Home / Daerah / Indramayu / Sorotan / Terpopuler

Kamis, 28 Mei 2026 - 07:03 WIB

Dedi Mulyadi Jadi Bingung Usai Bertemu Pemilik Pajero Hitam Plat KT: Aman Yani Ada atau Hilang?

Kolase Foto : Tangkapan layar YouTube, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Sri Wahyu (Kiri) Mobil Pajero Hitam plat nomor KT (Kanan)

Kolase Foto : Tangkapan layar YouTube, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Sri Wahyu (Kiri) Mobil Pajero Hitam plat nomor KT (Kanan)

Suaradermayu.com – Polemik mobil Pajero berwarna hitam dengan plat nomor KT menjadi pergunjingan di media sosial yang dikaitkan dengan sosok Aman Yani.

Sosok Aman Yani merupakan sosok misterius yang disebut-sebut diduga sebagai otak pembunuhan satu keluarga di Kelurahan Paoman, Kabupaten Indramayu.

Dedi Mulyadi pun akhirnya mengundang pemilik mobil Pajero hitam berplat KT tersebut, Sri Wahyu.

Didampingi kuasa hukumnya, Ruslandi, Sri Wahyu menemui pemimpin Jawa Barat itu di Lembur Pakuan.

Di kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, dengan judul “Ini Penjelasan Pemilik Mobil Pajero Warna Hitam Bernomor KT – Disangka Aman Yani”. Sumber link : https://youtu.be/dMDr_4l_oRw?si=_azIot7pWedgE4qK

Di video YouTube itu, Sri Wahyu menjelaskan kepada Dedi Mulyadi bahwa mobil Pajero hitam plat KT merupakan miliknya yang dibeli pada bulan Maret 2026.

“Pas malam takbiran (Lebaran) aja,” kata Sri Wahyu.

Menurut Sri Wahyu, ia mengaku mobil Pajero hitam itu sering terparkir di depan rumah Ahmad Yasin. Ia beralasan karena rumah orang tuanya bersebelahan dengan rumah Ahmad Yasin. Sri Wahyu menyebut bahwa Ahmad Yasin itu merupakan ayah kandung Aman Yani.

“Rumah ibu saya itu masuk ke gang kecil, jadi tidak ada tempat parkiran. Makanya saya kaget kenapa saya kebawa-bawa,” katanya.

Di samping itu, Sri Wahyu menegaskan ia kerap bolak-balik ke rumah orang tuanya dan mobil Pajero hitam itu terparkir di depan rumah ayah kandung Aman Yani karena menengok orang tuanya.

“Akhir-akhir ini kebetulan ibu saya keluar masuk rumah sakit, jadi operasional, sering bolak-balik,” jelas Sri Wahyu.

Dedi Mulyadi menanyakan kepada Sri Wahyu terkait surat tanda nomor kendaraan (STNK) mobil Pajero hitam tersebut. Dedi selain ingin mengetahui kepemilikan yang terdaftar di STNK, ia juga berjanji akan membantu Sri Wahyu mutasi plat nomor kendaraan dari Kalimantan ke Indramayu.

“Ini (STNK) atas nama Heryanto, ini siapa?” tanya Dedi ke Sri Wahyu.

“Itu pemilik pertama pak,” jawab Sri Wahyu.

“Bapak sekarang dampingi dia?” tanya Dedi ke Ruslandi.

“Iya pak, dampingi Ibu Ayu,” jawab Ruslandi.

Ruslandi bercerita awal dia mendampingi Sri Wahyu berawal adanya postingan mobil Pajero hitam berplat KT dikaitkan dengan Aman Yani kemudian viral di media sosial.

Baca juga  Jelang FGD, SMSI Indramayu Tegaskan Media Siber Harus Jadi Motor Pembangunan Daerah

“Keluarga Pak Aman Yani, WA saya. ‘Itu mobil keluarga kita pak, kok diposting-posting seperti itu ya’, oh ya sudah saya harus nih bu untuk meyakinkan,” jelas Ruslandi.

Kemudian Ruslandi mengaku langsung menuju ke kediaman Sri Wahyu, mengonfirmasi terkait kepemilikan mobil Pajero hitam plat KT tersebut.

“Dan memang itu mobil beliau (Sri Wahyu), karena ini juga cucunya Ahmad Yasin dari ayahnya Pak Aman Yani,” jelas Ruslandi.

Sri Wahyu mengaku dia mempunyai kekerabatan sangat dekat dengan Aman Yani dari garis orang tuanya.

