Suaradermayu.com – Suasana duka masih menyelimuti kediaman keluarga almarhumah Putri Apriyani di Desa Rambatan Wetan, Blok B RT 011/003, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu. Minggu pagi (24/8/2025) sekitar pukul 09.45 WIB, Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang bersama Kapolsek Sindang AKP Suhendi hadir langsung untuk menyampaikan belasungkawa.
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian sekaligus dukungan moral bagi keluarga korban yang ditinggalkan. Putri Apriyani meninggal secara tragis dan diduga kuat dibunuh oleh Bripda Alvian Maulana Sinaga, anggota Polri yang berdinas di Polres Indramayu.
Kepastian Penangkapan Bripda Alvian
Dalam pertemuan itu, Kapolres Indramayu memastikan bahwa pria yang ditangkap dan videonya viral di media sosial memang benar Bripda Alvian Maulana Sinaga.
“Kami pastikan yang ditangkap adalah Bripda Alvian Maulana Sinaga. Saat ini yang bersangkutan sedang dalam perjalanan dari NTB menuju Indramayu. Setelah tiba di Polres Indramayu, kami akan rilis resmi,” tegas AKBP Mochamad Fajar Gemilang.
Tidak Ada Perlindungan Hukum
AKBP Mochamad Fajar Gemilang juga menegaskan bahwa tidak ada perlindungan khusus bagi anggota Polri yang terlibat tindak pidana. Ia menekankan bahwa hukum tetap ditegakkan meski pelaku adalah anak buahnya sendiri.
“Meski yang bersangkutan anggota Polri, kami tidak akan melindungi. Faktanya, Bripda Alvian diburu sampai ke NTB dan akhirnya berhasil ditangkap,” tegasnya.
Sambutan Haru Keluarga Korban
Kehadiran Kapolres Indramayu disambut penuh haru oleh keluarga Putri Apriyani. Mereka merasa lega sekaligus terdukung oleh perhatian pimpinan Polres yang turun langsung ke rumah duka.
“Terima kasih Bapak Kapolres sudah datang. Kehadiran ini memberi kami kekuatan,” ucap keluarga dengan suara bergetar.
Kunjungan tersebut menjadi bukti bahwa kepolisian tidak hanya menjalankan tugas penegakan hukum, tetapi juga memberikan dukungan moral bagi korban dan keluarganya.


























