Suaradermayu.com– Banjir kembali mengepung pusat Kota Indramayu pada Selasa (27/1/2026) setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak Senin (26/1/2026) malam. Hingga siang hari, hujan deras masih berlangsung dan menyebabkan genangan air bertahan di sejumlah titik strategis.
Sejumlah jalan protokol di pusat kota dilaporkan tergenang banjir. Ruas jalan yang terdampak antara lain Jalan Soeprapto, Jalan Singalodra, Jalan DI Panjaitan, Jalan Ahmad Yani, hingga kawasan Karang Turi. Genangan air di ruas-ruas tersebut mengganggu arus lalu lintas dan membuat kendaraan tidak dapat melintas secara normal.
Tak hanya jalan utama, banjir juga merendam kawasan permukiman warga. Di beberapa lokasi, air dilaporkan telah masuk ke dalam rumah sehingga memaksa sebagian warga mengamankan barang berharga dan mencari tempat yang lebih aman.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu, Agus Yani, mengatakan dampak banjir kali ini cukup luas karena curah hujan yang tinggi masih terjadi hingga siang hari.
“Banjir ini dipicu oleh sistem drainase kota yang tidak mampu menampung besarnya genangan air akibat hujan deras yang turun hari ini,” ujar Agus Yani, Selasa (27/1/2026).
Menurutnya, BPBD Indramayu telah mengerahkan petugas ke berbagai wilayah terdampak untuk melakukan pemantauan dan asesmen di lapangan. Pendataan terus dilakukan untuk memastikan jumlah wilayah terdampak serta kebutuhan warga.
Dari laporan sementara, sejumlah warga memilih mengungsi ke rumah kerabat atau keluarga yang lokasinya tidak tergenang air. BPBD Indramayu juga menyiapkan langkah antisipasi lanjutan, termasuk kemungkinan pendirian posko pengungsian apabila kondisi banjir semakin memburuk.
Agus menambahkan, upaya penanganan genangan terus dilakukan dengan mengoperasikan pompa penyedot air di saluran pembuangan Karangsong. Namun, besarnya debit air hujan membuat proses surutnya genangan berjalan lambat.
“Pompa sudah kami operasikan, tetapi karena debit air cukup besar, genangan belum bisa cepat surut,” jelasnya.
BPBD Indramayu mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama warga yang berada di wilayah rawan banjir. Warga diminta segera melapor kepada petugas apabila kondisi air meningkat dan membahayakan keselamatan, agar penanganan darurat dapat segera dilakukan. (Nadzif)

























