Suaradermayu.com – Kecelakaan maut kembali terjadi di ruas Tol Cipali, tepatnya di Kilometer (KM) 136 jalur arah Jakarta menuju Cirebon, Senin (19/9/2022) dini hari. Insiden ini melibatkan truk Fuso bernomor polisi D 9520 YU dengan mobil elf nopol BE 7031 VA.
Akibat peristiwa nahas ini, tiga orang dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara 15 penumpang lainnya mengalami luka-luka.
“Saat ini kami sedang melakukan pendataan terhadap para penumpang dan mengidentifikasi korban. Sementara ini, tercatat tiga orang meninggal dunia dan 15 lainnya luka-luka,” ujar Kasatlantas Polres Indramayu, AKP Angga Handiman kepada awak media.
Menurut keterangan polisi, kecelakaan bermula saat mobil elf melaju dengan kecepatan tinggi melalui jalur kiri arah Cirebon. Diduga sopir tidak mampu mengendalikan laju kendaraan hingga menabrak bagian belakang truk Fuso yang melaju di jalur yang sama.
“Mobil elf itu menabrak bagian belakang truk Fuso dan terseret hingga sejauh kurang lebih 400 meter sebelum akhirnya kedua kendaraan berhenti di KM 136,” jelas AKP Angga.
Akibat benturan keras, kedua kendaraan mengalami kerusakan parah. Posisi akhir kedua kendaraan berada di bahu luar jalan tol, menghadap ke arah Timur.
Petugas kepolisian dari Polres Indramayu bersama petugas PJR Tol Cipali langsung melakukan evakuasi korban serta mengatur arus lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan panjang. Sementara korban luka-luka dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian masih mendalami penyebab pasti kecelakaan. Sopir kedua kendaraan telah dimintai keterangan untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
AKP Angga mengimbau para pengguna jalan, khususnya yang melintas di jalur Tol Cipali, agar selalu mematuhi batas kecepatan dan menjaga jarak aman antar kendaraan untuk menghindari kecelakaan serupa.
“Kami imbau seluruh pengendara lebih berhati-hati, apalagi di jalur Tol Cipali yang rawan kecelakaan jika tidak waspada,” tegasnya.
Diketahui, Tol Cipali termasuk salah satu jalur tol terpanjang di Indonesia yang kerap menjadi lokasi kecelakaan lalu lintas, terutama akibat faktor kecepatan tinggi, kelelahan pengemudi, dan kelalaian pengguna jalan.
Pihak kepolisian terus mengintensifkan patroli serta pemasangan rambu-rambu peringatan di sejumlah titik rawan kecelakaan untuk menekan angka insiden di ruas jalan tersebut.


























