidang Dugaan Etik DPRD Indramayu Besok, IRW Sebut PDIP Tak Bisa Netral: Ketua BK dan Anggi Satu Partai

Indramayu

Berkas Ditata, Undangan Pemilih Disiapkan: Sibuk Panitia Jelang Pilwu Singajaya 10 Desember

Indramayu

Bupati Indramayu, Nina Agustina, Pamit di Akhir Masa Jabatan: “Setiap Pertemuan Pasti Ada Perpisahan”

Indramayu

Pelantikan Kepala Daerah 6 Januari 2025, Bupati Nina : Pasti Akan Digugat

Indramayu

17 Desa di Indramayu Masuki Seleksi Ketat Pilwu 2025, 122 Bakal Calon Berebut Kursi Kuwu

Indramayu

DPC PPP Indramayu Diminta Kosongkan Kantor, Pemkab Tegaskan Optimalisasi Aset Daerah
Kolase Foto : Direktur Pusat Kajian Strategis Pembangunan Daerah (PKSPD) Ushj Dialambaqa (Oo) dan Staf Khusus Bupati Indramayu, Salman

Indramayu

PKSPD Bongkar Pengangkatan Salman: Bupati Lucky Hakim Dinilai Langgar Aturan dan Abaikan Regulasi!