Home / Indramayu / Kriminalitas

Rabu, 13 Agustus 2025 - 23:59 WIB

Toni RM Bongkar Misteri Kematian Putri Apriyani: Kenapa Bripda Alvian Melarikan Diri?

Almarhum Putri Apriyani (kiri) Kuasa Hukum keluarga Putri, Toni RM (tengah) dan Bripda Alvian Maulana Sinaga (kanan)

Almarhum Putri Apriyani (kiri) Kuasa Hukum keluarga Putri, Toni RM (tengah) dan Bripda Alvian Maulana Sinaga (kanan)

Suaradermayu.com – Sabtu pagi (9/8/2025), pukul 09.00 WIB, kamar nomor 9 di rumah kos Firda 4, Blok Ceblok, Desa Singajaya, Indramayu, menjadi saksi tragedi yang mencekam. Putri Apriyani (24) ditemukan hangus terbakar, meninggalkan pertanyaan besar: Kecelakaan atau ada tangan lain yang menjerat nyawanya?

Kasus Naik Penyidikan, Sosok Bripda Alvian Jadi Sorotan

Saat mendampingi ayah korban, Karja, pada Minggu (10/8/2025), kuasa hukum keluarga korban, Toni RM, menegaskan bahwa kasus ini telah masuk tahap penyidikan, menandakan dugaan tindak pidana jelas. Sosok Bripda Alvian Maulana Sinaga, kekasih Putri sekaligus anggota kepolisian, menjadi sorotan karena menghilang pasca tragedi.

Baca Juga : Tangisan Misterius Tengah Malam Berujung Penemuan Jasad Wanita Gosong di Singajaya Indramayu

“Penyidik menyampaikan kepada saya bahwa perkara ini sudah dinaikkan statusnya menjadi penyidikan. Artinya, kalau sudah penyidikan, berarti sudah ada dugaan tindak pidana,” ujar Toni, Selasa (12/8/2025).

Surat yang dibaca Toni menyebut penyidik menerapkan Pasal 338 KUHP (pembunuhan) dan Pasal 351 ayat (3) KUHP (penganiayaan yang mengakibatkan kematian). Status hukum ini memperkuat dugaan keterlibatan pihak lain dan menambah misteri di balik kematian Putri.

Jejak Malam Terakhir: Bripda Alvian Tertangkap Kamera CCTV

Di kamar kos ditemukan barang bukti :

1. Tiga unit HP: dua milik Putri, satu milik Bripda Alvian

2. Tas milik Bripda Alvian

3. Dua sepeda motor: satu milik Putri, satu milik Bripda Alvian

Baca Juga : Fakta Mengejutkan di Balik Tewasnya Putri Apriyani: Uang Rp35 Juta Raib, Oknum Polisi Jadi Tersangka?

“Apakah dia pelakunya? Memang belum diperiksa. Tapi pertanyaan saya, kalau dia tidak melakukan, kenapa dia kabur? Sampai sekarang penyidik kesulitan belum menangkap pelaku karena kabur,” ungkapnya.

Baca juga  Gubernur Jabar Larang Permintaan dan Pemberian THR ke Ormas dan LSM, Terbitkan Surat Edaran Resmi

Rekaman CCTV kamera menangkap Bripda Alvian berjalan kaki meninggalkan kamar kos menuju jalan raya. Usai olah TKP, penyidik sempat mengejar hingga Cirebon, namun jejaknya hilang.

“Sudah ada tujuh saksi yang dimintai keterangan. Mereka melihat kejadian saat asap mengepul di luar kamar kos, tapi Bripda tidak ada. Saksi lain menyebut ada keributan antara korban dan Bripda malam itu,” tambah Toni.

Baca Juga : Propam Polda Jabar Periksa Ayah Putri Apriyani, Toni RM Sebut Ada Oknum Polisi Terlibat

Uang Rp36,5 Juta dan Dugaan Motif

Menurut Toni, saat mendampingi Rina teman dekat Putri, di pemeriksaan penyidik, bahwa Rina pernah melihat Bripda Alvian tinggal bersama Putri di kamar kos.

“Tidak hanya itu, Rina juga mengatakan bahwa ia pernah melihat baju seragam polisi milik Bripda Alvian tergantung di dalam kamar kos Putri Apriyani. Bukti-bukti ini dinilai adanya kesesuaian atas dugaan keterlibatan oknum polisi tersebut,” ujar Toni, Rabu (13/8/2025).

Toni membeberkan fakta dugaan motif pelaku, yaitu pada Senin (11/08/2025), ahli waris korban mendatangi bank untuk print out buku tabungan korban. Terkuak bahwa sebelum kematian Putri, ada transaksi perpindahan uang Rp32 juta dari rekening Putri ke rekening Bripda Alvian.

Baca Juga : Putri Apriyani Dibunuh dan Dibakar? Kapolres Indramayu: Penyelidikan Masih Berlangsung

“Saya menduga ini motifnya uang, karena sebelum kematian Putri ada transaksi perpindahan uang dari rekening Putri ke rekening Bripda Alvian,” terang Toni.

Menurut keluarga, Putri telah menerima uang sebanyak tiga kali dari ibunya yang bekerja di luar negeri:

Baca juga  Viral! Bupati Indramayu Lucky Hakim Bagi-Bagi Uang Rp105 Juta untuk Korban Puting Beliung, Warga Menangis Haru!

1. Pada 4 Agustus 2025 sebesar Rp16,5 juta dan Rp4 juta

2. Pada 7 Agustus 2025 sebesar Rp16 juta

“Total Rp36,5 juta, yang rencananya akan digunakan untuk menggadai sawah keluarga. Saya menilai bukti-bukti ini memperkuat dugaan keterlibatan Bripda Alvian,”ujar dia.

