Home / Terpopuler / Ekonomi

Kamis, 16 April 2026 - 07:45 WIB

Dibuka Loker 30 Ribu Manajer Kopdes Marah Putih, Lolos Jadi Pegawai BUMN

Ilustrasi Koperasi Desa Merah Putih

Ilustrasi Koperasi Desa Merah Putih

suaradermayu.com – Pemerintah pusat mulai menggeber program Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) dengan membuka rekrutmen dalam skala besar. Tak tanggung-tanggung, puluhan ribu posisi disiapkan untuk mengisi struktur pengelolaan koperasi dan kampung nelayan di seluruh Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, memastikan proses seleksi resmi dimulai sejak 15 April 2026. Program ini disebut sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi desa sekaligus menciptakan lapangan kerja baru.

Baca juga  Jaksa Agung Ingatkan Kejaksaan: Jangan Asal Jadikan Kepala Desa Tersangka, Dinas Harus Bertanggung Jawab

Dalam skema yang disiapkan, total sebanyak 35.476 lowongan dibuka. Rinciannya, 30.000 posisi untuk manajer Kopdes Merah Putih dan 5.476 lainnya untuk pengelola Kampung Nelayan Merah Putih.

Para peserta yang lolos nantinya akan langsung berstatus pegawai BUMN dengan kontrak kerja selama dua tahun.
Pengelolaan Kopdes Merah Putih akan berada di bawah PT Agrinas Pangan Nusantara, sedangkan sektor kampung nelayan ditangani oleh PT Agrinas Jaladri Nusantara. Pemerintah menilai model ini akan mempercepat profesionalisasi koperasi di tingkat desa.

Baca juga  17 Karyawan per Kopdes Merah Putih, Menkop Tegaskan Prioritas Mutlak Warga Lokal

Pendaftaran dilakukan secara online melalui situs resmi panitia seleksi nasional dan dibuka hingga 24 April 2026. Seleksi ini bersifat terbuka untuk lulusan D3 hingga S1 dari semua jurusan, dengan batas usia maksimal 35 tahun dan IPK minimal 2,75.

Menariknya, pemerintah menegaskan tidak ada pungutan biaya dalam seluruh tahapan seleksi. Hal ini sekaligus menjadi peringatan keras bagi masyarakat agar tidak mudah percaya pada oknum yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu.

Baca juga  YLBHI Bongkar Dugaan Korupsi Anggaran MBG, Sebut Pengelolaan Bobrok dan Siap Dibuka di MK

“Kalau ada yang menjanjikan bisa meloloskan dengan bayaran, itu jelas penipuan,” tegas Zulhas.

Program ini juga diklaim akan menjadi salah satu motor penggerak ekonomi desa, sekaligus membuka peluang kerja dalam jumlah besar di tengah tantangan ekonomi saat ini. Namun, publik kini menanti sejauh mana rekrutmen besar ini benar-benar berjalan transparan tanpa praktik “orang dalam”. (Moh. Ali)

Share :

Baca Juga

Terpopuler

MK Kabulkan Permohonan Haris Azhar dan Fatia, Hapus Larangan Sebar Hoaxs

Terpopuler

Harga Pupuk Urea dan NPK Turun 20 Persen, Petani Sambut Gembira Kebijakan Prabowo

Hukum

Dua Oknum Polisi Resmi Jadi Tersangka Kasus Pemerasan DAK Rp4,7 Miliar ke 12 Kepsek SMKN

Indramayu

Tanpa Bukti Ilmiah, Senjata Jaksa Andalkan “Kata Priyo” untuk Tuntut Hukuman Mati di Sidang Paoman

Daerah

Diduga Pungli dan Langgar Kode Etik, Oknum Polres Cirebon Kota Dilaporkan ke Propam

Indramayu

Tegang Tapi Penuh Harapan: Kontrak Direksi PT BWI 2025–2030 dan Ultimatum 30% dari Bupati Indramayu

Terpopuler

Salurkan Bantuan, Bupati Indramayu Langsung Kunjungi Korban Gempa di Cianjur

Terpopuler

Kejati Jabar Ungkap Rp3 Miliar Titipan Jadi Barang Bukti Kasus Dugaan Korupsi BPR Karya Remaja