Home / Hukum / Terpopuler

Sabtu, 31 Januari 2026 - 04:33 WIB

Toni RM: Tanpa Ada Laporan Korban, Penyidik Militer Tetap Wajib Usut Dugaan Pidana

Kolase Pengacara kondang Toni RM (kiri) dan Suderajat (49), dituding menjual es berbahan spons oleh Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa, Aiptu Ikhwan Mulyadi, bersama seorang oknum TNI bernama Heri.

Kolase Pengacara kondang Toni RM (kiri) dan Suderajat (49), dituding menjual es berbahan spons oleh Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa, Aiptu Ikhwan Mulyadi, bersama seorang oknum TNI bernama Heri.

Suaradermayu.com – Penahanan disiplin selama 21 hari terhadap oknum Babinsa yang terlibat dalam kasus dugaan kekerasan terhadap pedagang es bernama Suderajat dinilai belum cukup jika tidak diikuti dengan proses hukum pidana.

Baca Juga : Pengacara Toni RM Murka: Aparat Tak Punya Kompetensi, Jangan Main Hakim terhadap Pedagang Es

Praktisi hukum Toni RM menegaskan, penyidik militer tetap berkewajiban melakukan penyidikan meskipun korban tidak membuat laporan resmi.

Toni mengungkapkan, penjelasan tersebut ia sampaikan sebagai respons atas keluhan dan pertanyaan masyarakat yang berkembang luas. Banyak pihak mempertanyakan mengapa oknum TNI tersebut tidak langsung ditahan di rumah tahanan umum serta belum dijatuhi sanksi pemecatan dari dinas militer.

Menurut Toni, kebingungan publik tersebut wajar terjadi, namun perlu dipahami bahwa mekanisme hukum di lingkungan militer memiliki tahapan tersendiri yang diatur secara tegas dalam undang-undang.

Baca Juga : Toni RM Laporkan Oknum Penyidik Polres Kutai Timur ke Mabes Polri atas Dugaan Rekayasa Barang Bukti

“Penyidikan tetap bisa dan wajib dilakukan sesuai Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1997 tentang Peradilan Militer, meskipun tidak ada laporan dari pihak korban,” ujar Toni RM, Jumat (29/1/2026).

Baca juga  Menkum Supratman: Ormas yang Bikin Onar Terancam Dibekukan Badan Hukumnya

Ia merujuk pada Pasal 99 ayat (1) UU Nomor 31 Tahun 1997 yang menyatakan bahwa penyidik yang mengetahui, menerima laporan, atau pengaduan tentang terjadinya suatu peristiwa yang patut diduga sebagai tindak pidana, wajib segera melakukan penyidikan yang diperlukan.

“Tertulis jelas, penyidik yang mengetahui adanya dugaan tindak pidana wajib segera melakukan penyidikan. Kata ‘wajib’ ini berarti harus dilakukan, bukan pilihan,” tegasnya.

Toni menjelaskan, pasal tersebut mengatur dua kondisi dalam pelaksanaan penyidikan. Kondisi pertama, ketika penyidik mengetahui sendiri adanya dugaan tindak pidana, baik dari pemberitaan media, media sosial, maupun informasi yang berkembang di tengah masyarakat.

Baca Juga : Toni RM: Suami Korban Jambret Jadi Tersangka, Kapolresta Sleman Pakai Otak Gak?

“Jadi meskipun tidak ada laporan dari korban, ketika penyidik TNI mengetahui ada dugaan peristiwa pidana, maka penyidikan harus dilakukan,” jelasnya.

Kondisi kedua adalah ketika penyidik menerima laporan atau pengaduan dari masyarakat. Dalam situasi tersebut, penyidik juga wajib menindaklanjuti laporan atau pengaduan tersebut sesuai prosedur hukum.

Baca juga  Usut Uang “Pengamanan” , KPK Periksa Ketua Pemuda Pancasila Japto Soerjosoemarno

Lebih lanjut, Toni juga mengutip Pasal 99 ayat (3) UU Peradilan Militer yang menegaskan bahwa penyidik yang mengetahui atau menerima laporan dugaan tindak pidana wajib melakukan penyidikan dan melaporkan hasilnya kepada atasan yang berhak menghukum tersangka.

