Suaradermayu.com – Sebanyak 25.985 warga Kabupaten Indramayu bekerja di luar negeri sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI).
” Tercatat tiga tahun terakhir di Kabupaten Indramayu, terdapat 21.241 perempuan dan 4.743 laki-laki bekerja ke luar negeri sebagai PMI, ” ujar Kepala BP2MI Banny Ramdhani, Minggu (4/12/2022).
Benny menyebut Kabupaten Indramayu merupakan kantong terbesar di Jawa Barat bahkan di Indonesia dalam hal penempatan PMI ke luar negeri. Tentu menurutnya, PMI ini harus mendapat perhatian penuh dan perlindungan maksimal dari pemerintah.
” 75 persen didominasi kaum perempuan. Tentunya perlu perhatian dan perlindungan bagi mereka, ” ujar dia.
Benny meminta kepada pemerintah daerah, kepala desa hingga camat mewaspadai dan menangkal calo yang turun ke desa-desa merekrut menjanjikan pekerjaan serta pemberangkatan yang cepat malah terjerumus ke dalam penempatan ilegal.
Benny juga tak lupa juga mengucapkan terima kasih kepada para PMI yang merupakan pahlawan devisa negara menyumbang hingga triliunan rupiah kepada negara.
” Setiap tahun Rp 159,6 triliun pahlawan devisa negara (PMI) ini menyumbang ke negara. Kami dan negara sangat berhutang besar kepada para pahlawan devisa negara ini, ” katanya.


























