Suaradermayu.com – Curah hujan tinggi yang mengguyur Kabupaten Indramayu sejak Senin malam (26/1/2026) hingga Selasa sore (27/1/2026) memicu banjir di berbagai permukiman. Air merendam rumah warga dengan ketinggian bervariasi, bahkan di beberapa titik hampir mencapai satu meter, sehingga memaksa warga mengungsi demi keselamatan.
Baca Juga : Banjir Kepung Pusat Kota Indramayu, BPBD: Drainase Kota Tak Mampu Tampung Genangan Air
Banjir Indramayu: Tata Ruang Amburadul & Kegagalan Kepemimpinan Bupati Lucky Hakim
Salah satu wilayah terdampak cukup parah adalah Perumahan Citra Dharma Ayu (Cidayu). Pantauan Suaradermayu.com pada Selasa sore, warga tampak berbondong-bondong meninggalkan rumah mereka yang terendam air. Sebagian menyelamatkan barang-barang penting, sementara lainnya langsung menuju rumah kerabat.
Ketinggian air di perumahan ini mencapai lutut hingga paha orang dewasa. Rani (38), warga setempat, mengatakan air sudah masuk ke dalam rumah sejak siang hari.
“Air sudah masuk rumah. Di beberapa titik cukup dalam. Saya khawatir ada ular dan takut penyakit,” ujarnya.
Hal serupa dirasakan Abdullah (45). Ia terpaksa meninggalkan kendaraan pribadinya dan mengungsi ke rumah keluarga.
Baca Juga : Lamban Tangani Banjir, Puluhan Warga Geruduk Dinas PUPR Indramayu
Dedi Mulyadi Minta Kabupaten dan Kota Evaluasi Tata Ruang, Soroti Alih Fungsi Lahan Pemicu Banjir
“Mobil dan motor terpaksa ditinggal. Yang penting keluarga aman,” katanya.
Banjir juga melanda Kelurahan Margadadi, Kecamatan Indramayu, khususnya di Perumahan RN 1 RW 02 dan RW 11. Genangan air dilaporkan mencapai hampir satu meter di beberapa titik.
Ketua RW 11, Warta Ambela, menyebut sedikitnya 273 rumah terendam dengan ketinggian air antara 50–80 cm. Dari sekitar 150 kepala keluarga (KK) yang terdampak, hampir seluruhnya memilih mengungsi.
“Hampir semua warga mengungsi, ada yang ke rumah saudara, ada juga ke GOR Bhayangkara di depan perumahan,” katanya.
Menurut Warta, banjir sebenarnya sudah terjadi sejak Kamis (22/1/2026), namun saat itu ketinggian air masih rendah dan belum masuk rumah. Kondisi sempat membaik pada akhir pekan sebelum kembali memburuk akibat hujan deras yang turun sejak Selasa pagi.
“Air yang sempat surut kembali naik. Di luar rumah bisa sampai paha orang dewasa, sementara di dalam rumah sekitar 30 cm karena lantai lebih tinggi,” tambahnya.
Pantauan Suaradermayu.com, rumah-rumah di bagian depan kompleks terendam lebih dari 50 cm, sedangkan area belakang lebih parah.
Baca Juga : Ancaman Banjir Mengintai, 23 Tanggul Sungai di Indramayu Kritis
Untuk menangani kondisi darurat, petugas gabungan dari BPBD dan kepolisian diterjunkan ke lokasi. Kepala Pelaksana BPBD Indramayu, Dadang Oce Iskandar, mengatakan pihaknya menerima laporan permintaan evakuasi dari warga Cidayu sekitar pukul 15.00 WIB.
“Warga meminta dievakuasi karena air terus naik. Kami kirim satu perahu dan mendirikan tenda pengawasan. Tidak ada tenda pengungsian karena warga memilih mengungsi ke rumah keluarga masing-masing,” ujarnya.
Oce mengimbau masyarakat tetap waspada. Berdasarkan prakiraan BMKG, intensitas hujan di Indramayu diperkirakan masih tinggi hingga Kamis (29/1/2026).
Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Indramayu, Agus Yani, menyebut banjir hingga 60 cm juga merendam sejumlah titik lain, seperti Perumahan Bumi Dermayu Indah (BDI), Margalaksana, Rumah Ningrat, dan Cidayu.
“Petugas sudah dikerahkan. Ada warga yang mengungsi, ada juga yang bertahan. Kami terus melakukan pemantauan dan pengawasan,” pungkasnya. (Nadzif)


























