Home / Indramayu / Kriminalitas

Jumat, 19 September 2025 - 18:54 WIB

Polisi Jerat Alvian Sinaga Pasal Pembunuhan Berencana, Toni RM : Apresiasi Kapolres Indramayu dan Jajarannya

Kuasa hukum Toni RM dan keluarga korban pembunuhan Putri Apriyani mendatangi Mapolres Indramayu, Jumat (19/9/2025).

Kuasa hukum Toni RM dan keluarga korban pembunuhan Putri Apriyani mendatangi Mapolres Indramayu, Jumat (19/9/2025).

Suaradermayu.com – Kuasa hukum keluarga almarhumah Putri Apriyani, Toni RM,  mengapresiasi langkah tegas Polres Indramayu yang menetapkan Alvian Maulana Sinaga sebagai tersangka pembunuhan berencana dengan jeratan Pasal 340 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Dengan pasal ini, Alvian terancam hukuman mati, penjara seumur hidup, atau pidana penjara maksimal 20 tahun.

“Alhamdulillah, tersangka pembunuhan Putri Apriyani akhirnya dikenakan Pasal 340 KUHP. Ini bukti keseriusan penyidik dalam menegakkan keadilan,” ujar Toni RM saat mendampingi keluarga korban di Mapolres Indramayu, Jumat (19/9/2025).

Toni juga memberikan apresiasi kepada Kapolres Indramayu AKBP M Fajar Gemilang, Kasat Reskrim AKP M Arwin Bachar, serta jajaran Resmob, Tipikor, Harda, Jatanras, Tipiter, dan PPA yang telah bekerja keras mengungkap kasus ini.

Baca juga  Aksi Menyentuh Polisi Indramayu, Gendong dan Dorong Lansia Demi Nyaman Berhaji

“Kerja keras mereka patut diapresiasi. Namun, kami berharap proses persidangan nanti tetap dikawal agar Jaksa Penuntut Umum dan hakim tidak masuk angin,” tegas Toni.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari Polres Indramayu terkait penerapan Pasal 340 KUHP terhadap tersangka.

Kronologi Penemuan Putri Apriyani

Kasus tragis itu bermula ketika Putri Apriyani ditemukan tewas dalam kondisi hangus terbakar di kamar kosnya, Rifda Kos 4 kamar nomor 9, Blok Ceblok, Desa Singajaya, Kecamatan Indramayu, pada Sabtu (9/8/2025).

“Sekitar pukul 08.00 WIB, saksi mencium bau asap. Setelah pintu didobrak, terlihat api membakar spring bed. Saat api padam, korban ditemukan sudah gosong di atas kasur,” ungkap Kapolres Indramayu, AKBP Mochamad Fajar Gemilang, dikutip Suaradermayu.com, Selasa (26/8/2025).

Baca juga  Mengejutkan! Pemkab Indramayu Wajibkan ASN Jadi Orang Tua Asuh Lansia, Ini Alasannya

Hasil penyelidikan mengarah pada pacar korban, Bripda Alvian Maulana Sinaga, sebagai pelaku. Peristiwa ini sontak mengguncang masyarakat Indramayu dan menyita perhatian publik.

Pelarian dan Penangkapan

Setelah kejadian, Alvian melarikan diri ke luar Jawa. Polisi pun menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) dan melakukan pengejaran lintas wilayah.

Pelariannya berakhir ketika ia ditangkap di Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Sabtu (23/8/2025). Tersangka kemudian dibawa ke Indramayu pada Selasa (26/8/2025) dini hari untuk menjalani pemeriksaan intensif.

“Penangkapan ini bukti bahwa Polres Indramayu tidak akan melindungi siapa pun, meski pelaku adalah anggota Polri,” tegas Kapolres Fajar.

Motif, Modus, dan Sanksi Etik

Meski pelaku sudah diamankan, polisi masih mendalami motif dan modus pembunuhan. Dugaan awal menyebutkan kasus ini dipicu masalah pribadi, namun penyidik masih mengumpulkan keterangan tambahan dari saksi serta barang bukti.

Baca juga  Banjir Rob Rendam Ribuan Rumah di Pesisir Indramayu, Bantuan Tak Kunjung Datang

Selain diproses hukum, Alvian juga dijatuhi sanksi etik. Dalam Sidang Etik Polri pada 14 Agustus 2025, ia resmi diberhentikan tidak dengan hormat (PTDH).

“Keputusan itu sesuai hasil Sidang Etik Nomor 42 Tahun 2025. Kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Indramayu dan memastikan proses hukum berjalan transparan,” jelas Kapolres Fajar.

Pasal 340 KUHP berbunyi:

“Barang siapa dengan sengaja dan dengan rencana lebih dahulu merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan rencana, dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama dua puluh tahun.”

 

 

Share :

Baca Juga

Indramayu

Banjir Rob di Indramayu Mulai Surut, BPBD Salurkan Bantuan untuk Warga

Indramayu

Kasus Penganiayaan Anak 12 Tahun di Kebulen Indramayu, Toni RM Desak Polisi Tetapkan Tersangka!

Indramayu

BKAD Indramayu Tegaskan 196 Mobil Dinas Tidak Hilang

Indramayu

Pabrik Sepatu Raksasa di Indramayu Siap Serap 18.000 Pekerja, Bupati Lucky: Prioritaskan Warga Lokal!
Foto : Advokat Toni RM, SH bersama Kanit Reskrim Polsek Kota Indramayu Ipda Inka

Indramayu

Polsek Indramayu Dinilai Lamban Tangani Laporan, Advokat Toni RM Komplain

Indramayu

Lucky Hakim Ajak Petani Jangan Takut dengan Ular Sahabat Petani: Tidak Berbisa

Daerah

Polres Subang OTT Oknum LSM Pemeras Kepala Desa, Puluhan Korban Terungkap

Indramayu

Kop Eling Mas Ayu, Jurus Baru Indramayu Dekatkan Layanan Publik ke Rakyat