Suaradermayu.com – Tragedi memilukan menimpa dua warga asal Indramayu, Jawa Barat, yakni Anton dan Kunedi, yang menjadi korban pembunuhan saat bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) di KM Vizz Jaya 2. Kasus ini terbongkar setelah kapal tersebut ditemukan terdampar di perairan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.
Penyelidikan oleh Direktorat Polairud Polda Jawa Tengah mengungkap kejanggalan saat memeriksa kapal. Dalam surat persetujuan berlayar, tercatat bahwa KM Vizz Jaya 2 membawa 12 ABK saat bertolak dari Pelabuhan Muara Baru, Jakarta Utara, pada Kamis (27/2/2025). Namun, saat ditemukan, hanya ada 10 ABK di atas kapal.
Perbedaan jumlah tersebut langsung memicu penyelidikan intensif oleh pihak kepolisian dan TNI AL. Hasil pemeriksaan mendalam mengarah pada dugaan pembunuhan yang dilakukan oleh sesama kru kapal terhadap Anton dan Kunedi.
“Saat ini para pelaku sudah kami amankan untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Direktur Polairud Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Hariadi, Sabtu (3/5/2025).
Menurut hasil penyelidikan sementara, konflik antara para ABK diduga dipicu oleh masalah pembagian hasil tangkapan cumi selama pelayaran menuju perairan Kalimantan. Ketegangan tersebut mencapai puncaknya pada Rabu malam (26/3/2025), saat Anton dan Kunedi diduga dibunuh oleh rekan-rekannya sekitar pukul 23.00 WIB.
Sementara itu, Kepala Subdirektorat Penegakan Hukum Ditpolairud Polda Jawa Tengah, AKBP Daryanto, menyebut pihaknya juga tengah menyelidiki penemuan jenazah tanpa kepala yang ditemukan di pesisir Sumenep, Madura, pada Minggu (6/4/2025).
“Kami sedang mencocokkan DNA jenazah tersebut dengan sampel dari keluarga korban,” ujarnya.
Hingga kini, tim gabungan masih melakukan pencarian jasad kedua korban lainnya. Polda Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menuntaskan kasus ini dan memastikan semua pelaku mendapat hukuman yang setimpal.

























