Suaradermayu.com – Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBHNU) Kabupaten Indramayu melalui Ketua-nya, Dedi Buldani, melayangkan peringatan tegas kepada Sholihin, agar tidak menyeret nama Ketua PWNU Jawa Barat, KH Juhadi Muhammad, ke dalam pusaran konflik politik yang sedang berkembang di Indramayu.
Menurut Dedi, NU merupakan organisasi keagamaan yang independen dan tidak berpihak pada kepentingan politik praktis. Karena itu, setiap upaya yang mencoba mengaitkan nama tokoh struktural NU dalam dinamika politik lokal dianggap tidak etis dan berpotensi mencederai marwah organisasi.
“Kami dari LPBHNU Indramayu mengingatkan agar Saudara Sholihin tidak membawa-bawa nama Ketua PWNU Jabar, KH Juhadi Muhammad, ke dalam ranah konflik politik. NU bukan alat politik, dan siapapun tidak boleh menjadikan organisasi ini sebagai tameng atau kendaraan kepentingan tertentu,” tegas Dedi Buldani melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (18/10/2025).
Lebih lanjut, Dedi menegaskan bahwa LPBHNU akan mengambil langkah hukum apabila terdapat tindakan yang mencemarkan nama baik atau mencatut nama pengurus NU secara tidak bertanggung jawab.
“Kami mengedepankan tabayyun, tetapi jika tindakan semacam ini terus berlanjut, LPBHNU tidak segan untuk menempuh jalur hukum,” tambahnya.
LPBHNU Indramayu juga mengimbau seluruh warga Nahdliyin untuk menjaga ukhuwah dan tidak terprovokasi oleh isu politik yang dapat menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat.
Sebelumnya, Koordinator aksi “Pulangkan Bupati Lucky Hakim ke Cilacap”, Sholihin, menjadi sorotan publik setelah menyampaikan pernyataan kontroversial melalui unggahan video berdurasi sekitar satu menit yang beredar di media sosial.
Dalam video tersebut, Sholihin mengaku mendapat dukungan dari Ketua PWNU Jawa Barat, KH Juhadi Muhammad, untuk menggelar aksi demonstrasi yang berlangsung bertepatan dengan Hari Jadi Kabupaten Indramayu pada 7 Oktober 2025 lalu.
“Saya diskusi dengan beberapa tokoh termasuk H. Juhadi (Ketua PWNU Jabar). Dia mensuport full mendorong saya untuk bergerak mengkritisi Pak Bupati Lucky Hakim dengan aksi demonstrasi kemarin pas Hari Jadi Indramayu,” ujar Sholihin dalam video itu.
Lebih jauh, Sholihin juga menyinggung dugaan persengkokolan antara KH Juhadi dan Wakil Bupati Indramayu H. Syaefudin, yang disebutnya terjadi saat keduanya menjalankan ibadah umrah.
“Haji Juhadi pernah sempat ngobrol bahwa nanti untuk lebih jelasnya saya (H. Juhadi) mau umrah di sana dengan Pak Wakil Bupati Indramayu H. Syaefudin. Saya meyakini ada persengkokolan antara Pak H. Juhadi dan Pak H. Syaefudin di sana membahas pergerakan demo yang kami lakukan,” kata Sholihin.
Sholihin juga mengaku sempat mengunjungi kediaman KH Juhadi sepulang umrah, namun dilarang untuk datang.
“Pak H. Juhadi menyampaikan bahwa sebentar lagi ada Wakil Bupati Indramayu ke rumahnya. Nah, saya tambah yakin, persengkokolan apapun pasti akan terbuka cepat atau lambat,” tambahnya.
Hingga berita ini diterbitkan, Suaradermayu.com masih berupaya mengonfirmasi KH Juhadi Muhammad melalui pesan singkat dan panggilan telepon, namun belum mendapatkan tanggapan resmi. Sementara itu, Wakil Bupati Indramayu H. Syaefudin juga belum memberikan keterangan terkait pernyataan Sholihin tersebut. (Pahmi)

























