Suaradermayu.com – Pemerintah telah menetapkan besaran Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) per siswa untuk tahun 2025. Informasi ini menjadi sorotan penting bagi sekolah, guru, hingga orang tua, karena Dana BOS berperan besar dalam mendukung kegiatan belajar mengajar.
Baca Juga : Sekolah Dilarang Jual Buku, Sudah Dibayar Dana BOS!
Dana BOS sendiri merupakan program pemerintah yang ditujukan untuk membantu biaya operasional nonpersonalia di sekolah negeri maupun swasta. Dengan adanya BOS, diharapkan mutu pendidikan meningkat dan tidak ada siswa yang terkendala masalah biaya.
Besaran Dana BOS 2025 per Siswa
Besaran Dana BOS tahun 2025 ditentukan berdasarkan jenjang pendidikan. Berikut rinciannya:
PAUD: Rp600.000 per siswa
SD: Rp940.000 per siswa
SMP: Rp1.160.000 per siswa
SMA: Rp1.590.000 per siswa
SMK: Rp1.690.000 per siswa
SLB: Rp3.690.000 per siswa
Paket A: Rp1.300.000 per siswa
Paket B: Rp1.500.000 per siswa
Paket C: Rp1.800.000 per siswa
Perbedaan nominal ini disesuaikan dengan kebutuhan operasional sekolah di setiap jenjang.
Penggunaan Dana BOS Harus Tepat Sasaran
Dana BOS tidak boleh digunakan untuk kepentingan pribadi. Anggaran ini diperuntukkan bagi kebutuhan sekolah, di antaranya:
– Pengadaan buku dan media pembelajaran.
– Perawatan fasilitas sekolah.
– Biaya kegiatan ujian, ekstrakurikuler, dan pelatihan guru.
– Kegiatan penunjang lainnya yang meningkatkan kualitas pendidikan.
Baca Juga : Disdikbud Indramayu Larang Penjualan LKS di Sekolah, Akan Lakukan Evaluasi
Sekolah wajib melaporkan penggunaan Dana BOS secara transparan kepada pemerintah agar tidak terjadi penyalahgunaan.
Manfaat Pengelolaan BOS yang Transparan
Transparansi dalam pengelolaan Dana BOS membawa manfaat besar, seperti:
– Meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sekolah.
– Memastikan anggaran digunakan untuk kebutuhan siswa.
– Mendukung pemerataan akses pendidikan dan peningkatan mutu pembelajaran.
Baca Juga : Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Soroti Dana BOS di Sekolah
Mengetahui besaran Dana BOS 2025 membantu sekolah merencanakan anggaran dengan lebih baik. Orang tua juga dapat ikut mengawasi penggunaannya agar program ini benar-benar memberikan manfaat bagi siswa.

























