Indramayu – Pembunuhan sadis terjadi di wilayah hukum Polres Indramayu. Diduga lantaran sakit hati, Tarman (47) tega membunuh S (45) yang tak lain adalah adik iparnya.
Peristiwa berdarah itu terjadi sekitar pukul 01.30 WIB Minggu (13/11/2022) di BTN Nelayan, Kelurahan Paoman, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu.
Kasat Reskrim Polres Indramayu AKP Fitran Romajimah mengatakan, berawal pukul 22.00 WIB Sabtu (12/11/2022) korban bersama kakaknya (istri pelaku) pergi menuju ke rumah kerabatnya.
” Keduanya berboncengan menggunakan sepeda motor, ” kata Fitran, Senin (14/11/2022).

Kemudian pada sekitar pukul 01.30 WIB Minggu (13/11/2022), korban hendak pulang ke rumahnya. Namun, sebelum sampai ke rumah tiba-tiba Tarman datang dari samping kiri rumah korban.
” Tersangka menyerang korban dengan cara menggunakan senjata tajam berupa golok, ” ujarnya.
Korban akhirnya terjatuh dari motor dengan kondisi bersimbah darah. Korban saat itu kondisinya sangat kritis dilarikan warga ke RSUD Indramayu. Namun, sesampainya di rumah sakit dan sedang ditangani tim medis korban menghembuskan nafas terakhir.
” Sekitar pukul 03.40 WIB korban dinyatakan meninggal dunia, ” ungkap Fitran.
Fitran menyebut pelaku saat ini sudah diamankan di Mapolres Indramayu untuk pemeriksaan lebih lanjut. Disinggung motif pelaku menghabisi korban, Fitran mengaku masih melakukan pemeriksaan terhadap motif pelaku.
” Motifnya masih kita dalami, ” pungkasnya.
Sementara itu kuasa hukum Tarman, Ruslandi mengatakan, pelaku terkejut karena sehari sebelum peristiwa berdarah terjadi, pelaku mendapat surat undangan persidangan perceraian.
” Dia kaget sehari sebelum kejadian karena mendapat surat undangan dari Pengadilan Agama Indramayu untuk sidang perceraian, ” kata Ruslandi, Senin (13/11/2022).
Ruslandi menyebut rumah tangga pelaku dengan R (istrinya) diakui memang tengah retak. Pelaku sakit hati dengan korban yang terus mempengaruhi dan membujuk R untuk bercerai dengan pelaku.
” Keterangan terduga kepada saya karena sakit hati terhadap korban, ” ujarnya.
” Dia mengaku sangat menyesal telah melakukan itu. Dia sebenarnya berusaha mempertahankan rumah tangga dengan istrinya, namun karena dia emosi akhirnya nekat melakukan perbuatan tersebut, ” imbuhnya.
Editor : Pahmi Alamsah

























