Suaradermayu.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu terus menunjukkan keseriusannya dalam mendukung percepatan pembangunan Jalan Tol Indramayu–Kertajati, proyek strategis sepanjang 48,7 kilometer yang akan menjadi penghubung vital antara kawasan industri Indramayu, Bandara Internasional Kertajati, dan Pelabuhan Patimban. Proyek ini diyakini akan membawa dampak besar terhadap ekonomi lokal, sektor layanan haji, dan kegiatan usaha masyarakat.
Baca Juga : Mimpi Indramayu Jadi Kota Industri Semakin Nyata! Tol Kertajati 46 Km Siap Dibangun
Bupati Indramayu, Lucky Hakim, menegaskan bahwa pembangunan jalan tol ini merupakan langkah nyata Pemerintah Kabupaten dalam mempercepat realisasi Kawasan Strategis Nasional (KSN) Rebana, sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2021.
“Indramayu memiliki Kawasan Peruntukan Industri (KPI) yang sangat strategis. Namun potensi besar ini tidak akan berkembang maksimal tanpa akses konektivitas langsung ke bandara dan pelabuhan,” ujar Lucky Hakim kepada wartawan, Senin (26/5/2025).
Lebih dari sekadar proyek infrastruktur, keberadaan jalan tol ini dipandang sebagai motor baru pertumbuhan ekonomi rakyat. Dengan waktu tempuh yang lebih cepat dan jalur distribusi yang efisien, pelaku usaha mikro, petani, nelayan, dan UMKM di Indramayu akan semakin mudah menjangkau pasar regional bahkan nasional.
Sektor pertanian, perikanan, dan industri rumahan diprediksi akan mengalami peningkatan nilai jual karena produk-produk mereka bisa lebih cepat masuk ke pusat distribusi dan pelabuhan ekspor.
Baca Juga : Bupati Lucky Hakim Desak Percepatan Pembangunan Tol Indramayu – Kertajati
“Saat ini, hasil pertanian seperti mangga gedong gincu dan hasil laut dari Indramayu sulit bersaing karena biaya distribusi mahal dan waktu pengiriman lama. Jika tol ini terbangun, petani dan nelayan bisa menikmati harga jual lebih tinggi,” jelas Lucky.
Tak hanya itu, kawasan sepanjang jalur tol juga berpotensi menjadi pusat pertumbuhan baru. Warung, penginapan, bengkel, dan usaha kuliner lokal akan mendapatkan limpahan ekonomi dari arus kendaraan dan logistik.
Dukungan juga datang dari PT Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BIJB). Direktur Utama PT BIJB, Muhammad Singgih, menilai proyek ini krusial dalam meningkatkan aksesibilitas menuju Bandara Kertajati, khususnya dalam mendukung layanan embarkasi haji dan umrah.
“Tol ini akan sangat membantu calon jamaah haji. Asrama Haji di Indramayu nantinya bisa melayani warga Jawa Barat bahkan Jawa Tengah bagian barat seperti Brebes, Tegal, dan Banyumas,” ungkap Singgih saat berkunjung ke Pendopo Indramayu, Kamis (22/5/2025).
Baca Juga : Iklim Investasi Indramayu Kian Ramah dan Aman
Selama ini, banyak calon haji dari wilayah pantura barat dan tengah yang harus melakukan perjalanan panjang dan melelahkan menuju embarkasi di Bekasi atau Jakarta. Dengan hadirnya tol, perjalanan akan lebih efisien, aman, dan memperpendek waktu tempuh.
Selain jamaah haji, biro perjalanan umrah lokal pun diperkirakan akan tumbuh pesat karena akses lebih dekat ke bandara. Usaha transportasi, katering, hingga penginapan juga akan terkena dampak positif langsung.
Dalam perencanaan awal, Tol Indramayu–Kertajati akan terkoneksi langsung dengan Tol Cisumdawu dan Tol Cipali di KM 152. Ini berarti, akses dari pusat Indramayu menuju Bandara Kertajati dan kawasan industri Cirebon–Patimban–Majalengka (Rebana) akan lebih cepat dan efisien.
Ruas tol ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah pusat untuk memperkuat aerocity Kertajati dan menjadikannya simpul ekonomi dan logistik regional. Selama ini, kawasan aerocity dinilai belum maksimal karena keterbatasan akses.
“Jika tol ini selesai, investor akan lebih percaya diri menanamkan modal di kawasan Rebana. Ini juga akan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat Indramayu,” kata Singgih.
Pemkab Indramayu sendiri telah menyusun pra-studi pendahuluan dan aktif berkoordinasi dengan Kementerian PUPR untuk mempercepat realisasi proyek ini. Termasuk memetakan kebutuhan lahan, potensi hambatan sosial, dan kebutuhan pendanaan melalui skema KPBU (Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha).
Bupati Lucky Hakim menegaskan bahwa Pemkab akan mengutamakan partisipasi masyarakat dalam setiap tahap pembangunan, termasuk membuka ruang dialog dengan warga yang terdampak.
“Kami ingin proyek ini tidak hanya menjadi jalan tol bagi kendaraan, tapi juga jalan percepatan kemajuan ekonomi masyarakat Indramayu,” tutup Lucky.

























