Suaradermayu.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu menggelar peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) tingkat kabupaten secara meriah pada Sabtu, 14 Juni 2025. Kegiatan yang dipusatkan di Pendopo Kabupaten Indramayu ini menjadi ajang penghormatan terhadap peran para lanjut usia (lansia) yang telah berjasa besar dalam pembangunan bangsa, terutama di lingkungan lokal Indramayu.
Hadir dalam acara ini Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin, mewakili Bupati Lucky Hakim, bersama jajaran pejabat daerah, Ketua dan Pengurus Lembaga Lanjut Usia Indonesia (LLI) Provinsi Jawa Barat, tokoh masyarakat, dan ratusan lansia dari berbagai kecamatan.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Syaefudin menegaskan bahwa keberadaan lansia bukan sekadar kelompok yang harus dibantu, melainkan sumber inspirasi, keteladanan, dan kebijaksanaan yang harus dihargai dan dilibatkan. Ia mengajak masyarakat untuk membangun budaya hormat kepada orang tua sebagai bagian dari visi “Indramayu Reang”.
“Lansia bukan beban, tapi pilar penting dalam masyarakat kita. Dengan pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki, para orang tua kita dapat menjadi penuntun generasi muda. Mari wujudkan Indramayu yang ramah lansia, tempat semua usia dapat hidup berdampingan dalam harmoni,” ujar Syaefudin dengan penuh semangat.
Acara ini juga diwarnai dengan penyampaian apresiasi dari Wakil Ketua LLI Jawa Barat, Anang Sudarso, yang memuji langkah konkret Pemerintah Kabupaten Indramayu dalam memberdayakan lansia secara menyeluruh. Ia menilai bahwa program “Reang Eman Ning Sema” yang digagas duet Lucky Hakim dan Syaefudin adalah bentuk nyata perhatian terhadap kelompok lanjut usia.
“Kami melihat komitmen luar biasa dari pemerintah daerah di sini. Dukungan terhadap hak-hak lansia, mulai dari akses kesehatan, jaminan sosial, hingga partisipasi sosial sangat penting untuk diperluas,” kata Anang.
Peringatan HLUN tahun ini mengusung tema nasional “Lansia Bahagia, Indonesia Sejahtera.” Tema ini tidak hanya menjadi slogan, tetapi diterjemahkan langsung dalam berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi lansia. Mulai dari pemeriksaan kesehatan gratis, senam bersama, pemberian bantuan sosial, hingga penyerahan penghargaan kepada tokoh-tokoh inspiratif yang dinilai peduli terhadap kesejahteraan lansia.
Salah satu momen mengharukan terjadi saat seorang lansia dari Kecamatan Krangkeng, Mbah Tumiran (78), menerima penghargaan atas dedikasinya selama puluhan tahun menjadi relawan kesehatan di desanya. Dengan suara bergetar, Mbah Tumiran mengungkapkan rasa bangga dan harunya karena merasa dihargai meski telah lanjut usia.
“Tidak pernah saya bermimpi akan menerima penghargaan ini. Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Indramayu yang telah mengingat kami para lansia,” ucapnya haru.
Kemeriahan acara juga diramaikan dengan bazar makanan sehat, pameran karya lansia, dan pertunjukan seni dari komunitas lanjut usia. Masyarakat yang hadir terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian acara, termasuk para pelajar yang diajak untuk belajar langsung dari pengalaman para orang tua mereka.
Acara ini sekaligus menjadi bukti bahwa Indramayu bukan hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga membangun nilai-nilai sosial dan kemanusiaan yang berkelanjutan. Peringatan HLUN menjadi simbol bahwa kebijakan pembangunan tidak boleh melupakan kelompok lansia sebagai bagian dari kekuatan sosial daerah.
Sebagaimana ditekankan oleh Syaefudin di akhir sambutannya, “Kita semua akan menua. Hormat dan cinta kepada lansia hari ini, adalah investasi bagi masa depan kita sendiri.”
Dengan semangat kolaboratif antara pemerintah, masyarakat, dan organisasi lansia, Kabupaten Indramayu semakin meneguhkan diri sebagai kabupaten yang tidak hanya produktif secara ekonomi, tetapi juga beradab dan peduli pada semua golongan usia.


























