Suaradermayu.com – Sabtu pagi (9/8/2025), pukul 09.00 WIB, kamar nomor 9 di rumah kos Firda 4, Blok Ceblok, Desa Singajaya, Indramayu, menjadi saksi tragedi yang mencekam. Putri Apriyani (24) ditemukan hangus terbakar, meninggalkan pertanyaan besar: Kecelakaan atau ada tangan lain yang menjerat nyawanya?
Kasus Naik Penyidikan, Sosok Bripda Alvian Jadi Sorotan
Saat mendampingi ayah korban, Karja, pada Minggu (10/8/2025), kuasa hukum keluarga korban, Toni RM, menegaskan bahwa kasus ini telah masuk tahap penyidikan, menandakan dugaan tindak pidana jelas. Sosok Bripda Alvian Maulana Sinaga, kekasih Putri sekaligus anggota kepolisian, menjadi sorotan karena menghilang pasca tragedi.
Baca Juga : Tangisan Misterius Tengah Malam Berujung Penemuan Jasad Wanita Gosong di Singajaya Indramayu
“Penyidik menyampaikan kepada saya bahwa perkara ini sudah dinaikkan statusnya menjadi penyidikan. Artinya, kalau sudah penyidikan, berarti sudah ada dugaan tindak pidana,” ujar Toni, Selasa (12/8/2025).
Surat yang dibaca Toni menyebut penyidik menerapkan Pasal 338 KUHP (pembunuhan) dan Pasal 351 ayat (3) KUHP (penganiayaan yang mengakibatkan kematian). Status hukum ini memperkuat dugaan keterlibatan pihak lain dan menambah misteri di balik kematian Putri.
Jejak Malam Terakhir: Bripda Alvian Tertangkap Kamera CCTV
Di kamar kos ditemukan barang bukti :
1. Tiga unit HP: dua milik Putri, satu milik Bripda Alvian
2. Tas milik Bripda Alvian
3. Dua sepeda motor: satu milik Putri, satu milik Bripda Alvian
Baca Juga : Fakta Mengejutkan di Balik Tewasnya Putri Apriyani: Uang Rp35 Juta Raib, Oknum Polisi Jadi Tersangka?
“Apakah dia pelakunya? Memang belum diperiksa. Tapi pertanyaan saya, kalau dia tidak melakukan, kenapa dia kabur? Sampai sekarang penyidik kesulitan belum menangkap pelaku karena kabur,” ungkapnya.
Rekaman CCTV kamera menangkap Bripda Alvian berjalan kaki meninggalkan kamar kos menuju jalan raya. Usai olah TKP, penyidik sempat mengejar hingga Cirebon, namun jejaknya hilang.
“Sudah ada tujuh saksi yang dimintai keterangan. Mereka melihat kejadian saat asap mengepul di luar kamar kos, tapi Bripda tidak ada. Saksi lain menyebut ada keributan antara korban dan Bripda malam itu,” tambah Toni.
Baca Juga : Propam Polda Jabar Periksa Ayah Putri Apriyani, Toni RM Sebut Ada Oknum Polisi Terlibat
Uang Rp36,5 Juta dan Dugaan Motif
Menurut Toni, saat mendampingi Rina teman dekat Putri, di pemeriksaan penyidik, bahwa Rina pernah melihat Bripda Alvian tinggal bersama Putri di kamar kos.
“Tidak hanya itu, Rina juga mengatakan bahwa ia pernah melihat baju seragam polisi milik Bripda Alvian tergantung di dalam kamar kos Putri Apriyani. Bukti-bukti ini dinilai adanya kesesuaian atas dugaan keterlibatan oknum polisi tersebut,” ujar Toni, Rabu (13/8/2025).
Toni membeberkan fakta dugaan motif pelaku, yaitu pada Senin (11/08/2025), ahli waris korban mendatangi bank untuk print out buku tabungan korban. Terkuak bahwa sebelum kematian Putri, ada transaksi perpindahan uang Rp32 juta dari rekening Putri ke rekening Bripda Alvian.
Baca Juga : Putri Apriyani Dibunuh dan Dibakar? Kapolres Indramayu: Penyelidikan Masih Berlangsung
“Saya menduga ini motifnya uang, karena sebelum kematian Putri ada transaksi perpindahan uang dari rekening Putri ke rekening Bripda Alvian,” terang Toni.