“Pak Aman Yani itu kakak ibu saya, jadi uwa saya,” jelasnya.

Saat disinggung oleh Dedi Mulyadi kapan dia terakhir kali bertemu dengan Aman Yani, Sri Wahyu menjawab sejak masih kecil.

“Sejak masih sekolah dasar (SD) pas Lebaran (ketemu Aman Yani),” katanya.

Dedi mengingatkan bahwa Aman Yani sejak tidak diketahui keberadaannya sejak 2016 hingga 2026.

“Berarti 10 tahun ya. Ibu usianya berapa?” tanya Dedi.

“Usia saya 33 tahun. Sejak SD saya terakhir ketemu Pak Aman Yani, jarang ketemu karena tidak dekat sih pak,” katanya.

Sri Wahyu mengungkapkan pihaknya merasa terganggu dengan ucapan Egga, anak kandung Aman Yani, yang menyebut adanya mobil Pajero hitam berplat nomor KT.

“Egga ngomong itu melihat terakhir kali melihat mobil Pajero April, itu waktu tanggal 15 Mei juga saya masih ke rumah ibu saya,” ujarnya.

Di sela-sela pembicaraan, Dedi Mulyadi mengaku sedikit kebingungan terkait Aman Yani masih ada atau sudah tidak ada.

“Dari sisi personaliti saya juga agak bingung ya, satu sisi Ririn mengetahui betul bahwa Pak Aman Yani masih ada sampai hari ini, bahkan menjadi otak pembunuhan, Ririn bertemu (Aman Yani), kemudian membuat kuasa ke Pak Khotib mengambil dana pensiun, ketemu (Aman Yani) gitu,” kata Dedi Mulyadi.

Lanjut Dedi, dari sisi yang lain keluarga inti atau eks istri Aman Yani melaporkan ke pengadilan penetapan bahwa Aman Yani hilang.

“Pernah dengar enggak, sejak Pak Aman Yani itu pergi Ririn itu suka ke rumahnya (Aman Yani),” tanya Dedi ke Sri Wahyu.

“Enggak pak. Soalnya saya sejak menikah tinggalnya jauh,” jawab Sri Wahyu.

Baca juga  Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Indramayu Gelar Rapat Bahas Agenda Pasca Pilkada

“Nanti saya ke tetangga-tetangganya, sejak 2016, Ririn itu sering ketemu tidak dengan keluarga Pak Aman Yani,” ucap Dedi.

Sri Wahyu menegaskan kembali mobil Pajero hitam itu tidak pernah digunakan Aman Yani. Ia juga menegaskan mobil Pajero hitam itu sering terparkir di depan rumah Ahmad Yasin karena rumah ibunya bersebelahan dengan ayah kandung Aman Yani tersebut.

Pada Kamis, 21 Mei 2026, mantan istri Aman Yani, Saminah, serta anak kandung Aman Yani, Egga Ayu Aryani, memenuhi panggilan Satreskrim Polres Indramayu untuk dimintai keterangan terkait perkara keberadaan Aman Yani.

Salah satu hal yang disampaikan kepada penyidik yakni pengakuan anak kandung Aman Yani, Egga Ayu Aryani, yang menyebut banyak informasi mengenai keberadaan Aman Yani diterima dirinya dan sang ibu, Saminah. Salah satunya, Aman Yani disebut masih terlihat berada di wilayah Indramayu.

“Jadi sebenarnya banyak tetangga laporan ke mama, bilang melihat si papa ini, sebut saja Aman Yani yang datang ke rumah orang tuanya, tapi memakai jaket, kacamata, masker dan topi. Jadi kayak tertutup gitu,” jelas Egga, didampingi kuasa hukumnya, Toni RM, di depan ruangan Satreskrim Polres Indramayu, Kamis (21/5/2026) malam.

Meski demikian, Egga menegaskan para tetangga yang memberikan informasi kepada pihak keluarga mengaku sering melihat Aman Yani, namun keberatan menjadi saksi dalam perkara tersebut karena tidak ingin terlibat lebih jauh.

“Tapi informasi ini sampai ya, itu tahun berapa?” tanya Toni.

“Ya pokoknya sering (melihat Aman Yani), sampai tahun 2025 juga masih ada,” jawab Egga.

Egga juga mengaku telah menyampaikan kepada penyidik Satreskrim Polres Indramayu bahwa dirinya pernah melihat mobil Pajero hitam berada terparkir di seberang rumah kakeknya, Ahmad Yasin.

“Terakhir aku melihat mobil Pajero warna hitam plat nomornya itu KT,” ungkap Egga.

