Suaradermayu.com – Direktur Pusat Kajian Strategis Pembangunan Daerah (PKSPD), O’ushj. Dialambaqa, secara terbuka menantang Staf Khusus Bupati Lucky Hakim, Dr. Salman Al Farisi, SE, SAP, S.Sain, MAP, M.Sain, untuk hadir di forum akademik terbuka membahas “Indramayu: Eksodus dari Kebobrokan, Keterpurukan Struktural, dan Rasisme.”
Tantangan ini disampaikan setelah Oo mengisi diskusi publik yang digelar Forum Peduli Indramayu (FPI) dengan tema “Stafsus Rasa Bupati.”
Baca Juga : Figur di Balik Layar Pemerintahan Indramayu, Siapa Salman yang Kerap Bawa Nama Bupati?
Kontroversi Staf Khusus Bupati Indramayu: Pengangkatan Salman Dinilai Langgar Aturan
“Untuk tindak lanjut diskusi terkait Stafsus Salman, mari kita uji kapasitas intelektual, etikabilitas, dan integritasnya di forum diskusi akademik yang terbuka untuk umum,” ujar O’ushj. Dialambaqa.
Ia menambahkan, “Saya meminta FPI mengirimkan surat resmi kepada Dr. Salman Al Farisi agar hadir sebagai panelis untuk menjawab tantangan saya. Ini penting agar publik dapat menilai secara terbuka sejauh mana kepatuhan, etika, dan profesionalisme seorang pejabat publik.”
Baca Juga : PKSPD Bongkar Pengangkatan Salman: Bupati Lucky Hakim Dinilai Langgar Aturan dan Abaikan Regulasi!
Oo juga menegaskan, “Jika Salman paham ekonomi politik nasional, geopolitik, konflik Palestina-Zionis Israel, dan keserakahan Donald Trump, mari kita gelar diskusi ini dengan logika dan akal sehat akademik. Tujuannya agar dia mengetahui batas diri, merasa malu, dan menyadari arogansi serta sikap rasis yang selama ini ditunjukkannya.”
Ia menambahkan, “Jika yang bersangkutan menolak, maka tinggal bagaimana kita semua menyikapi tindakan Staf Khusus yang melanggar peraturan perundang-undangan, karena telah melampaui batas dan/atau melanggar norma, etika, serta otoritas tata kelola pemerintahan dan ketatanegaraan,” pungkasnya.
Baca Juga : PKSPD Nilai Pemerintahan Lucky–Syaefudin Berpola Relawan–Ormas
Hingga artikel ini diturunkan, upaya Suaradermayu.com untuk meminta tanggapan Staf Khusus Bupati Lucky Hakim, Dr. Salman Al Farisi, melalui WhatsApp maupun telepon, belum mendapat respons. (Pahmi)


























