Home / Terpopuler / Peristiwa / Sorotan

Senin, 9 Maret 2026 - 01:13 WIB

Tragis! PMI Asal Indramayu Meninggal di Arab Saudi, Diduga Dianiaya Majikan

Watirih (40), warga Desa Segeran Kidul, Blok Bedug, Kecamatan Juntinyuat, diketahui telah meninggal dunia di Arab Saudi.

Watirih (40), warga Desa Segeran Kidul, Blok Bedug, Kecamatan Juntinyuat, diketahui telah meninggal dunia di Arab Saudi.

Suaradermayu.com – Nasib pilu menimpa seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Indramayu. Setelah hampir dua tahun tidak memberikan kabar kepada keluarga, Watirih (40), warga Desa Segeran Kidul, Blok Bedug, Kecamatan Juntinyuat, akhirnya diketahui telah meninggal dunia di Arab Saudi.

Kematian perempuan tersebut diduga berkaitan dengan kasus kekerasan yang dilakukan oleh majikannya.

Kabar duka ini membuat keluarga di kampung halaman terpukul. Terlebih, informasi mengenai meninggalnya Watirih baru mereka terima setelah sekian lama kehilangan kontak dengannya.

Adik korban, Maghfuroh (29), menuturkan bahwa keluarganya sudah hampir dua tahun tidak dapat berkomunikasi dengan Watirih. Selama kurun waktu tersebut, tidak ada kabar maupun pesan yang diterima keluarga dari Arab Saudi.

Baca juga  Perceraian di Indramayu Rangking ke-4 Nasional, Selama 2022 Ada 7.771 Perkara Cerai Diputus Hakim

“Kami sudah lama tidak bisa berkomunikasi. Hampir dua tahun tidak ada kabar sama sekali, lalu tiba-tiba ada informasi kalau kakak saya sudah meninggal,” ujar Maghfuroh saat ditemui di rumah keluarganya, Minggu (8/3/2026).

Berdasarkan informasi yang diterima keluarga, dugaan sementara menyebut Watirih menjadi korban penganiayaan oleh majikannya. Meski demikian, penyebab pasti kematiannya masih menunggu hasil penyelidikan dari aparat berwenang di Arab Saudi.

Keluarga juga memperoleh kabar bahwa pihak kepolisian setempat telah menangani kasus tersebut. Bahkan, disebutkan ada seorang perempuan yang diduga merupakan majikan korban telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Kami dengar memang ada dugaan penganiayaan dan majikannya sudah jadi tersangka. Tapi untuk detail kasusnya kami belum mengetahui secara pasti,” kata Maghfuroh.

Baca juga  Forum Multi-Pihak Siap Perangi Perkawinan Anak di Indramayu

Selain itu, pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Arab Saudi juga disebut telah menjalin komunikasi dengan keluarga korban. Mereka meminta keluarga untuk bersabar karena proses hukum di sana masih berlangsung.

Watirih diketahui berangkat ke Arab Saudi untuk bekerja pada awal tahun 2022. Pada masa awal bekerja, ia masih sempat berkomunikasi dengan keluarga di Indramayu.

Namun setelah sekitar satu tahun, komunikasi itu tiba-tiba terhenti dan keluarga tidak lagi menerima kabar apa pun darinya.

“Dulu masih sering memberi kabar ke rumah. Tapi setelah setahun bekerja, komunikasi terputus dan kami tidak tahu lagi bagaimana keadaannya,” ungkap Maghfuroh.

Baca juga  Indramayu Jadi Percontohan Sekolah Rakyat, Anak Prasejahtera Kini Punya Harapan Baru!

Kabar duka akhirnya diterima keluarga pada 15 Februari 2026. Dari informasi yang mereka peroleh, Watirih meninggal dunia pada 9 Februari 2026 dan dimakamkan di Arab Saudi beberapa waktu kemudian.

Di tengah kesedihan yang mereka rasakan, keluarga berharap kasus tersebut dapat diusut secara transparan sehingga kebenaran mengenai kematian Watirih dapat terungkap.

“Kami sekeluarga sudah berusaha ikhlas jika itu memang takdir. Tapi kalau benar ada kekerasan, kami berharap pelakunya mendapat hukuman yang setimpal,” ujar Maghfuroh.

Watirih meninggalkan keluarga serta seorang anak yang selama ini menjadi alasan utamanya bekerja di luar negeri untuk membantu perekonomian keluarga. Kini keluarga hanya berharap keadilan dapat ditegakkan atas peristiwa yang menimpa perempuan asal Indramayu tersebut. (Waryadi)

Share :

Baca Juga

Terpopuler

Griya Aswaja Indramayu: Menjaga Tradisi NU dan Membangun Peradaban Keislaman

Terpopuler

SMSI Jawa Barat Rampungkan Program Kerja 2024, Optimis Sambut 2025

Terpopuler

Bupati Indramayu Jangan Lindungi Anak Buah, LBH Ghazanfar Bongkar Celah Korupsi Rp1,4 Miliar Dana PKBM

Indramayu

DPRD Indramayu Tak Terima Dituding Masuk Daftar Pengemplang Kredit Macet BPR Karya Remaja

Terpopuler

Video Viral Diduga Suara Cabup Nina Agustina dan Kasatpol PP Indramayu Ancam Kuwu

Daerah

Dedi Mulyadi Tegaskan Instruksi Presiden soal Sampah, Kepala Daerah Diminta Patuh

Pendidikan

TK Cendekia Bumi Patra Indramayu Raih Penghargaan TARA Paripurna Tingkat Nasional

Terpopuler

Wakil Bupati Indramayu Syaefudin Awali Tugas dengan Semangat dan Optimisme