Home / Daerah

Sabtu, 24 Mei 2025 - 09:21 WIB

Dedi Mulyadi Tolak Hentikan Program Panca Waluya Meski Dikritik, Ada Apa di Baliknya?

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berpidato dihadapan Anggota DPRD Jawa Barat, Kamis (22/5/2025)

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berpidato dihadapan Anggota DPRD Jawa Barat, Kamis (22/5/2025)

Suaradermayu.com – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dengan tegas menyatakan tidak akan menghentikan Program Pendidikan Berkarakter Bela Negara, yang dikenal dengan nama Panca Waluya, meskipun mendapat desakan dari sejumlah pihak untuk menyudahi program tersebut. Pernyataan ini ia sampaikan secara terbuka dalam sidang bersama DPRD Jawa Barat di Gedung DPRD, Kamis malam (22/5/2025).

Baca Juga : Pidato Dedi Mulyadi Dinilai Abaikan Peran Pesantren, DPRD Jabar: Jangan Lupakan Amanat Leluhur!

Menurut Dedi, Panca Waluya telah memberikan dampak positif dan nyata bagi para remaja bermasalah di Jawa Barat. Ia menyebut, efektivitas program tersebut terlihat langsung di tengah masyarakat, khususnya dalam pembentukan karakter dan disiplin para peserta didik yang sebelumnya teridentifikasi sebagai pelanggar aturan sekolah.

“Ada yang merekomendasikan menghentikan, saya tidak akan menghentikan. Program ini efektif dan hasilnya bisa dilihat secara terbuka,” tegas Dedi Mulyadi dalam pernyataannya.

Baca juga  Gara-gara Bohongi Masyarakat dan Lakukan Pelanggaran Berat, Ratusan Pendamping PKH Diberhentikan Kemensos!

Program ini dilaksanakan di Dodik Bela Negara Rindam III Siliwangi, yang berlokasi di Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Pesertanya adalah para siswa yang dinilai memiliki catatan pelanggaran tata tertib sekolah atau menunjukkan perilaku menyimpang. Dalam gelombang terakhir, tercatat sebanyak 273 siswa ikut serta.

Baca Juga : Siswa Nakal di Jabar Bakal Masuk Barak Militer, Ini Kata Gubernur Dedi Mulyadi

Dedi menegaskan bahwa pendekatan dalam Panca Waluya bukan hanya fokus pada kedisiplinan, tetapi juga menyentuh aspek kemanusiaan dan kesehatan mental peserta. Untuk memperkuat aspek tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menambah jumlah tenaga pendamping profesional, termasuk dari kalangan psikolog.

“Tenaga psikolognya kami tambah. Sekarang kami melibatkan 600 psikolog yang akan mendampingi anak-anak,” ungkapnya.

Langkah ini, menurut Dedi, adalah bagian dari komitmen Pemprov Jabar dalam memastikan program berjalan secara menyeluruh, adil, dan profesional. Evaluasi berkala pun terus dilakukan, mencakup kurikulum, fasilitas, pendekatan psikologis, hingga metode pelatihan yang lebih humanis.

Baca juga  Bupati Lucky Hakim Dukung Pembangunan Mess Kejari Indramayu

Program Panca Waluya tak luput dari kritik. Beberapa pihak menyoroti kondisi fasilitas tidur, modul pendidikan yang dinilai kurang lengkap, hingga pendekatan pelatihan yang disebut-sebut belum sepenuhnya ramah anak. Kritik ini, kata Dedi, dijadikan bahan evaluasi agar program menjadi lebih baik dan mampu menjawab tantangan zaman.

Baca Juga : Dedi Mulyadi Dilaporkan ke Bareskrim karena Kirim Anak ke Barak

Namun, isu yang paling menyedot perhatian publik adalah terkait anggaran program sebesar Rp 6 miliar. Banyak pihak mempertanyakan transparansi dan efektivitas penggunaan dana sebesar itu. Terkait hal ini, Dedi menjelaskan bahwa dana tersebut bukan hanya dialokasikan untuk satu gelombang pelaksanaan, melainkan untuk seluruh rangkaian kegiatan Panca Waluya yang akan berlangsung sepanjang tahun.

“Anggaran itu bukan hanya untuk pelaksanaan kemarin, tapi juga untuk angkatan berikutnya. Ini program berkesinambungan,” ujar Dedi menepis isu pemborosan anggaran.

Baca juga  SMSI Indramayu Gelar Rapat Kerja Tahunan di Jakarta, Kawal Visi Indramayu Reang

 

Ia pun menambahkan bahwa setiap rupiah dari anggaran tersebut direncanakan secara terukur, melibatkan tim pengawas, dan akan dilaporkan secara terbuka untuk menjaga akuntabilitas publik.

Di akhir pernyataannya, Dedi menyatakan bahwa Program Panca Waluya akan terus disempurnakan agar mampu menjadi model pendidikan karakter unggulan di Indonesia. Tujuan akhirnya adalah mencetak generasi muda yang tidak hanya disiplin, tapi juga kuat secara mental, emosional, dan bermoral tinggi.

“Program ini tidak hanya melatih disiplin, tapi juga memperkuat nilai moral dan sosial para peserta didik. Kita sedang membentuk masa depan bangsa,” tutupnya.

Baca Juga Gubernur Dedi Mulyadi Tegas Larang Rapat di Hotel Meski Mendagri Izinkan

Meski menuai kritik, keputusan Dedi Mulyadi untuk melanjutkan Panca Waluya menunjukkan komitmennya terhadap reformasi pendidikan berbasis karakter. Waktu yang akan menjawab seberapa jauh program ini mampu menjadi solusi permanen bagi pembinaan remaja bermasalah di Jawa Barat.

 

Share :

Baca Juga

Daerah

Bank BJB Laporkan Aman Yani ke Polisi: Dana Pensiun Masih Cair Tiap Bulan

Daerah

Ultimatum Dedi Mulyadi ke Kepala Daerah: Abaikan Infrastruktur Desa, RAPBD Tidak Ditandatangani

Daerah

Polda Jabar Telusuri Konten Resbob yang Dinilai Menyinggung Warga Sunda dan Viking Persib

Daerah

Dedi Mulyadi Perpanjang Pengampunan Pajak Kendaraan di Jabar, Catat Batas Waktunya!

Daerah

Advokat Toni RM Raih Penghargaan Tokoh Advokat Muda Inspiratif dari IJTI Cirebon Raya

Daerah

Gebrakan Dedi Mulyadi: Gubernur Jabar Larang Study Tour hingga Hapus PR Sekolah

Daerah

Polis Tangkap YouTuber Resbob, Terkait Ujaran Kebencian, Ancaman Penjara 6 Tahun

Daerah

P2G Tolak Masuk Sekolah Jam 6 Pagi: Bahaya Kesehatan dan Pendidikan Siswa!