Home / Indramayu / Kriminalitas / Terpopuler

Jumat, 24 April 2026 - 00:50 WIB

Kasus Bejat Gegerkan Indramayu, 2 Guru Cabuli 22 Siswa, DPRD Minta Pelaku Diburu

Kolase: Anggota DPRD Indramayu Edi Fauzi dan Kantor Polres Indramayu

Kolase: Anggota DPRD Indramayu Edi Fauzi dan Kantor Polres Indramayu

Suaradermayu.com – Dunia pendidikan di Kabupaten Indramayu kembali tercoreng oleh dugaan kasus asusila yang melibatkan tenaga pendidik. Dua oknum guru ekstrakurikuler di salah satu SMP wilayah Kecamatan Anjatan diduga melakukan tindakan pencabulan terhadap 22 siswa.

Dari informasi yang dihimpun, korban terdiri dari 19 siswa laki-laki dan 3 siswi perempuan. Peristiwa itu diduga terjadi di beberapa kesempatan dan lokasi berbeda, sehingga menimbulkan trauma mendalam bagi para korban.

Kasus ini tidak hanya memicu kemarahan publik, tetapi juga menyita perhatian serius DPRD Indramayu. Anggota Komisi II DPRD Indramayu, Edi Fauzi, menyebut pihaknya telah menerima laporan langsung dari keluarga korban dan meminta aparat penegak hukum bertindak cepat.

Baca juga  Ade Syaekudin: Pejabat Publik Pemkab Indramayu Harus Miliki Sertifikasi Kompetensi Teknis dan Manajerial Diakui Nasional

Menurutnya, tindakan kedua oknum guru yang juga berperan sebagai pelatih ekstrakurikuler bela diri tersebut tidak dapat ditoleransi karena menyasar anak-anak di lingkungan pendidikan.

“Ini sudah sangat meresahkan. Kami minta Polres Indramayu tidak main-main dan segera mengusut tuntas serta menangkap pelaku yang masih buron,” tegas Edi, Kamis (23/4/2026).

Edi juga mengungkapkan bahwa laporan resmi telah masuk ke pihak kepolisian. Berdasarkan koordinasi dengan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Indramayu, dari dua terduga pelaku, satu orang sudah diamankan, sementara satu lainnya melarikan diri.

DPRD Indramayu menegaskan agar pelaku yang kabur segera diburu hingga tertangkap. Pasalnya, keberadaan pelaku dinilai berpotensi membahayakan anak-anak lainnya.

Baca juga  Polres Indramayu Sita Puluhan Botol Miras di Razia Tempat Karaoke

“Jangan sampai ada korban baru. Satu pelaku masih kabur, dan itu harus segera ditangkap,” ujarnya.

Selain mendorong penegakan hukum, DPRD juga meminta Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Indramayu turun langsung memberikan pendampingan kepada para korban.

Para korban disebut mengalami tekanan psikologis dan membutuhkan pemulihan secara serius. DPRD juga menyoroti pentingnya pengawasan ketat di lingkungan sekolah agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Lebih lanjut, DPRD menyatakan akan mengawal penuh proses hukum kasus ini hingga tuntas. Bahkan, dukungan bantuan hukum bagi korban juga disiapkan apabila dibutuhkan.

Baca juga  Pabrik Sepatu Raksasa di Indramayu Siap Serap 18.000 Pekerja, Bupati Lucky: Prioritaskan Warga Lokal!

“Saya berharap ini jadi kasus terakhir. Anak-anak harus dilindungi, bukan justru menjadi korban di lingkungan sekolah,” kata Edi.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Indramayu, AKP Muchammad Arwin Bachar, memastikan bahwa kasus tersebut sudah dalam penanganan serius kepolisian. Satu pelaku telah berhasil diamankan, sementara satu lainnya masih dalam pengejaran.

Pelaku yang kabur kini telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan terus diburu oleh tim kepolisian.

“Untuk satu pelaku yang kabur masih kami lakukan pengejaran,” ujarnya.

Kasus ini menambah daftar kelam dugaan kekerasan seksual di lingkungan pendidikan dan menjadi peringatan keras bahwa perlindungan terhadap anak tidak boleh lengah sedikit pun. (Mashadi)

Share :

Baca Juga

Indramayu

Korban TPPO Modus Pengantin Pesanan Desak Polisi Usut Sindikat hingga ke China

Edukasi

Jadi Korban Perdagangan Orang, PMI Indramayu Laporkan BLK Bintang Jaya Mandiri ke Polisi

Terpopuler

Dedi Mulyadi Geram, Uang Kompensasi Sopir Angkot Dipotong Rp 200 Ribu oleh Oknum Petugas

Indramayu

Jejak Berulang Kuwu Warsidi Diduga Menyelewengkan Dana Desa Wanantara

Indramayu

Indramayu Darurat Lapangan Kerja? Setahun 21 Ribu Warga Pergi Jadi Pekerja Migran

Indramayu

Soal Dialog, KOMPI Tegaskan Tak Pernah Mangkir: Wajib Surat Undangan Resmi Bupati Indramayu

Indramayu

LBH Ghazanfar: Kenapa INAFIS Sembunyikan Dokumen Sidik Jari Puslabfor Mabes Polri di Sidang Kasus Paoman?

Indramayu

Mayat Pria Ditemukan di Pos Ronda Indramayu, Polisi Tidak Temukan Tanda Kekerasan