Home / Ekonomi / Indramayu

Minggu, 26 April 2026 - 14:02 WIB

Gudang Bulog Indramayu Penuh 124 Ribu Ton, Harga Beras Tetap Tinggi: LBH Ghazanfar Bongkar Dugaan Kacau Distribusi

Gudang Bulog Singakerta 1, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu

Gudang Bulog Singakerta 1, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu

Suaradermayu.com– Klaim melimpahnya stok beras di gudang Perum Bulog Cabang Indramayu justru memantik kritik keras. Di tengah angka fantastis lebih dari 124.000 ton beras yang disebut cukup untuk kebutuhan hingga enam bulan ke depan, harga beras di pasaran justru masih tinggi dan membebani masyarakat.

Pimpinan Cabang Bulog Indramayu, Apip Wijaya, memastikan bahwa stok beras dalam kondisi aman bahkan surplus secara nasional. Ia menegaskan, pemerintah tidak perlu melakukan impor karena seluruh pasokan berasal dari produksi dalam negeri.

“Produksi padi di Indramayu dan nasional sedang melimpah. Saat ini tidak ada impor karena 100 persen berasal dari dalam negeri,” ujarnya saat berada di Gudang Bulog Singakerta 1, Kecamatan Krangkeng, Jumat (25/4/2026).

Melimpahnya stok ini disebut berasal dari hasil panen petani yang optimal. Sejak 2025, Bulog aktif menyerap gabah kering panen dari petani dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp 6.500 per kilogram, lalu mengolahnya menjadi beras sebagai cadangan.

Baca juga  Bansos PKH dan BPNT Cair Januari 2026, Warga Bisa Cek Status Penerima Pakai NIK KTP

Namun, narasi “stok melimpah” itu langsung dikuliti oleh Ketua LBH Ghazanfar, Pahmi Alamsah. Ia menilai klaim tersebut tidak selaras dengan realitas di lapangan, di mana harga beras masih tinggi dan tidak kunjung turun.

Menurutnya, jika stok benar-benar melimpah, maka hukum pasar sederhana seharusnya berlaku: harga turun. Fakta bahwa harga tetap tinggi justru mengindikasikan adanya persoalan serius dalam distribusi.

“Kalau stok melimpah tapi harga tetap mahal, itu bukan lagi soal produksi. Itu soal distribusi yang kacau atau ada yang sengaja bermain,” tegas Pahmi.

Ia menyebut kondisi ini sebagai ironi dalam tata kelola pangan. Gudang disebut penuh, tetapi masyarakat tidak merasakan dampaknya. Beras seolah berhenti di rantai distribusi dan tidak sampai ke tangan rakyat dengan harga terjangkau.

Baca juga  BNPB dan TNI AD Bangun Sumur Bor di Indramayu: Antisipasi Kekeringan, Warga Bersyukur

“Jangan sampai beras hanya menumpuk di gudang. Kalau tidak mengalir ke pasar dengan harga wajar, itu sama saja bohong. Rakyat tidak butuh angka, rakyat butuh harga yang turun,” ujarnya.

Lebih jauh, Pahmi menduga adanya potensi masalah dalam rantai pasok, mulai dari distribusi yang tidak merata, lemahnya pengawasan, hingga kemungkinan praktik penahanan barang oleh pihak tertentu.

“Kalau ada yang menahan pasokan atau memainkan distribusi untuk menjaga harga tetap tinggi, itu jelas merugikan masyarakat. Ini tidak boleh dibiarkan,” katanya.

Ia mendesak pemerintah daerah, Bulog, hingga aparat penegak hukum untuk segera turun tangan melakukan audit menyeluruh terhadap distribusi beras di Indramayu.
“Ini kebutuhan pokok rakyat. Harus transparan. Kalau memang stok melimpah, pastikan harga turun. Kalau tidak, berarti ada yang tidak beres dan itu harus dibongkar,” pungkasnya.

Baca juga  Patung Soekarno Viral Ditutup Kain Putih, Bupati Lucky Hakim: Karena Rusak, Akan Kami Perbaiki Secara Utuh

Sementara itu, Bulog tetap mengimbau masyarakat agar tidak khawatir terhadap ketersediaan beras. Pihaknya mengklaim distribusi terus dilakukan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga di pasaran.
Selain beras, Bulog juga menanggapi isu mahalnya minyak goreng yang sempat terjadi. Kenaikan harga disebut dipengaruhi faktor eksternal seperti naiknya harga kemasan dan terganggunya pasokan global akibat konflik di Timur Tengah.

Bulog menyatakan terus melakukan distribusi intensif, termasuk melalui program Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP), guna menjaga kestabilan harga di tengah gejolak.
Namun publik kini menunggu pembuktian nyata: apakah stok melimpah benar-benar akan menurunkan harga, atau justru hanya menjadi angka besar yang tak pernah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. (Waryadi)

Share :

Baca Juga

Indramayu

Bupati Indramayu Berhentikan Kuwu Anjatan Utara, Dugaan Korupsi Dana Desa Mencuat

Indramayu

Banjir Rob dan BPJS Jadi Sorotan, Bupati Lucky Minta Perhatian Khusus dari Kemensos

Indramayu

Ditemukan Rp 300 Juta, Bupati Indramayu Lucky Hakim Tegas Tindak Kuwu Desa Sukaslamet

Indramayu

Indramayu Soroti Lemahnya Kebijakan Berbasis Data, Bappeda-Litbang Gelar Bimtek Penyusunan Naskah Akademik

Indramayu

Tragedi Jasad Gosong di Kos Singajaya, Toni RM Desak Ungkap Tuntas Misteri Kematian Putri Apriyani

Indramayu

Priyo & Ruslandi Akui Semua Bukti Tanpa Sanggahan.di Sidang Paoman, LBH Ghazanfar: Kemenangan Taktik Penyidik dan Jaksa

Indramayu

Innalillahi, Ipda Tarli Meninggal Saat Bertugas di Pos Pengamanan Jalur Pantura

Terpopuler

Bupati Lucky Hakim Akhirnya Buka Suara Soal Tak Temui Aksi Demo KOMPI