Home / Indramayu / Peristiwa

Minggu, 10 Agustus 2025 - 12:06 WIB

Tragedi Jasad Gosong di Kos Singajaya, Toni RM Desak Ungkap Tuntas Misteri Kematian Putri Apriyani

Jenazah Putri Apriyani diserahkan ke keluarga pada Sabtu malam (9/8/2025) di Desa Rambatan Wetan, Kecamatan Sindang.

Jenazah Putri Apriyani diserahkan ke keluarga pada Sabtu malam (9/8/2025) di Desa Rambatan Wetan, Kecamatan Sindang.

Suaradermayu.com – Misteri kematian Putri Apriyani (24) yang ditemukan dalam kondisi gosong di kamar kos Firda 4 Blok Ceblok, Desa Singajaya, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, terus menyisakan tanda tanya besar.

Pengacara kondang Toni RM mendesak pihak kepolisian mengungkap secara tuntas penyebab kematian korban yang penuh kejanggalan.

Baca Juga : Tangisan Misterius Tengah Malam Berujung Penemuan Jasad Wanita Gosong di Singajaya Indramayu

Jenazah Putri Apriyani diserahkan ke keluarga pada Sabtu malam (9/8/2025) di Desa Rambatan Wetan, Kecamatan Sindang. Pada leher korban tampak jahitan akibat proses autopsi yang telah dilakukan.

Baca juga  Gudang Bulog Indramayu Penuh 124 Ribu Ton, Harga Beras Tetap Tinggi: LBH Ghazanfar Bongkar Dugaan Kacau Distribusi

Keluarga korban menyampaikan bahwa hasil autopsi awal menyebutkan penyebab kematian akibat kehabisan napas. Namun, keluarga tidak puas dan meminta dilakukan autopsi ulang. Hingga saat ini, hasil autopsi ulang belum juga diumumkan kepada keluarga.

“Saya baru saja menerima telepon dari keluarga. Polisi dari Polres Indramayu meminta keluarga datang membuat laporan polisi dan meminta saya mendampingi ayah korban. Insya Allah, laporan akan dibuat jam 2 siang setelah prosesi pemakaman,” ujar Toni RM, Minggu (10/8/2025).

Menurut Toni RM, jika autopsi ulang baru dilakukan setelah adanya protes keluarga, hal tersebut menunjukkan ketidakprofesionalan petugas. Tim forensik seharusnya sejak awal jeli dan teliti, terutama jika jenazah diduga korban tindak pidana.

Baca juga  Satlantas Polres Indramayu Cek Jalur Pantura Jelang Natal dan Tahun Baru

Baca Juga : Kasus Penganiayaan Anak 12 Tahun di Kebulen Indramayu, Toni RM Desak Polisi Tetapkan Tersangka!

Ia menegaskan bahwa penyidik harus memberikan informasi lengkap kepada tim medis forensik mengenai dugaan penyebab kematian dan hasil temuan dari tempat kejadian perkara (TKP).

“Misalnya jika ada dugaan korban dicekik lalu dibakar untuk menghilangkan jejak, harus diperiksa apakah ada bekas cekikan di leher dan bagian tubuh lain. Informasi dari penyidik sangat penting karena mereka memeriksa TKP, barang bukti, dan rekaman CCTV,” jelas Toni.

Baca juga  Toni RM Ancam Laporkan SMA Negeri 1 Sindang Jika Ada Jual Beli Kursi PPDB

Toni juga menjelaskan, permintaan polisi agar keluarga membuat laporan biasanya menandakan ditemukan dugaan tindak pidana sehingga kasus dapat dinaikkan statusnya dari penyelidikan ke penyidikan.

“Mudah-mudahan memang benar ada peristiwa pidana, sehingga laporan ayah korban menjadi dasar untuk penyidikan,” pungkasnya.

Sebelumnya, jenazah Putri Apriyani ditemukan dalam kondisi gosong di kamar kos tersebut. Hingga berita ini ditayangkan, Suaradermayu.com belum mendapat respons dari Humas Polres Indramayu terkait kasus ini.

 

Share :

Baca Juga

Indramayu

IRW Sebut Tak Percaya BK DPRD Indramayu Objektif Tangani Dugaan Etik Anggi Noviah

Indramayu

Eks TKW di Indramayu Dapat Pelatihan Wirausaha, Dorong Perempuan Lebih Mandiri dan Sejahtera

Sorotan

Kisah Nurlaela, PMI Indramayu Depresi Kerja 3 Tahun Tanpa Digaji di Taiwan

Indramayu

Wabup Indramayu Cek Hewan Kurban, Ini Temuan Mengejutkan

Indramayu

Hendry Bantah Klaim Keterkaitan Putusan PN Jakpus dengan Jabatan Ketua Umum PWI Pusat

Terpopuler

Tolong! Negara Diminta Segera Pulangkan 13 Pelaut WNI, Selamat dari Perang Kini Tertahan di Azerbaijan

Indramayu

Peringatan HLUN di Indramayu, Wabup Syaefudin Tegaskan Lansia Bukan Beban Tapi Sumber Inspirasi!

Indramayu

Lucky Hakim Sebut Tunjangan Makan Wakil Bupati Capai Rp 100 Juta Per Bulan