Home / Indramayu / Peristiwa

Selasa, 27 Januari 2026 - 22:33 WIB

Banjir Kepung Permukiman, Warga Indramayu Ramai-ramai Mengungsi

Permukiman di Indramayu terendam banjir akibat hujan deras. Warga ramai-ramai meninggalkan rumah untuk mengungsi, Selasa (27/1/2026)

Permukiman di Indramayu terendam banjir akibat hujan deras. Warga ramai-ramai meninggalkan rumah untuk mengungsi, Selasa (27/1/2026)

Suaradermayu.com – Curah hujan tinggi yang mengguyur Kabupaten Indramayu sejak Senin malam (26/1/2026) hingga Selasa sore (27/1/2026) memicu banjir di berbagai permukiman. Air merendam rumah warga dengan ketinggian bervariasi, bahkan di beberapa titik hampir mencapai satu meter, sehingga memaksa warga mengungsi demi keselamatan.

Baca Juga : Banjir Kepung Pusat Kota Indramayu, BPBD: Drainase Kota Tak Mampu Tampung Genangan Air

Banjir Indramayu: Tata Ruang Amburadul & Kegagalan Kepemimpinan Bupati Lucky Hakim

Salah satu wilayah terdampak cukup parah adalah Perumahan Citra Dharma Ayu (Cidayu). Pantauan Suaradermayu.com pada Selasa sore, warga tampak berbondong-bondong meninggalkan rumah mereka yang terendam air. Sebagian menyelamatkan barang-barang penting, sementara lainnya langsung menuju rumah kerabat.

Ketinggian air di perumahan ini mencapai lutut hingga paha orang dewasa. Rani (38), warga setempat, mengatakan air sudah masuk ke dalam rumah sejak siang hari.

Baca juga  Kemenag RI Usulkan Insentif Guru Honorer Madrasah Naik Jadi Rp400 Ribu per Bulan

“Air sudah masuk rumah. Di beberapa titik cukup dalam. Saya khawatir ada ular dan takut penyakit,” ujarnya.

Hal serupa dirasakan Abdullah (45). Ia terpaksa meninggalkan kendaraan pribadinya dan mengungsi ke rumah keluarga.

Baca Juga : Lamban Tangani Banjir, Puluhan Warga Geruduk Dinas PUPR Indramayu

Dedi Mulyadi Minta Kabupaten dan Kota Evaluasi Tata Ruang, Soroti Alih Fungsi Lahan Pemicu Banjir

“Mobil dan motor terpaksa ditinggal. Yang penting keluarga aman,” katanya.

Banjir juga melanda Kelurahan Margadadi, Kecamatan Indramayu, khususnya di Perumahan RN 1 RW 02 dan RW 11. Genangan air dilaporkan mencapai hampir satu meter di beberapa titik.

Ketua RW 11, Warta Ambela, menyebut sedikitnya 273 rumah terendam dengan ketinggian air antara 50–80 cm. Dari sekitar 150 kepala keluarga (KK) yang terdampak, hampir seluruhnya memilih mengungsi.

Baca juga  Alat Bukti Pengamatan Hakim dan Keruntuhan Total Pembuktian Jaksa di Sidang Paoman, LBH Ghazanfar: Terdakwa Ririn “Insya Allah” Bebas

“Hampir semua warga mengungsi, ada yang ke rumah saudara, ada juga ke GOR Bhayangkara di depan perumahan,” katanya.

Menurut Warta, banjir sebenarnya sudah terjadi sejak Kamis (22/1/2026), namun saat itu ketinggian air masih rendah dan belum masuk rumah. Kondisi sempat membaik pada akhir pekan sebelum kembali memburuk akibat hujan deras yang turun sejak Selasa pagi.

“Air yang sempat surut kembali naik. Di luar rumah bisa sampai paha orang dewasa, sementara di dalam rumah sekitar 30 cm karena lantai lebih tinggi,” tambahnya.

Pantauan Suaradermayu.com, rumah-rumah di bagian depan kompleks terendam lebih dari 50 cm, sedangkan area belakang lebih parah.

Baca Juga : Ancaman Banjir Mengintai, 23 Tanggul Sungai di Indramayu Kritis

Untuk menangani kondisi darurat, petugas gabungan dari BPBD dan kepolisian diterjunkan ke lokasi. Kepala Pelaksana BPBD Indramayu, Dadang Oce Iskandar, mengatakan pihaknya menerima laporan permintaan evakuasi dari warga Cidayu sekitar pukul 15.00 WIB.

Baca juga  Dugaan Korupsi Dana PKBM Disdikbud Indramayu, Siapa yang Menandatangani Hingga Negara Rugi Rp1,4 Miliar?

“Warga meminta dievakuasi karena air terus naik. Kami kirim satu perahu dan mendirikan tenda pengawasan. Tidak ada tenda pengungsian karena warga memilih mengungsi ke rumah keluarga masing-masing,” ujarnya.

Oce mengimbau masyarakat tetap waspada. Berdasarkan prakiraan BMKG, intensitas hujan di Indramayu diperkirakan masih tinggi hingga Kamis (29/1/2026).

Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Indramayu, Agus Yani, menyebut banjir hingga 60 cm juga merendam sejumlah titik lain, seperti Perumahan Bumi Dermayu Indah (BDI), Margalaksana, Rumah Ningrat, dan Cidayu.

“Petugas sudah dikerahkan. Ada warga yang mengungsi, ada juga yang bertahan. Kami terus melakukan pemantauan dan pengawasan,” pungkasnya. (Nadzif)

 

Share :

Baca Juga

Indramayu

Proyek Tol Indramayu–Kertajati Dipercepat, Bupati Lucky : Dorong Ekonomi Rakyat & Dukung Layanan Haji

Indramayu

Ungkap Kematian Putri Apriyani, Propam Polda Jabar Gelar Sidang Etik Bripda Alvian

Ekonomi

Festival Ramadan Reang 2025 Resmi Dibuka, Dorong Ekonomi Syariah di Indramayu

Indramayu

Kala Lucky Hakim Curhat Soal Pengunduran Dirinya Sebagai Wabup Indramayu

Indramayu

Wanita Asal Indramayu Lolos dari Jebakan Pengantin Pesanan di China, Begini Kisah Pelariannya

Indramayu

Awasi Curang Oknum KPPS dan Komplotannya Menangkan Paslon Tertentu di Pilkada Indramayu

Ekonomi

Transformasi Digital PDAM Indramayu, Perkuat Pelayanan Air Bersih Berbasis Teknologi

Indramayu

Praktisi Hukum Kritik Keputusan MA Tolak PK Kasus Pembunuhan Vina dan Eky