Home / Peristiwa / Daerah / Indramayu

Senin, 2 Maret 2026 - 03:51 WIB

Tragedi Laut Indramayu: Kapal Nelayan Dihantam Tongkang di Pulau Biawak, 2 Tewas dan 4 Hilang

Kapal Nelayan Dihantam Tongkang di Pulau Biawak Indramayu, 2 Tewas dan 4 Hilang Sabtu (28/2/2026) malam.

Kapal Nelayan Dihantam Tongkang di Pulau Biawak Indramayu, 2 Tewas dan 4 Hilang Sabtu (28/2/2026) malam.

Suaradermayu.com — Malam tenang di perairan utara Indramayu berubah menjadi tragedi ketika sebuah kapal nelayan kecil dihantam tongkang di sekitar Pulau Biawak. Insiden yang terjadi Sabtu malam (28/2/2026) itu menyebabkan korban jiwa dan nelayan hilang yang hingga kini masih dalam pencarian.

Kapal nelayan KM Almujib berukuran 6 GT tersebut membawa delapan awak. Setelah seharian melaut dan menebar jaring, para ABK beristirahat dengan mesin kapal dimatikan. Tanpa diduga, sebuah tongkang bernomor lambung 3009 melaju dan menabrak sisi kiri kapal.

Baca juga  Viral Dulu Baru Pemkab Gerak, Jalan Ir H Juanda Ditambal Adukan Semen

Benturan keras membuat kapal terseret beberapa menit sebelum air laut masuk dan menenggelamkannya. Para nelayan yang terbangun dalam kepanikan berusaha menyelamatkan diri dengan alat seadanya, seperti jeriken kosong dan potongan gabus yang mengapung di sekitar kapal.

Kepala Satuan Polairud Polres Indramayu, Asep Suryana, menjelaskan bahwa dua nelayan berhasil selamat, dua lainnya ditemukan meninggal dunia, sementara empat orang masih hilang dan terus dicari oleh tim gabungan.

Baca juga  Alat Bukti Pengamatan Hakim dan Keruntuhan Total Pembuktian Jaksa di Sidang Paoman, LBH Ghazanfar: Terdakwa Ririn “Insya Allah” Bebas

Korban selamat adalah Carudin (48), warga Desa Brondong, serta Alfianto Agus Sulistiyo (20), warga Paoman. Adapun korban meninggal dunia yakni Jupri alias Kempot (35) dari Desa Pabean Udik dan Wandi (39) dari Desa Karangsong.

Empat nelayan yang belum ditemukan masing-masing Ari Wibowo (23), Asep Agustina (24), Mas’ud (38), dan Ono (50). Pencarian difokuskan di sekitar lokasi tabrakan hingga jalur pelayaran yang dilintasi tongkang.

Baca juga  Tragedi 5 Jenazah di Rumah Merah Muda Indramayu, Misteri Satu Keluarga Tewas

Tragedi ini menyoroti kerentanan kapal nelayan kecil yang beroperasi di jalur pelayaran padat tanpa perlindungan memadai. Selain faktor cuaca dan visibilitas malam hari, minimnya sistem peringatan dini di kapal tradisional membuat nelayan kerap berada dalam posisi berbahaya saat berpapasan dengan kapal bermuatan besar.

Aparat mengimbau operator kapal besar meningkatkan kewaspadaan saat melintasi wilayah tangkap nelayan, sementara para nelayan diminta menyalakan lampu penanda dan tetap siaga meski sedang beristirahat di laut. (Waryadi)

Share :

Baca Juga

Indramayu

Polres Indramayu Buru Pemilik Jutaan Petasan yang Dimusnahkan

Indramayu

Syuriah PBNU Minta Gus Yahya Mundur, Sholihin : Tuntutan Aliansi Santri Gus Dur Terbukti

Peristiwa

Angin Kencang Amuk TPU Menjangan Bang, Makam Warga Rusak Tertimpa Pohon Tua

Indramayu

Pilwu Serentak Ditunda? Pemkab Indramayu Pastikan Tetap Berupaya Digelar Desember 2025

Indramayu

Fakta Mengejutkan di Balik Tewasnya Putri Apriyani: Uang Rp35 Juta Raib, Oknum Polisi Jadi Tersangka?

Ekonomi

Indramayu Diproyeksikan Jadi Pusat Ekonomi Jawa Barat, Pembangunan Tol Indrajati Jadi Kunci

Indramayu

Kogartap II/Bandung Bersama Polda Jabar Sisir Tempat Hiburan Malam

Indramayu

Sekda Akui Pemkab Indramayu Dilema Kasus BPR Karya Remaja