Home / Indramayu / Ekonomi

Senin, 26 Mei 2025 - 17:59 WIB

RDTR Krangkeng Dipaparkan Bupati Lucky Hakim, Indramayu Siap Jadi Magnet Investasi Baru!

Oplus_131072

Oplus_131072

Suaradermayu.com – Indramayu bersiap jadi magnet investasi baru di kawasan utara Jawa Barat. Hal ini ditegaskan langsung oleh Bupati Indramayu, Lucky Hakim, saat memaparkan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kecamatan Krangkeng dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektor yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Tata Ruang Kementerian ATR/BPN pada Senin (26/5/2025), di Gedung Ditjen Tata Ruang, Jakarta.

Dalam forum nasional itu, Bupati Lucky Hakim tampil percaya diri menjelaskan arah pembangunan Indramayu berbasis tata ruang yang presisi dan berkelanjutan. Rakor yang dipimpin Dirjen Tata Ruang, Suyus Windayana, dihadiri oleh sejumlah kepala daerah, perwakilan kementerian/lembaga, serta perwakilan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dari berbagai daerah.

Dirjen Suyus Windayana dalam sambutannya menekankan pentingnya RDTR sebagai instrumen utama pengendalian pemanfaatan ruang dan percepatan proses perizinan melalui sistem Online Single Submission (OSS). Ia menyebut RDTR sebagai “kunci strategis” dalam menarik investasi berkualitas, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Baca juga  Sengketa Tanah 3.370 m² di Sudimampir Lor Indramayu, Toni RM: Saksi Malah Perkuat Bukti AJB Haji Salmin dan Kuswono

“RDTR adalah peta jalan pembangunan. Tanpa RDTR, kita tidak bisa mengendalikan ruang dengan tepat. RDTR membuat proses perizinan jadi transparan dan efisien,” ujarnya.

Dalam paparannya, Lucky Hakim menekankan bahwa Kecamatan Krangkeng memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kawasan industri dan sentra produksi garam rakyat. Wilayah tersebut dirancang menjadi lokomotif ekonomi baru yang mendukung Kawasan Rebana sebagai pusat pertumbuhan Jawa Barat bagian utara.

“RDTR Krangkeng dirancang untuk mendorong sektor industri, pertanian pangan, serta pengolahan garam rakyat. Kami juga menyiapkan infrastruktur hijau sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan,” jelas Lucky.

Kawasan ini akan mencakup pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Jatigede, peningkatan akses jalan, jaringan listrik industri, pembangunan pengendali banjir, dan pembangunan menara BTS untuk mengatasi blankspot sinyal.

Dalam dokumen RDTR yang dipaparkan, pemerintah daerah juga mengalokasikan 8,96 persen dari wilayah sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH). Ini merupakan bentuk komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan strategi mitigasi bencana.

Baca juga  “Sat Set” Tanpa Drama! Dedi Mulyadi Turun Langsung Hentikan Penyapu Koin di Indramayu

Selain itu, RDTR mencakup perlindungan terhadap kawasan ekosistem penting, seperti sempadan sungai, area pertanian berkelanjutan, dan lahan cadangan konservasi.

RDTR Krangkeng mencakup area seluas ±7.357,44 hektare, atau sekitar 3,5 persen dari total luas Kabupaten Indramayu. Terdapat 11 desa yang masuk dalam perencanaan terintegrasi ini. Setiap desa akan dikembangkan berdasarkan karakteristik dan potensi wilayah masing-masing.

Pengembangan ini akan dibagi dalam beberapa klaster, di antaranya: klaster industri hijau, klaster pertanian modern, dan klaster pemukiman berbasis tata ruang aman bencana.

“Kami ingin pembangunan ini menjawab tantangan masa depan. Bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga lingkungan dan kenyamanan hidup masyarakat,” tegas Lucky.

Bupati Lucky menambahkan, RDTR ini sejalan dengan visi besar Indramayu REANG—Religius, Ekonomi Kerakyatan, Aman, Nyaman, dan Gotong Royong. Dengan adanya RDTR, pemerintah dapat mengendalikan pembangunan agar tidak liar, tidak tumpang tindih, serta lebih efisien dalam pengeluaran anggaran.

Baca juga  Dulu Hidup di Tenda Robek, Kini Heri Sujati Tinggal di Rumah Baru Berkat BAZNAS Indramayu!

“RDTR ini menjadi acuan utama pembangunan agar berjalan selaras, tidak saling bertabrakan. Ini menjadi pondasi utama Indramayu ke depan,” tegasnya.

Selain percepatan perizinan berbasis risiko, Lucky menyebut RDTR akan menciptakan ruang yang produktif, ramah lingkungan, dan mendorong pemerataan ekonomi di tingkat desa.

Rakor lintas sektor tersebut turut dihadiri perwakilan dari Kementerian PUPR, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Kementerian ESDM, serta sejumlah kepala daerah dari Kabupaten Bandung, Tegal, dan Jembrana.

Semua peserta sepakat untuk memperkuat sinergi pusat dan daerah dalam pelaksanaan RDTR sebagai landasan penting pembangunan nasional.

Dirjen Tata Ruang Suyus menutup kegiatan dengan menyampaikan bahwa tata ruang adalah kunci pengelolaan sumber daya yang efisien dan adil.

“Pembangunan yang tidak berbasis tata ruang akan kehilangan arah. RDTR menjadi kompas pembangunan yang berkeadilan, berkelanjutan, dan berpihak pada masyarakat,” pungkasnya.

Dengan langkah strategis ini, Indramayu melalui kepemimpinan Lucky Hakim terus menunjukkan komitmen serius dalam membangun daerah berbasis data, tata ruang, dan prinsip keberlanjutan.

 

Share :

Baca Juga

Indramayu

75 Kawanan Gangster Indramayu Ditangkap Saat Akan Tawuran

Indramayu

Dirut CV Karya Abadi Sejahtera Buka Suara Soal Dugaan Komisaris Gelapkan Dana Rp1,5 Miliar

Indramayu

Indramayu Produksi Ikan Terbesar di Jawa Barat 2024

Indramayu

Indramayu Raih Penghargaan Penurunan Stunting, Kategori Paling Inovatif

Indramayu

Begini Cara Pelaku Habisi Satu Persatu Korban Satu Keluarga di Indramayu

Indramayu

Detik-Detik Mahasiswa Polindra Terhisap Pusaran Cimanuk: Saksi Mata Ceritakan Kepanikan di Bendungan Bangkir

Indramayu

Heboh! Bupati Lucky Hakim Tolak Rumah Dinas Rp5 Miliar, Pilih Tidur di Sofa Pendopo!

Indramayu

Diduga Kuasai Rumah Tanpa Izin, Kepala LPK Bos Korea Indramayu Dilaporkan ke Polisi