Home / Terpopuler / Sorotan

Kamis, 29 Januari 2026 - 03:05 WIB

Pengacara Toni RM Murka: Aparat Tak Punya Kompetensi, Jangan Main Hakim terhadap Pedagang Es

Kolase Pengacara kondang Toni RM (kiri) dan Suderajat (49), dituding menjual es berbahan spons oleh Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa, Aiptu Ikhwan Mulyadi, bersama seorang oknum TNI bernama Heri.

Kolase Pengacara kondang Toni RM (kiri) dan Suderajat (49), dituding menjual es berbahan spons oleh Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa, Aiptu Ikhwan Mulyadi, bersama seorang oknum TNI bernama Heri.

Suaradermayu.com – Polemik penuduhan pedagang es gabus di Kemayoran terus menuai reaksi keras. Kali ini, kritik tajam datang dari pengacara kondang Toni RM yang menilai tindakan oknum aparat dalam kasus tersebut sebagai bentuk arogansi kekuasaan dan pelanggaran prosedur.

Menurut Toni RM, aparat tidak memiliki kompetensi untuk secara sepihak menilai makanan berbahaya atau tidak, apalagi sampai menuding dagangan warga kecil terbuat dari bahan spons tanpa dasar uji ilmiah.

“Kalau tidak punya kompetensi menguji makanan, jangan menuduh. Itu bukan kewenangan Anda,” tegas Toni RM dalam pernyataannya yang ramai dibagikan di media sosial.

Ia menyoroti tindakan aparat yang bukan hanya menuding, tetapi juga diduga mengintimidasi pedagang es dengan cara-cara yang tidak manusiawi. Salah satunya, memaksa penjual es memakan ampas es yang telah diremas menggunakan tangan aparat di lokasi kejadian.

Baca juga  PPATS Kecamatan Balongan Digugat, Akta Jual Beli Diduga Cacat Hukum!

“Bayangkan kalau keluarga Anda diperlakukan seperti itu. Kalau keluarga Anda tidak ada yang jualan keliling dan hidupnya mapan, justru Anda harus bersyukur, bukan memperlakukan orang kecil dengan semena-mena,” ujar Toni RM.

Lebih lanjut, Toni menegaskan bahwa dalam menerima laporan masyarakat, aparat seharusnya bertindak sesuai prosedur hukum, bukan mengambil kesimpulan sendiri di tempat kejadian perkara (TKP).

“Kalau ada laporan dugaan tindak pidana, tugas aparat itu mengamankan, mengumpulkan barang bukti, lalu menyerahkan pengujian kepada pihak yang berwenang dan kompeten. Bukan memutuskan sendiri di lapangan dan bertindak seperti hakim,” katanya.

Baca juga  Bupati Lucky Hakim Jelaskan Pembongkaran Tulisan Puspawangi di Alun-Alun Indramayu

Toni RM juga mengingatkan potensi bahaya dari tindakan kasar aparat di lapangan. Menurutnya, situasi bisa berubah fatal jika korban tidak mampu menahan emosi.

“Untung saja penjual es itu sabar. Kalau dia melawan karena emosi akibat perlakuan kasar, siapa yang bertanggung jawab?” ucapnya.

Meski oknum aparat yang terlibat telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka, Toni menilai langkah tersebut tidak cukup. Ia mendesak Propam Polda Metro Jaya dan Polisi Militer untuk tetap memproses tindakan oknum yang bersangkutan secara etik dan disiplin.

Baca juga  Mengapa Kejaksaan Mandul dan Impoten Usut Tuntas Skandal Rp2 Miliar PDAM Indramayu, Ada Apa?

“Kalau tidak diproses, akan muncul stigma di masyarakat: mentang-mentang korbannya orang lemah, oknum aparat dibiarkan,” tegasnya.

Toni RM bahkan membuka kemungkinan adanya unsur pidana dalam peristiwa tersebut. Ia menyatakan akan mengulas pasal-pasal pidana yang berpotensi dikenakan terhadap oknum aparat sebagai bentuk edukasi hukum kepada publik.

“Kalau dilaporkan pidana, pasal apa saja yang bisa dikenakan? Itu nanti akan saya buatkan videonya agar menjadi pembelajaran bagi semua pihak,” pungkas Toni RM.

Kasus ini kembali menegaskan pentingnya pendekatan humanis dan prosedural dalam penegakan hukum. Ketika aparat melangkahi kewenangan dan mengabaikan hak warga kecil, yang tercoreng bukan hanya individu, tetapi juga kepercayaan publik terhadap institusi negara. (Moh.Ali)

 

Share :

Baca Juga

Terpopuler

Viral Video Eks Anggota DPRD Indramayu Minta Tolong ke Presiden Prabowo

Terpopuler

Jurus TNI-Polri Tingkatkan Ketahanan Pangan dan UMKM, Pemkab Indramayu Dukung

Terpopuler

KPK Ungkap Chat Harun Masiku: Diminta Rendam HP Sebelum Kabur

Terpopuler

Tarif PDAM Indramayu Naik 30 Persen

Terpopuler

Warga Terkejut! Atap Masjid Agung Indramayu Dibongkar, Ternyata Ini Penyebabnya

Indramayu

Mengenang Jasa Pejuang Kemerdekaan, SMSI Indramayu Pererat Silaturahmi dengan Veteran di Taman Makam Pahlawan

Terpopuler

Poles Pendopo Indramayu Capai Rp8,7 Miliar, Mahasiswa: Kontradiktif! BPJS Warga Tidak Mampu Malah Dinonaktifkan

Terpopuler

Pilkada Indramayu 2024, Tanpa Calon Perseorangan/Independen