Suaradermayu.com –Harapan panjang warga pesisir Eretan, Kecamatan Kandanghaur, untuk terbebas dari bencana banjir rob akhirnya menemukan titik terang. Komisi V DPR RI menyetujui usulan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu untuk membangun tanggul sungai di kawasan tersebut, dengan total anggaran mencapai Rp460 miliar.
Langkah besar ini menjadi babak baru bagi ribuan warga yang selama bertahun-tahun hidup dalam bayang-bayang air pasang laut utara Jawa. “Kita sudah meninjau langsung ke lokasi. Anggaran sebesar itu disiapkan, tapi tentu harus diselesaikan dulu persoalan lahannya,” ujar Anggota Komisi V DPR RI, Daniel Mutaqien Syafiuddin, saat pertemuan di Pendopo Indramayu, Senin (10/11/2025).
Tantangan di Balik Anggaran Fantastis
Daniel menegaskan, pembangunan fisik tanggul tidak bisa dilakukan sebelum status kepemilikan lahan di sepanjang bantaran sungai dipastikan. Pasalnya, sebagian lahan diketahui berada di bawah kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Kementerian PUPR.
“Kalau memang lahan itu milik kementerian, tentu harus dicari solusi terbaik bagi masyarakat yang sudah terlanjur membangun rumah di situ,” jelas Daniel.
Ia menambahkan, apabila persoalan tanah rampung pada tahun 2026, maka proyek tanggul bisa langsung dimulai.
“Begitu semua clear, anggaran bisa langsung turun. Kami menunggu kesiapan Pemkab Indramayu,” kata politisi asal Dapil Jabar VIII itu.
Selain tanggul sungai, DPR juga mendorong agar pembangunan tembok laut di Eretan dapat diselesaikan hingga akhir 2025. Proyek tersebut menjadi benteng pertama menghadang gelombang rob dari Laut Jawa, sebelum tanggul sungai dibangun sebagai pertahanan kedua.
Pemkab Siapkan Lahan Relokasi
Sementara itu, Bupati Indramayu Lucky Hakim menyambut baik dukungan pemerintah pusat dan DPR RI tersebut. Menurutnya, Pemkab telah menyiapkan langkah konkret berupa lahan relokasi bagi warga yang tinggal di atas tanah calon tanggul.
“Lokasinya hanya sekitar satu kilometer dari tanggul. Luasnya kurang lebih dua hektare dan cukup untuk menampung ratusan rumah,” ujar Lucky.
Ia menegaskan, Pemkab tidak tinggal diam dalam menangani dampak banjir rob. Sejumlah langkah mitigasi seperti pengerukan sungai, pembangunan drainase, hingga relokasi bertahap sudah dilakukan bersama Kementerian Sosial.
“Semua itu bagian dari progres besar menuju solusi permanen. Kami ingin masyarakat Eretan bisa hidup aman tanpa khawatir air laut masuk ke rumah,” tutur Lucky.
Anggaran Daerah Terbatas, Kreativitas Jadi Kunci
Bupati Lucky juga mengungkapkan bahwa anggaran daerah terbatas akibat pemotongan dana transfer ke daerah sebesar Rp344 miliar. Kondisi itu memaksa Pemkab berinovasi dan menjalin sinergi dengan berbagai pihak agar proyek penanggulangan banjir tetap berjalan.
“Kami harus beradaptasi. Karena uang daerah berkurang cukup besar, jadi kolaborasi dengan pemerintah pusat dan provinsi menjadi solusi,” kata Lucky.
Solusi Permanen bagi Pesisir Utara
Jika semua tahapan berjalan lancar, pembangunan tanggul dan tembok laut akan menjadi solusi jangka panjang bagi ribuan warga pesisir Indramayu. Wilayah Eretan Kulon dan Eretan Wetan yang selama ini menjadi langganan banjir rob, diharapkan segera terbebas dari genangan.
“Harapan kami sederhana: warga tidak perlu lagi bangun tengah malam untuk menyelamatkan barang saat air laut naik,” ucap salah satu warga, Slamet (52), saat ditemui Suaradermayu.com.
Dengan dukungan anggaran Rp460 miliar dari pusat, sinergi Pemkab Indramayu, dan komitmen DPR RI, Eretan bersiap meninggalkan kisah kelam banjir rob menuju masa depan yang lebih aman dan sejahtera. (Mashadi)

























