Home / Edukasi / Kesehatan

Sabtu, 19 Juli 2025 - 11:12 WIB

BPOM Temukan 15 Obat Tradisional Berbahaya, Picu Serangan Jantung hingga Gagal Ginjal

BPOM menemukan 15 produk obat tradisional yang dicampur zat kimia keras berisiko tinggi bagi kesehatan tubuh

BPOM menemukan 15 produk obat tradisional yang dicampur zat kimia keras berisiko tinggi bagi kesehatan tubuh

Suaradermayu.com – Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) kembali mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap peredaran obat bahan alam (OBA) berbahaya yang terbukti mengandung bahan kimia obat (BKO) ilegal. Sepanjang bulan Juni 2025, BPOM menemukan sedikitnya 15 produk obat tradisional yang disinyalir dicampur zat kimia keras berisiko tinggi bagi kesehatan tubuh.

Baca Juga : 5 Bahan Herbal Ini Terbukti Bantu Bersihkan Ginjal Secara Alami

Obat-obatan tersebut mengandung bahan aktif yang seharusnya hanya digunakan atas resep dokter, seperti sildenafil sitrat, deksametason, dan sibutramin HCI. Zat-zat tersebut umum ditemukan pada obat kuat pria, pelangsing, hingga pereda nyeri, namun sangat berbahaya jika digunakan tanpa pengawasan medis.

Daftar Obat Tradisional Berbahaya Temuan BPOM Juni 2025

Berikut adalah 15 produk OBA yang terdeteksi mengandung BKO dan telah ditarik dari peredaran:

Baca juga  Viral, Stiker Keluarga Miskin Penerima Bansos Ditempel di Rumah-rumah Mewah di Indramayu

1. Bubalus – Mengandung nortadalafil, nomor izin edar dicabut.

2. Linzi Don Mai Dan – Mengandung klorfeniramin maleat, produk ilegal.

3. Sultan – Mengandung deksametason dan parasetamol, izin edar fiktif.

4. Raja Jahanam – Mengandung deksametason dan parasetamol, ilegal.

5. Kapsul Tradisional Spontan – Mengandung parasetamol, ilegal.

6. Daun Mujarab – Mengandung natrium diklofenak, tanpa izin edar.

7. Pusaka Dayak X-tra Strong – Mengandung sildenafil sitrat, ilegal.

8. New Gali-Gali – Mengandung sildenafil sitrat, izin fiktif.

9. New Urat Kuda Formula Plus – Sildenafil sitrat, tidak resmi.

10. Sari Daun Kelor – Mengandung parasetamol, ilegal.

11. Slim Ty – Mengandung sibutramin HCI, ilegal.

12. Kopi Cleng – Dioplos sildenafil sitrat, ilegal.

Baca juga  Satpol PP Indramayu Amankan Puluhan Pelajar saat Pesta Miras dan Aktivitas Judi Online di Kolong Jembatan Cimanuk

13. Kopi Arab Platinum – Mengandung sildenafil sitrat, izin fiktif.

14. Madu Kuat – Mengandung sildenafil sitrat dan tadalafil, ilegal.

15. Surya Sehat Jawa Dwipa 2 – Mengandung kafein dan parasetamol, ilegal.

Baca Juga : 3 Cara Praktis Membuat Teh Herbal Sendiri di Rumah, Sehat dan Mudah!

Risiko Kesehatan Serius

Penggunaan jangka panjang atau dalam dosis tidak tepat dari bahan kimia dalam daftar tersebut dapat menyebabkan:

Nyeri dada

Jantung berdebar

Penurunan tekanan darah drastis

Stroke

Serangan jantung

Gagal ginjal

Efeknya semakin berbahaya pada penderita penyakit kronis atau pengguna obat resep tertentu. Bahkan, sebagian zat seperti sibutramin sudah dilarang penggunaannya secara global karena meningkatkan risiko kematian.

Penjelasan BPOM: Modus dan Bahaya Efek Instan

Kepala BPOM RI, Dr. Taruna, menyebut bahwa praktik mencampurkan BKO dalam produk herbal adalah tindakan kejahatan kesehatan. “Produsen nakal sengaja mencampur bahan kimia demi efek instan, padahal itu menyesatkan dan sangat berbahaya,” ungkapnya, Jumat (18/7/2025).

Baca juga  11 Ribu Pelanggan PDAM Indramayu Akhirnya Bisa Mandi Lagi Setelah Krisis Air Bersih!

Ia menambahkan bahwa modus peredaran kini kian beragam—mulai dari penjualan online di e-commerce, promosi di media sosial, hingga jalur distribusi tidak resmi di toko-toko kecil atau pengobatan alternatif.

Ajakan Menjadi Konsumen Cerdas

BPOM mengimbau masyarakat tidak mudah tergiur janji khasiat instan, terutama pada produk-produk:

Obat kuat pria

Suplemen stamina

Pelangsing tubuh cepat

Obat herbal serba bisa

Baca Juga : Polisi Tangkap Pengedar Ribuan Obat Terlarang di Indramayu

“Kesehatan adalah investasi jangka panjang. Mari lindungi diri dan keluarga dengan hanya memilih produk legal dan teregistrasi BPOM,” ujar Taruna.

Masyarakat dapat mengecek keaslian produk melalui situs resmi cekbpom.pom.go.id atau aplikasi BPOM Mobile. Jika menemukan produk mencurigakan, diminta segera melapor.

 

Share :

Baca Juga

Edukasi

Kuwu Wanantara Diduga Selewengkan Dana APBDes 2021 Senilai Rp 295 Juta

Terpopuler

BPOM Temukan Puluhan Produk Herbal dan Kosmetik Berbahaya, Bisa Picu Kanker hingga Kerusakan Ginjal

Edukasi

ABG Tewas Gegara Perang Sarung di Indramayu, Polisi Amankan 9 Remaja

Edukasi

Tiga Pilar Kedokan Bunder Gelar Razia Miras, Amankan Ratusan Botol Menjelang Nataru

Indramayu

Wabup Syaefudin Turun ke Sekolah Kampanyekan Pencegahan Pernikahan Dini di Indramayu

Edukasi

Kejati Jabar Jebloskan Dirut BPR Karya Remaja Indramayu ke Rutan Kebonwaru

Edukasi

Tindak Pidana Penggelapan Jabatan: Ancaman Hukuman & Contoh Nyata!

Edukasi

Polres Indramayu Tangkap Pemuda Pelaku Curas, Terlibat Aksi Kejahatan di Dua TKP