Menurut keluarga, Putri telah menerima uang sebanyak tiga kali dari ibunya yang bekerja di luar negeri:
1. Pada 4 Agustus 2025 sebesar Rp16,5 juta dan Rp4 juta
2. Pada 7 Agustus 2025 sebesar Rp16 juta
“Total Rp36,5 juta, yang rencananya akan digunakan untuk menggadai sawah keluarga. Saya menilai bukti-bukti ini memperkuat dugaan keterlibatan Bripda Alvian,”ujar dia.
Rina juga mengungkap, ia ditelepon Bripda Alvian menggunakan HP korban untuk meminjam namanya dalam pengajuan pinjaman modal usaha di bank, namun permintaan itu tidak dipenuhi karena Rina curiga akan motif sebenarnya.
“Dari bukti-bukti yang ada dan keterangan dari Rina, ini memperkuat ada dugaan Bripda Alvian terlibat dalam kasus kematian Putri,” tegas Toni.
Menurut sumber Suaradermayu.com di Polres Indramayu yang enggan disebutkan namanya, Bripda Alvian baru beberapa bulan bertugas di Unit III Sat Reskrim Polres Indramayu, menggantikan anggota yang dipindahkan ke Unit Narkoba.
Propam Turun Tangan
Kasus ini memicu langkah tegas Propam Polda Jawa Barat. ayah korban, Karja diperiksa pada Minggu (10/8/2025) hingga malam hari di Polres Indramayu, dengan didampingi Toni RM.
“Dengan turunnya Propam, indikasi kuat bahwa terduga pelaku dalam dugaan pembunuhan ini adalah oknum anggota kepolisian, yaitu Bripda Alvian,” ujar Toni.
Menurut Toni, jika terbukti bersalah, sanksi bisa mencapai Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH).
Baca Juga : Tragedi Jasad Gosong di Kos Singajaya, Toni RM Desak Ungkap Tuntas Misteri Kematian Putri Apriyani
Kapolres Angkat Bicara
Kapolres Indramayu, AKBP Mochamad Fajar Gemilang, menjelaskan :
“Pertama kita melakukan olah TKP dengan mendatangkan Inafis. Kemudian untuk mengetahui penyebab kebakaran, kami melibatkan laboratorium forensik (Labfor). Untuk memastikan penyebab kematian korban, kami melakukan autopsi,” kata AKBP Fajar, Selasa (12/8/2025).
Fajar menyampaikan bahwa pihaknya melakukan penyelidikan secara Scientific Crime Investigation dengan memeriksa saksi-saksi serta mengumpulkan bukti-bukti secara sistematis.
“Insyaallah, kami akan sampaikan hasilnya kepada masyarakat dengan tuntas, cepat, dan profesional.”ujar dia
Meski penyelidikan berjalan, pihak kepolisian masih menunggu hasil Labfor untuk menentukan penyebab kebakaran.
Baca Juga : Toni RM Laporkan Oknum Penyidik Polres Kutai Timur ke Mabes Polri atas Dugaan Rekayasa Barang Bukti
“Sampai saat ini kami belum memastikan apakah kebakaran ini disengaja atau bukan. Kami terus mengumpulkan alat bukti dan melakukan pendalaman barang bukti di TKP serta memeriksa saksi-saksi. Penyebab kematian korban kita sedang menunggu hasil autopsi,” jelasnya.
Toni Menyoroti Pernyataan Kapolres
Toni menegaskan bahwa pernyataan Kapolres Indramayu mengganjal karena kasus sudah naik ke tahap penyidikan.
“Kalau sudah penyidikan, berarti sudah ada dugaan tindak pidana, tinggal mencari tersangkanya,” ujarnya.
Toni berharap Kapolres memberikan informasi lebih akurat agar publik tidak bingung.
Baca Juga : Divisi Propam Mabes Polri Tindaklanjuti Laporan Toni RM Terkait Dugaan Obstruction of Justice Penyidik PPA
Harapan Keadilan
Kematian Putri Apriyani kini menjadi sorotan publik. Keluarga berharap Bripda Alvian segera ditangkap dan diproses hukum, sementara masyarakat Indramayu menanti keadilan atas tragedi yang menyisakan misteri mendalam ini.
Kematian Putri Apriyani bukan sekadar tragedi pribadi. Ini menjadi sorotan serius terhadap integritas aparat kepolisian dan perlindungan warga sipil. Dengan bukti yang terus dikumpulkan dan saksi yang diperiksa, pertanyaan terbesar masih menggantung di udara:
Apakah Bripda Alvian benar-benar dalang di balik kematian tragis ini? Dan apakah malam itu di kamar nomor 9 menjadi saksi terakhir sebelum tragedi mengerikan?

