“Artinya, meskipun Pak Suderajat tidak melapor atau mengadu, penyidik militer tetap wajib melakukan penyidikan dan melaporkan hasilnya. Ini perintah undang-undang,” ujarnya.

Baca Juga : Awas Penipuan! Nama Pengacara Kondang Toni RM Dicatut, Pelaku Minta Transfer Uang

Menurut Toni, apabila penyidik TNI tidak melakukan penyidikan terhadap oknum TNI yang telah menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat, maka akan muncul persepsi publik bahwa pimpinan diduga melindungi anak buahnya.

“Kalau tidak ditindaklanjuti, persepsi publik bisa mengarah ke sana. Tapi jika dilakukan penyidikan pidana secara terbuka dan profesional, maka persepsi tersebut akan terpatahkan dengan sendirinya,” kata Toni.

Dalam pandangannya, terdapat sejumlah dugaan tindak pidana yang patut didalami dalam kasus yang menimpa Suderajat. Pertama, dugaan perbuatan tidak menyenangkan berupa intimidasi dan pemaksaan.

Baca juga  PKSPD : Bupati Indramayu Harus Bertanggung Jawab Soal BPR Karya Remaja

“Korban dipaksa memakan es yang dituduhkan sebagai es spons. Itu jelas bentuk pemaksaan,” katanya.

Baca Juga : Toni RM Bongkar Pertamina Belum Kantongi Izin dan Persiapan Matang untuk Penutupan Jalan

Kedua, adanya tuduhan bahwa es yang dijual Suderajat mengandung bahan spons. Padahal, hasil pemeriksaan laboratorium menyatakan dagangan tersebut aman untuk dikonsumsi.

“Tuduhan yang tidak terbukti itu masuk dalam kategori pidana,” ujar Toni.

Selain itu, terdapat pula dugaan tindak pidana penganiayaan berdasarkan pengakuan Suderajat yang terekam dalam video dan telah beredar luas di masyarakat.

“Korban mengaku ditonjok, ditendang, bahkan es dilempar ke wajahnya. Pengakuan ini tidak boleh diabaikan dan harus didalami secara serius,” tegasnya.

Dengan adanya pengakuan tersebut, Toni menilai penyidik militer seharusnya bersikap proaktif melakukan penyelidikan dan penyidikan secara menyeluruh hingga tuntas.

“Meski korban tidak membuat laporan, penyidik militer tetap harus turun tangan. Dasarnya jelas, Pasal 99 ayat (1) dan ayat (3) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1997 tentang Peradilan Militer,” pungkasnya. (Pahmi)

 

Share :

Baca Juga

Terpopuler

Pahlawan Devisa Depresi Bertahun-tahun, Gubernur Jabar Turun Tangan, Bupati Indramayu Ke Mana?

Terpopuler

Lucky Hakim: Saya Bisa Dipenjara Jika Menghalangi Program PSN Revitalisasi Tambak

Terpopuler

Yayasan Griya Aswaja Indramayu Berbagi Kebahagiaan dengan Hewan Kurban Idul Adha 1445 H

Indramayu

Dudung Badrun Sebut Kesalahan Bupati Indramayu Umumkan Masalah BPR KR ke Publik

Terpopuler

Khawatir Dipecat, Kepala SMAN 13 Kota Depok Kembalikan Uang Perpisahan Siswa

Indramayu

Toni RM Beberkan Bukti di Hadapan Majelis Hakim: Mengungkap Aktor di Balik Pembunuhan Satu Keluarga Indramayu

Hukum

AMAKI Desak KPK Segera Tetapkan Ono Surono sebagai Tersangka Dugaan Korupsi

Terpopuler

Kesal Uangnya Tak Bisa Diambil, Nasabah BPR Karya Remaja Ramai-ramai Datangi DPRD Indramayu