Home / Daerah / Terpopuler

Kamis, 5 Maret 2026 - 19:52 WIB

Keuntungan Dapur MBG Dipakai Bedah Rumah Warga Miskin oleh Crazy Rich Madura di Bangkalan

Pengusaha asal Madura, Khairul Umam atau yang akrab disapa Haji Her, membedah rumah warga miskin dari keuntungan dapur MBG

Pengusaha asal Madura, Khairul Umam atau yang akrab disapa Haji Her, membedah rumah warga miskin dari keuntungan dapur MBG

Suaradermayu.com — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan publik. Kali ini bukan karena polemik, melainkan aksi sosial yang dilakukan seorang pengusaha asal Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, yang dikenal dengan julukan “Crazy Rich Madura”.

Pengusaha tersebut adalah Khairul Umam atau yang akrab disapa Haji Her. Ia memanfaatkan keuntungan dari dapur MBG yang dikelolanya untuk membantu masyarakat kurang mampu melalui program bedah rumah.

Program sosial itu mulai diwujudkan di Desa Pangeleyan, Kecamatan Tanah Merah, Bangkalan. Peletakan batu pertama pembangunan rumah bagi warga kurang mampu dilakukan pada Selasa (3/3/2026).

Haji Her menjelaskan, dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dikelolanya memang masih tergolong baru. Meski baru beroperasi sekitar satu bulan, hasil operasionalnya sudah bisa dimanfaatkan untuk kegiatan sosial.

“Memang baru berjalan sekitar satu bulan. Dari keuntungan dapur MBG itu saya gunakan untuk membantu bedah rumah warga,” ujar Haji Her.

Ia menegaskan bahwa proses penentuan penerima bantuan tidak dilakukan secara sembarangan. Melalui timnya di Bawang Merah Center (BMC), dilakukan pendataan terhadap warga yang benar-benar membutuhkan bantuan.

Setelah proses pendataan, tim kemudian turun langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi rumah calon penerima bantuan sebelum program dijalankan.

Menurut Haji Her, seluruh biaya pembangunan rumah tersebut berasal dari keuntungan dapur MBG yang ia kelola. Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak mengambil keuntungan pribadi dari program tersebut.

“Semua hasilnya saya gunakan kembali untuk membantu masyarakat, salah satunya melalui program bedah rumah. Saya berharap langkah ini bisa ditiru oleh dapur MBG lainnya,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar program MBG yang digagas pemerintah tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu demi kepentingan pribadi.

“Program ini untuk masyarakat dan anak-anak. Jangan sampai disalahgunakan hanya untuk mencari keuntungan pribadi,” tegasnya.

Ke depan, Haji Her berencana menjadikan program bedah rumah ini sebagai kegiatan rutin. Ia menargetkan setiap bulan minimal satu rumah warga kurang mampu bisa direnovasi atau dibangun kembali dari hasil keuntungan dapur MBG.

“Insya Allah setiap bulan satu rumah. Semua dari hasil MBG, dan saya tidak mengambil sepeser pun,” ujarnya.

Kepala Desa Pangeleyan, Zaiqulhak Alfarizi, mengapresiasi langkah sosial tersebut. Ia menyebut keberadaan dapur MBG milik Haji Her telah membawa dampak positif bagi masyarakat di desanya.

“Alhamdulillah sebelumnya juga ada bantuan untuk siswa, sekarang ada program bedah rumah bagi warga kurang mampu. Kami sangat berterima kasih,” kata Alfarizi.

Program ini diharapkan dapat menjadi contoh bahwa keberadaan dapur MBG tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi siswa, tetapi juga mampu memberikan manfaat sosial yang lebih luas bagi masyarakat sekitar. (Yatno)

Share :

Baca Juga

Indramayu

Akun WA, Riwayat Panggilan, 2 SIM Card Ririn Lenyap: Ada yang Bermain di Polisi atau Jaksa?

Indramayu

DPRD Indramayu dari PKB ‘Sowan’ ke NU Usai Lebaran, Dapat Wejangan Menyentuh dari KH Mustofa

Terpopuler

Program Pengampunan Pajak Kendaraan Bermotor di Jawa Barat Sukses Kumpulkan Rp 76,3 Miliar

Terpopuler

Hambat Saluran Air, Kuswanto Pujiantono Gandeng Petani Bersihkan Eceng Gondok di Srengseng Indramayu

Indramayu

Jaksa “Gatot” Bawa Ahli Digital ke Sidang Paoman, LBH Ghazanfar: Hancur Lebur Dakwaan Pembunuhan Berencana

Hukum

AMAKI Desak KPK Segera Tetapkan Ono Surono sebagai Tersangka Dugaan Korupsi

Terpopuler

Pemerintah Gagalkan Pengiriman Delapan Calon Pekerja Migran Ilegal

Terpopuler

DPC PKB Indramayu Soroti Perda Pesantren yang Belum Terimplementasi