“Parkirnya diseberang rumah Made Yasin (panggilan Egga ke Ahmad Yasin), itu bapaknya Pak Aman Yani,” lanjutnya.

Egga mengatakan dirinya beberapa kali melihat mobil Pajero tersebut, mulai sore hingga malam hari.

“Sering kali melihat lima kali lebih,” ucapnya.

Ia kemudian mencocokkan temuannya dengan rekaman video kuasa hukumnya, Toni RM, yang sempat viral. Dalam video tersebut, Toni RM menyebut Ririn bertemu dengan Aman Yani menggunakan mobil Pajero hitam di kawasan Kuliner Cimanuk pada 26 Agustus 2025.

Baca juga  Air PDAM Indramayu Keruh, Warga Krangkeng Resah

“Setelah video viral itu tersebar sampai sekarang aku sudah tidak melihat lagi (mobil Pajero hitam),” jelasnya.

Salah satu keterangan yang menyebut Aman Yani masih hidup dan pernah bertemu dengan terdakwa Ririn Rifanto sebelum terjadinya pembunuhan juga muncul dalam perkara tersebut. Ririn menjelaskan kepada penasihat hukumnya, Toni RM, bahwa dirinya pernah bertemu Aman Yani pada 24 Agustus 2025 di kawasan Kuliner Cimanuk, Indramayu. Pertemuan itu disebut terjadi tepat empat hari sebelum tragedi pembunuhan satu keluarga di Paoman pada 28 Agustus 2025.

Dalam pengakuannya, Ririn menyebut Aman Yani meninggalkan dirinya bersama Priyo menggunakan mobil Pajero hitam yang di dalamnya terdapat seorang perempuan. Meski demikian, Ririn tidak menyebutkan plat nomor kendaraan tersebut kepada Toni RM.

Kemudian pengacara Ahmad Khotibul Umam di hadapan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan mengurus dana pensiun Aman Yani bersama Ririn Rifanto.

Dana pensiun itu untuk membayar hutang Aman Yani kepada dirinya. Dan Ririn mengaku hal itu hasil komunikasi dengan Aman Yani yang berada di Kalimantan.

Sementara itu, Redaksi Suaradermayu.com mencari informasi dari sumber resmi bahwa kode plat nomor kendaraan KT diketahui berasal dari wilayah Kalimantan Timur. Kode polisi tersebut digunakan untuk kendaraan bermotor yang terdaftar di sejumlah kota dan kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur. Adapun cakupan wilayah pengguna plat nomor KT meliputi Balikpapan, Samarinda, Bontang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kabupaten Kutai Timur, Kabupaten Berau, Kabupaten Kutai Barat, Kabupaten Mahakam Ulu, Kabupaten Paser, serta Kabupaten Penajam Paser Utara. Plat nomor KT menjadi identitas kendaraan yang berasal dari wilayah administrasi Kalimantan Timur dan umum dijumpai pada kendaraan pribadi maupun kendaraan operasional yang terdaftar di daerah tersebut.

Satreskrim Polres Indramayu saat ini diketahui tengah melakukan penyelidikan terkait keberadaan Aman Yani berdasarkan dua laporan yang masuk, yakni laporan dari pengacara Ruslandi serta laporan dari pihak Bank BJB yang sebelumnya dilaporkan di Polda Jabar dan kemudian dilimpahkan ke Polres Indramayu. (Red/Faisal)

Share :

Baca Juga

Terpopuler

PDIP Indramayu Cari Kandidat Pendamping Nina Agustina untuk Pilkada 2024

Terpopuler

Viral Sidang Hotman Paris vs. Razman Nasution Ricuh, Kuasa Hukum Naik ke Meja Persidangan

Terpopuler

Dulu Hidup di Tenda Robek, Kini Heri Sujati Tinggal di Rumah Baru Berkat BAZNAS Indramayu!

Indramayu

PDIP Indramayu Tolak Kosongkan Kantor: SK Bupati Berlaku Sah Hingga 2027

Terpopuler

Ade Syaekudin Sampaikan Harapan kepada Bupati dan Wakil Bupati Indramayu, Optimalisasi SDM dan Sinergitas

Terpopuler

Mengejutkan! Kemenkes Larang Penjualan Obat Sirup di Apotek, Ini Alasannya

Terpopuler

Jelang Pilkada Indramayu 2024, Partai Golkar, Demokrat dan Gerindra Bentuk Koalisi

Indramayu

APBD Perubahan Indramayu 2022 Disepakati, Anggaran Motor Kuwu Dihapus, BLT BBM Dialokasikan