Home / Daerah

Jumat, 7 Oktober 2022 - 08:04 WIB

Kasus Penganiayaan Wartawan oleh ASN Dilimpahkan ke Polda Jabar, Tiga Tersangka Ditetapkan

Kapolres Kerawang AKBP Aldi Subartono

Kapolres Kerawang AKBP Aldi Subartono

Suaradermayu.com – Kepolisian Resor (Polres) Karawang resmi melimpahkan penanganan kasus penganiayaan terhadap dua wartawan yang diduga dilakukan oleh oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) ke Polda Jawa Barat. Langkah ini diambil guna memperkuat proses hukum dan memastikan penanganan yang maksimal.

Baca Juga : Ketua Dewan Pers: Wartawan Bodrek Marak karena Pengangguran dan Kebebasan Medsos

Kapolres Karawang, AKBP Aldi Subartono, menyampaikan bahwa pelimpahan kasus dilakukan setelah penyelidikan berlangsung sekitar dua pekan sejak laporan pertama diterima pihak kepolisian.

Baca juga  Pemkab Indramayu Minta Pengosongan Graha Pers, Wartawan : Kami Tidak Pernah Diajak Bicara

“Mulai kemarin, perkara tersebut ditangani Direktorat Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Jabar,” ujar Aldi kepada media pada Kamis (6/10/2022).

Aldi menambahkan, Polres Karawang telah menyiapkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) untuk para pelapor. Hingga kini, sebanyak tiga orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

“Kami terus mendalami motif dan peran masing-masing tersangka dalam insiden penganiayaan terhadap dua wartawan yang terjadi beberapa waktu lalu,” jelasnya.

Baca juga  Dibongkar Istri Noel! Eks Menag Yaqut Ternyata Sudah Jadi Tahanan Rumah

Sementara itu, Dewan Pengurus Cabang (DPC) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Karawang menunjukkan dukungannya terhadap para korban. Sebanyak 20 pengacara dikerahkan untuk memberikan pendampingan hukum secara penuh.

Baca Juga : Enam Wartawan Gadungan Ditangkap Usai Memeras Korban di Hotel

Ketua Peradi Karawang, Asef Agustian, mengapresiasi langkah cepat Kapolres Karawang dalam menangani perkara ini, termasuk keputusan melimpahkannya ke tingkat Polda.

“Kami tidak persoalkan mau ditangani Polda atau bahkan Mabes. Yang penting kasus ini berjalan transparan dan adil untuk para korban,” tegas Asef.

Baca juga  Dedi Mulyadi Jadi Bingung Usai Bertemu Pemilik Pajero Hitam Plat KT: Aman Yani Ada atau Hilang?

Kasus ini menjadi sorotan luas di kalangan insan pers dan organisasi profesi jurnalis. Banyak pihak menilai, kekerasan terhadap jurnalis saat menjalankan tugas merupakan bentuk pelanggaran serius terhadap kebebasan pers yang dijamin oleh undang-undang.

Insiden ini pun menambah daftar panjang kekerasan terhadap jurnalis di Indonesia. Para aktivis kebebasan pers pun mendesak agar para pelaku dijatuhi hukuman tegas, agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Share :

Baca Juga

Daerah

Bupati Bekasi Ade Kuswara dan Ayahnya Jadi Tersangka Kasus Suap Proyek Rp9,5 Miliar

Daerah

MPLS 2025 di Jabar Libatkan TNI-Polri, Disdik: Bentuk Generasi Tangguh Sejak Hari Pertama

Daerah

Lapor Polisi Nakal Lewat QR Code, Polda Jabar Jamin Aman dan Cepat

Daerah

Digugat SMA Swasta, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi: Saya Bahagia, Artinya Saya Bekerja!

Daerah

Disapa Hakim hingga Advokat Muda, Toni RM Tuai Sorotan Saat Sidang Gono-Gini di Cianjur

Daerah

Ratusan Insan Pers Bekasi Desak KDM Klarifikasi Pernyataan Kontroversial Soal Media

Daerah

VIRAL! Bocah SD di NTT Akhiri Hidup karena Buku dan Pulpen

Daerah

KOMPI Tolak Revitalisasi Tambak Pantura di Perhutani: Abaikan Keadilan Petambak dan Ancam Lingkungan