Home / Daerah

Kamis, 5 Juni 2025 - 10:40 WIB

Dedi Mulyadi Hapus PR, Siswa Wajib Masuk Sekolah Pagi!

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi

Suaradermayu.com – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kembali mengeluarkan kebijakan kontroversial di bidang pendidikan. Mulai tahun ajaran 2025/2026, Pemerintah Provinsi Jawa Barat secara resmi akan hapus PR (pekerjaan rumah) bagi siswa, dan memberlakukan jam masuk sekolah lebih awal, yakni pukul 06.30 WIB.

Baca Juga : Gebrakan Dedi Mulyadi: Gubernur Jabar Larang Study Tour hingga Hapus PR Sekolah

Dalam keterangannya pada Rabu (4/6/2025), Dedi menjelaskan bahwa langkah ini adalah bagian dari penyesuaian terhadap aturan jam malam bagi pelajar yang telah lebih dulu diberlakukan. Dalam aturan tersebut, pelajar dilarang beraktivitas di luar rumah antara pukul 21.00 WIB hingga 04.00 WIB tanpa pendampingan orang tua atau alasan yang mendesak.

Baca juga  Terbongkar! Modus “Wali” di Ponpes Pati, Oknum Kiai Diduga Lecehkan Puluhan Santriwati

“Karena anak tidak boleh keluar rumah lebih dari jam 9 malam, maka tugas sekolah pun tidak boleh dibawa pulang. Semua kegiatan pembelajaran harus selesai di sekolah,” tegas Dedi.

Dedi menyatakan bahwa tujuan utama kebijakan hapus PR adalah untuk mengembalikan fungsi rumah sebagai tempat istirahat dan pembinaan karakter. Ia ingin agar anak-anak bisa menikmati waktu berkualitas di rumah tanpa tekanan tugas sekolah yang menumpuk.

Baca Juga : Dedi Mulyadi Realokasikan Anggaran Rp5 Triliun: Fokus Bangun Kelas Baru dan Listrik untuk Warga Jabar

“Di rumah, anak-anak seharusnya bisa rileks, membaca buku, berolahraga, dan membantu orang tua. PR justru mengganggu keseimbangan itu,” katanya.

Menurut Dedi, memajukan jam masuk sekolah menjadi 06.30 WIB sejalan dengan jam tidur siswa yang kini harus lebih awal akibat jam malam. Ia meyakini bahwa pagi hari adalah waktu terbaik untuk memulai kegiatan belajar karena kondisi fisik dan psikis siswa masih segar.

Baca juga  Waspada! Begal Sadis Berkeliaran di Indramayu

“Dengan anak-anak tidur pukul 9 malam, mereka akan bangun lebih awal. Maka, jam masuk 06.30 sangat ideal untuk memulai pelajaran,” ujarnya.

Sejumlah orang tua menyambut baik keputusan ini, terutama penghapusan PR yang selama ini dianggap membebani keluarga. Tak sedikit yang mengeluhkan bahwa pekerjaan rumah justru dikerjakan oleh orang tua, bukan anak.

“Ada ironi yang sudah lama terjadi. Gurunya memberi PR, tapi yang ngerjain justru orang tuanya,” sindir Dedi.

Namun, kebijakan ini juga menuai kritik dari sebagian kalangan pendidik yang menilai bahwa PR masih dibutuhkan untuk memperkuat pemahaman siswa di luar jam pelajaran.

Baca juga  Refleksi Harlah NU, Ketua PCNU Indramayu KH Muhammad Mustofa Ajak Nahdliyin Perkuat Khidmah dan Persatuan

Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan mulai mensosialisasikan kebijakan ini ke seluruh satuan pendidikan, dari SD hingga SMA. Surat edaran resmi akan diterbitkan dalam waktu dekat, dan evaluasi berkala akan dilakukan untuk mengukur efektivitas kebijakan ini.

Baca Juga : Heboh! Siswa Nakal di Jabar Bakal Masuk Barak Militer, Ini Kata Gubernur Dedi Mulyadi

Kebijakan hapus PR dan pemberlakuan jam masuk sekolah pukul 06.30 WIB merupakan langkah berani Gubernur Dedi Mulyadi dalam mengubah sistem pendidikan di Jawa Barat. Meski menuai pro dan kontra, kebijakan ini berangkat dari semangat untuk mengembalikan keseimbangan hidup anak antara sekolah dan rumah.

Share :

Baca Juga

Daerah

Polda Jabar Telusuri Konten Resbob yang Dinilai Menyinggung Warga Sunda dan Viking Persib

Daerah

Dedi Mulyadi Bantu Bocah SD Indramayu yang Digugat Kakek-Nenek Kandung
Pengacara ternama Toni RM dampingi klien mengawal Laporan dugaan Penggelapan Rp5,6 M di LPK Himawari, di Polda Jatim

Daerah

Toni RM Kawal Laporan Penggelapan Rp5,6 M di LPK Himawari, Polda Jatim Bakal Naikkan Tahap Penyidikan

Kriminalitas

KPK Tetapkan Tersangka Bupati Rejang Lebong, Diduga Minta “Jatah” Proyek hingga 15 Persen

Daerah

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Tegas: Tidak Ada Maaf untuk Oknum Dishub yang Potong Dana Sopir Angkot

Daerah

VIRAL! Bocah SD di NTT Akhiri Hidup karena Buku dan Pulpen

Sorotan

Ono Surono Saksikan Langsung KPK Geledah Rumahnya Terkait Kasus Suap Proyek Bekasi

Daerah

Kala Oknum Militer Kasar ke Warga Sipil: Toni RM Turun Tangan, Kopka Nuraji Minta Damai