Rina juga mengungkap, ia ditelepon Bripda Alvian menggunakan HP korban untuk meminjam namanya dalam pengajuan pinjaman modal usaha di bank, namun permintaan itu tidak dipenuhi karena Rina curiga akan motif sebenarnya.

Baca Juga : Kuasa Hukum Keluarga Putri Apriyani Tegaskan Kasus Sudah Naik Penyidikan, Kritik Pernyataan Kapolres Indramayu

“Dari bukti-bukti yang ada dan keterangan dari Rina, ini memperkuat ada dugaan Bripda Alvian terlibat dalam kasus kematian Putri,” tegas Toni.

Menurut sumber Suaradermayu.com di Polres Indramayu yang enggan disebutkan namanya, Bripda Alvian baru beberapa bulan bertugas di Unit III Sat Reskrim Polres Indramayu, menggantikan anggota yang dipindahkan ke Unit Narkoba.

Propam Turun Tangan

Kasus ini memicu langkah tegas Propam Polda Jawa Barat. ayah korban, Karja diperiksa pada Minggu (10/8/2025) hingga malam hari di Polres Indramayu, dengan didampingi Toni RM.

“Dengan turunnya Propam, indikasi kuat bahwa terduga pelaku dalam dugaan pembunuhan ini adalah oknum anggota kepolisian, yaitu Bripda Alvian,” ujar Toni.

Menurut Toni, jika terbukti bersalah, sanksi bisa mencapai Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH).

Baca Juga : Tragedi Jasad Gosong di Kos Singajaya, Toni RM Desak Ungkap Tuntas Misteri Kematian Putri Apriyani

Kapolres Angkat Bicara

Kapolres Indramayu, AKBP Mochamad Fajar Gemilang, menjelaskan :

“Pertama kita melakukan olah TKP dengan mendatangkan Inafis. Kemudian untuk mengetahui penyebab kebakaran, kami melibatkan laboratorium forensik (Labfor). Untuk memastikan penyebab kematian korban, kami melakukan autopsi,” kata AKBP Fajar, Selasa (12/8/2025).

Baca juga  RSUD MA Sentot Patrol Diambil Alih Pemprov Jabar, Dedi Mulyadi Siap Ubah Jadi RS Hasan Sadikin-nya Pantura

Fajar menyampaikan bahwa pihaknya melakukan penyelidikan secara Scientific Crime Investigation dengan memeriksa saksi-saksi serta mengumpulkan bukti-bukti secara sistematis.

“Insyaallah, kami akan sampaikan hasilnya kepada masyarakat dengan tuntas, cepat, dan profesional.”ujar dia

Meski penyelidikan berjalan, pihak kepolisian masih menunggu hasil Labfor untuk menentukan penyebab kebakaran.

Baca Juga : Toni RM Laporkan Oknum Penyidik Polres Kutai Timur ke Mabes Polri atas Dugaan Rekayasa Barang Bukti

“Sampai saat ini kami belum memastikan apakah kebakaran ini disengaja atau bukan. Kami terus mengumpulkan alat bukti dan melakukan pendalaman barang bukti di TKP serta memeriksa saksi-saksi. Penyebab kematian korban kita sedang menunggu hasil autopsi,” jelasnya.

Toni Menyoroti Pernyataan Kapolres

Toni menegaskan bahwa pernyataan Kapolres Indramayu mengganjal karena kasus sudah naik ke tahap penyidikan.

“Kalau sudah penyidikan, berarti sudah ada dugaan tindak pidana, tinggal mencari tersangkanya,” ujarnya.

Toni berharap Kapolres memberikan informasi lebih akurat agar publik tidak bingung.

Baca Juga : Divisi Propam Mabes Polri Tindaklanjuti Laporan Toni RM Terkait Dugaan Obstruction of Justice Penyidik PPA

Harapan Keadilan

Kematian Putri Apriyani kini menjadi sorotan publik. Keluarga berharap Bripda Alvian segera ditangkap dan diproses hukum, sementara masyarakat Indramayu menanti keadilan atas tragedi yang menyisakan misteri mendalam ini.

Kematian Putri Apriyani bukan sekadar tragedi pribadi. Ini menjadi sorotan serius terhadap integritas aparat kepolisian dan perlindungan warga sipil. Dengan bukti yang terus dikumpulkan dan saksi yang diperiksa, pertanyaan terbesar masih menggantung di udara:

Apakah Bripda Alvian benar-benar dalang di balik kematian tragis ini? Dan apakah malam itu di kamar nomor 9 menjadi saksi terakhir sebelum tragedi mengerikan?

 

Share :

Baca Juga

Indramayu

Di Balik Lumbung Padi Nasional, Petani Indramayu Dibebani Utang Triliunan

Indramayu

Indramayu Serius Garap Pariwisata Digital: Pulau Biawak hingga Ngarot Siap Go Nasional

Indramayu

Tegang Tapi Penuh Harapan: Kontrak Direksi PT BWI 2025–2030 dan Ultimatum 30% dari Bupati Indramayu

Ekonomi

Dua Pejabat OJK Terseret Kredit Macet BPR Karya Remaja, Kepala OJK Cirebon: Sudah Diberikan Sanksi

Indramayu

Bupati Lucky Tinjau Pengerukan Muara TPI Glayem, Nelayan Indramayu Lega

Indramayu

Keluarga Putri Apriyani Akan Geruduk Polres Indramayu 22 September, Desak Tersangka Dijerat Pasal 340 KUHP

Indramayu

Mencekam! Geng Motor Bersajam Serang Mobil Warga di Indramayu

Indramayu

Lucky Hakim dan Tobroni Rekonsiliasi Pasca Pilkada Indramayu 2024