Home / Sorotan / Indramayu / Terpopuler

Sabtu, 24 Januari 2026 - 01:43 WIB

Pertamina Bangun Jalan Alternatif Sukaurip–Sukareja Tanpa Drainase, Toni RM: Memalukan

Kolase Tokoh Masyarakat Balongan juga Advokat, Toni RM, S.H, M.H dan jalan alternatif Sukaurip - Sukareja

Kolase Tokoh Masyarakat Balongan juga Advokat, Toni RM, S.H, M.H dan jalan alternatif Sukaurip - Sukareja

Suaradermayu.com – Warga Desa Sukaurip, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, kembali menghadapi banjir yang merendam pemukiman mereka setiap hujan deras.

Banjir yang seharusnya bisa diminimalisir ini dipicu oleh pembangunan jalan alternatif Sukaurip–Sukareja oleh PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) Balongan dibangun untuk menggantikan jalan utama kilang yang akan ditutup sementara.

Baca Juga : Warga Balongan Kawal Ketat Janji PT Pertamina: Susu Gratis Aktif Lagi November, Enam Tuntutan Harus Direalisasikan

Keluhan warga muncul melalui komentar di akun Facebook pengacara sekaligus tokoh masyarakat Toni RM. Salah satu akun, Sultan Alik, menulis bahwa banjir kerap menggenangi rumah-rumah warga di pinggir Jalan Raya Sukaurip. Warga terpaksa menyedot air sendiri menggunakan pompa karena tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah desa.

“Pemdesnya diam saja,” tulis Sultan dalam komentarnya.

Selain banjir, kondisi fisik jalan alternatif yang baru dibangun juga dikeluhkan. Jalan yang belum genap setengah tahun sudah retak setiap tiga meter, dan lapisan aspal lebih tipis dibandingkan lapisan dasarnya. Hal ini membuat jalan rawan rusak dan memicu genangan air saat hujan.

Menanggapi keluhan ini, Toni RM meminta pemerintah desa segera menindaklanjuti masalah banjir yang dialami warganya.

Baca Juga : Toni RM Bongkar Pertamina Belum Kantongi Izin dan Persiapan Matang untuk Penutupan Jalan

Warga menilai banjir yang terjadi saat ini merupakan konsekuensi dari kelalaian Pertamina dalam perencanaan jalan alternatif. Tidak adanya drainase memaksa mereka menanggung kerugian sendiri, mulai dari rusaknya perabot rumah tangga hingga terganggunya akses keluar-masuk rumah.

Baca juga  Dedi Mulyadi Geram, Uang Kompensasi Sopir Angkot Dipotong Rp 200 Ribu oleh Oknum Petugas

“Ini bukan hanya soal banjir, tapi juga hak publik atas akses jalan dan keselamatan warga. Jika jalan alternatif dibiarkan seperti ini, risiko kerugian bagi masyarakat semakin besar,” ujar Toni.

Baca Juga : Toni RM Bongkar Perbedaan Kapolres Indramayu vs Cirebon Kota Soal Transparansi Pemecatan Polisi

“Mohon kepada Pemerintah Desa Sukaurip untuk mengecek kebenarannya, jika benar mohon diatasi. Warganya mengeluh di komentar Facebook Toni RM, ini mungkin agar keluhannya bisa sampai ke pejabat Pemdes Sukaurip dan diharapkan segera ditindaklanjuti serta ada solusi,” tambahnya.

Lebih lanjut, Toni menegaskan bahwa tanggung jawab tidak hanya ada pada pemerintah desa, tetapi juga Pertamina sebagai pihak yang membangun jalan alternatif.

“Kemudian untuk PT Kilang Pertamina Indonesia (KPI) RU VI Balongan yang membangun jalan raya Sukaurip – Sukareja untuk jalan alternatif karena jalan raya depan PT KPI Balongan akan ditutup. Saya mendengar sendiri keluhan masyarakat Desa Sukaurip saat rapat penutupan jalan di Aula Bumi Patra sebulan lalu. Masyarakat mengeluhkan tidak adanya saluran air atau drainase sehingga berpotensi terjadi banjir kalau hujan. Sekarang benar terjadi banjir,” tutur Toni.

