Suaradermayu.com – Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) mengapresiasi kinerja Polres Indramayu mengamankan sponsor yang menjual Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Indramayu, Rokaya ke Irak.
Hal ini disampaikan Ketua Cabang SBMI Indramayu, Akhmad Zaenuri saat mendampingi Rokaya di Polres Indramayu terkait untuk memberikan keterangan lanjutan kepada penyidik.
” Kami apresiasi dan terima kasih kepada Polres Indramayu yang telah mengamankan oknum sponsor tersebut, ” kata Zaenuri di Mapolres Indramayu, Jumat (10/2/2023).
Zaenuri menyampaikan sejak awal SBMI mengawal kasus tersebut. Ia menyebut sebelumnya melaporkan oknum sponsor yang bernama Saeni ke Polres Indramayu. Sponsor itu dilaporkan terkait dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
” Kami laporkan sponsor itu dengan Pasal 4 UU Nomor 21 Tahun 2007 tentang TPPO dan Pasal 81 UU Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, ” kata dia.
Ia menyebut pihaknya juga mengadukan kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) terkait adanya intimidasi terhadap Rokaya untuk mencabut laporan di Polres Indramayu.
Sementara itu Koordinator Departemen Advokasi Dewan Pimpinan Nasional (DPN) SBMI, Juwarih Setia turut mendampingi Rokaya mengapresiasi kinerja Polres Indramayu mengamankan oknum sponsor tersebut.
” Karena memang Polres Indramayu yang paling banyak (mengungkap kasus TPPO) dibanding Polres lainnya di Jawa Barat, ” ujarnya.
Suaradermayu.com mencoba menghubungi Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Indramayu Iptu Indri Hapsari, namun saat berita ini diterbitkan belum memperoleh jawaban. Sumber yang dihubungi di Unit PPA membenarkan oknum sponsor terlah telah diamankan.
” Iya benar mas (diamankan), ” ujarnya.
Sekedar informasi, pada pertengahan September 2021 lalu, publik sempat dibuat heboh beredarnya video TKW asal Indramayu, Rokaya yang meminta bantuan kepada Presiden Joko Widodo.
Didalam video viral di media sosial tersebut, Rokaya sambil menangis dan suara serak meminta bantuan ke Presiden Joko Widodo agar bisa dipulangkan ke Indonesia. Ia mengaku ingin pulang ke kampung halamannya di Indramayu karena tak tahan dengan sakit yang dideritanya.
























