Home / Terpopuler / Hukum

Selasa, 24 Juni 2025 - 02:42 WIB

Nadiem Diperiksa Kejagung, Kasus Korupsi Chromebook Rp 9,9 Triliun Disorot

Mantan Mendikbudristek, Nadiem Makarim, dipanggil dan diperiksa oleh Kejaksaan Agung, Senin (23/6/2025).

Mantan Mendikbudristek, Nadiem Makarim, dipanggil dan diperiksa oleh Kejaksaan Agung, Senin (23/6/2025).

Suaradermayu.com – Kasus Korupsi Chromebook Rp 9,9 triliun di Kemendikbudristek terus menjadi sorotan publik. Dugaan permainan dalam pengadaan laptop berbasis Chromebook itu kini memasuki babak baru. Mantan Mendikbudristek, Nadiem Makarim, dipanggil dan diperiksa oleh Kejaksaan Agung, Senin (23/6/2025).

Pemanggilan Nadiem ini dilakukan setelah Kejagung resmi meningkatkan status kasus tersebut ke tahap penyidikan sejak 26 Mei 2025 lalu. Dugaan adanya pemufakatan jahat dalam pengadaan laptop untuk sekolah-sekolah di seluruh Indonesia menjadi fokus utama penyidik.

Dugaan Kasus Korupsi Chromebook Jadi Sorotan Kejagung

Kasus Korupsi Chromebook ini bermula saat pemerintah meluncurkan program digitalisasi pendidikan di tengah pandemi Covid-19. Untuk menunjang kegiatan belajar mengajar jarak jauh, Kemendikbudristek mengadakan pengadaan laptop berbasis Chromebook senilai Rp 9,9 triliun.

Baca juga  Sekolah Mengaku Dana Pendidikan Tidak Cukup? Uangnya Dikorupsi Oknum Pejabat Disdik Indramayu – Kepala Sekolah

Baca juga : Dugaan Korupsi Rp 353 Miliar di PDAM Indramayu, Kejaksaan Agung Mulai Bertindak 

Namun, pengadaan ini menuai polemik karena perangkat Chromebook dinilai tidak sesuai dengan kondisi Indonesia, terutama di daerah yang masih minim jaringan internet.

“Penggunaan Chromebook memerlukan koneksi internet yang stabil, sementara di banyak wilayah, akses internet masih menjadi kendala,” kata sumber di Kejagung.

Tiga Eks Stafsus Nadiem Ikut Terseret

Selain Nadiem, tiga eks staf khususnya turut diperiksa, yakni Fiona Handayani, Jurist Tan, dan Ibrahim Arief. Ketiganya sudah dipanggil penyidik, bahkan kediaman mereka sempat digeledah.

Baca juga  KPK Periksa Istri Politikus PDIP Ono Surono Soal Uang Suap Ijon Proyek

Baca juga : Kejaksaan Agung Catat Kerugian Negara Akibat Korupsi Capai Rp310,61 Triliun pada 2024

Fiona mengaku pernah membantu Nadiem saat masih menjabat sebagai menteri, namun mengaku belum ditanya spesifik soal pengadaan Chromebook. Sementara Ibrahim menegaskan dirinya bukan stafsus, melainkan konsultan yang hanya memberi masukan teknis terkait sistem operasi laptop.

Jurist Tan menjadi perhatian tersendiri karena sudah tiga kali mangkir dari panggilan penyidik. Kejagung mengaku tengah mempertimbangkan opsi jemput paksa terhadap Jurist yang diketahui berada di luar negeri sejak 4 Juni 2025.

Baca juga  Kejagung Tetapkan Dua Tersangka Baru Dugaan Korupsi di PT Pertamina Patra Niaga

Vendor dan Proses Pengadaan Dipertanyakan

Publik juga mempertanyakan proses pemilihan vendor dalam pengadaan Chromebook ini. Apakah Nadiem memiliki keterlibatan langsung atau tidak, menjadi fokus utama penyidik untuk mengungkap tuntas Kasus Korupsi Chromebook ini.

Baca jugaDuit Sitaan Kasus CPO Wilmar Menggunung! Kejagung Pamer Rp 2 Triliun, Total Rp 11,8 Triliun

Kejagung menegaskan, penyidikan akan terus berlanjut untuk memastikan tidak ada penyalahgunaan anggaran negara dalam proyek raksasa tersebut.

 

Share :

Baca Juga

Indramayu

Jaksa “Gatot” Bawa Ahli Digital ke Sidang Paoman, LBH Ghazanfar: Hancur Lebur Dakwaan Pembunuhan Berencana

Indramayu

Uji Lab CCTV Kasus Pembunuhan di Paoman Indramayu Hanya 3 Menit 59 Detik, LBH Ghazanfar: Dipotong-potong Seperti Kue Lapis

Terpopuler

Dedi Mulyadi Beberkan Skema Pengembalian Ijazah Siswa yang Ditahan

Terpopuler

Berapa Hukuman Penjara Pelaku Perdagangan Orang atau Manusia?

Kriminalitas

Bayi 10 Bulan Ditenggelamkan ke Bak Mandi dalam Kasus Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu

Pendidikan

Viral Siswi SMK Muhammadiyah Kandanghaur Akhirnya Bisa Ikut Ujian Setelah Bebas Biaya

Indramayu

Penyidik Akan Jemput Paksa: Erpandi Alias Bayu Diduga Kabur Setelah Dua Kali Mangkir

Terpopuler

Fakta Mengejutkan! Polisi Terseret Dugaan Fee Rp16 Miliar Proyek Bekasi