Baca juga  Air Keruh dan Tak Mengalir, Bupati Lucky Hakim Sampaikan Permohonan Maaf ke Pelanggan PDAM Indramayu

Menurut Toni, kondisi ini sangat memalukan mengingat skala perusahaan seperti Pertamina seharusnya memiliki perhitungan matang sebelum membangun jalan di pemukiman padat penduduk.

“Bagaimana tanggung jawab Pertamina? Memalukan sekali sekelas Pertamina dalam membangun jalan di tengah pemukiman penduduk yang padat tetapi tidak memperhatikan dampak dari pembangunan jalan alternatif itu,” tegasnya.

Toni juga menekankan pentingnya pengawasan gambar rencana pembangunan jalan. Meski pengerjaan diserahkan ke kontraktor, gambar rencana harus dicek secara detail sebelum diterbitkan surat perintah kerja. Menurutnya semua potensi risiko, termasuk banjir, harus diantisipasi dengan pembuatan saluran air atau drainase yang memadai.

“Jadi kalau Pertamina menerapkan standar ISO 37001:2016 (Sistem Manajemen Anti Penyuapan/SMAP), untuk meningkatkan kualitas layanan dan meminimalisir keluhan (zero complaint/zero corruption), itu bullshit (omong kosong),” kata Toni.

“Faktanya masih ada dan membiarkan keluhan banjir akibat pembangunan jalan alternatif sebagai pengganti jalan depan PT. KPI Balongan yang akan ditutup, Dampak fisik jalan yang buruk bukan satu-satunya masalah,” tambahnya.

Baca juga  Akad Nikah Kini Bisa Dilaksanakan di Luar KUA dan Jam Kerja

Dengan situasi ini, Toni berharap pemerintah desa dan Pertamina segera memperbaiki drainase, memperhatikan kualitas jalan, dan memastikan keselamatan serta hak warga tetap terjaga.

“Warga tidak boleh menjadi korban pembangunan yang setengah jadi. Drainase, kualitas jalan, dan keselamatan harus menjadi prioritas utama,” Toni menutup pernyataannya.

Baca Juga : Toni RM Bongkar Pertamina Belum Kantongi Izin dan Persiapan Matang untuk Penutupan Jalan

Sekedar informasi, saat Kilang Pertamina Balongan melakukan  sosialisasi rencana uji coba penutupan jalan.

Pertamina mengundang warga dari tiga desa terdampak—Balongan, Sukareja, dan Sukaurip. Diketahui warga telah menyampaikan protes keras. Bahu jalan dan trotoar belum tersedia, saluran air untuk mencegah banjir juga belum dibangun, serta lampu penerangan jalan belum dipasang.

Padahal jalan alternatif itu diproyeksikan menjadi jalur padat yang akan dilalui kendaraan besar, termasuk mobil tangki Pertamina.

“Uji coba harus ditunda mengingat perizinan belum lengkap, dan bahu jalan serta saluran air di jalur alternatif bahkan belum dibuatkan,” tegas Toni, dikutip Suaradermayu.com, Sabtu (13/12/2025).

Dengan adanya permintaan dari Toni RM, yang juga warga Desa Balongan, PT. Pertamina Kilang Internasional (KPI) Balongan, menunda penutupan jalan.

Suaradermayu.com masih berupaya untuk meminta tanggapan dan penjelasan resmi dari Pertamina RU VI Balongan terkait keluhan warga dan kritik Toni RM.. (Pahmi)

 

Share :

Baca Juga

Indramayu

Peringatan Hari Santri Nasional 2025 di Indramayu: Santri Didorong Jadi Pelaku Peradaban Dunia

Indramayu

Kebakaran Hebat di Desa Cikawung, Rumah Petani Ludes Dilalap Api

Indramayu

Pemkab Indramayu Bangun 31 Demplot Pertanian di Setiap Kecamatan

Terpopuler

Awas Penipuan! Nama Pengacara Kondang Toni RM Dicatut, Pelaku Minta Transfer Uang

Indramayu

Ayah Gadis 13 Tahun Korban Pemerkosaan di Indramayu, Desak Polisi Bertindak Tegas

Terpopuler

Pilwu Serentak Indramayu 2025 Ditunda, Kemendagri : Tunggu Aturan Teknis UU Desa

Terpopuler

Kemensos Bangun Kampung Impian di Indramayu! Bupati Lucky: Ini Berkah Besar untuk Rakyat

Terpopuler

Terbesar di Indonesia, 25 Ribu Warga Indramayu Jadi TKW dan TKI