Home / Terpopuler

Rabu, 4 Juni 2025 - 09:15 WIB

21 Layanan Tak Ditanggung BPJS Kesehatan per Juni 2025

Ilustrasi BPJS Kesehatan

Ilustrasi BPJS Kesehatan

Suaradermayu.com — Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menjadi andalan jutaan rakyat Indonesia dalam memperoleh layanan kesehatan. Namun, penting bagi masyarakat untuk memahami bahwa tidak semua layanan dan penyakit ditanggung oleh program ini.

Hingga Juni 2025, terdapat 21 jenis layanan medis dan penyakit yang tidak dibiayai oleh BPJS Kesehatan, sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan, yang masih berlaku hingga kini.

Meskipun peserta rutin membayar iuran, BPJS tetap memiliki batasan. Hal ini disebabkan oleh pertimbangan efisiensi anggaran dan fokus pada layanan dasar yang esensial.

Baca juga  DPRD Ingatkan Pemkab Indramayu : Kenaikan NJOP Jangan Timbulkan Gejolak Warga

Daftar 21 Layanan yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan:

1. Penyakit akibat wabah atau kejadian luar biasa (KLB).

2. Operasi plastik dan layanan estetika lainnya.

3. Perawatan gigi kosmetik seperti pemasangan behel.

4. Cedera karena tindak pidana seperti penganiayaan dan kekerasan seksual.

5. Penyakit akibat menyakiti diri sendiri (percobaan bunuh diri).

6. Gangguan akibat alkohol dan narkotika.

7. Pengobatan infertilitas atau kemandulan.

8. Cedera akibat tawuran atau kekerasan massa.

9. Layanan kesehatan di luar negeri.

10. Pengobatan yang masih dalam tahap eksperimental.

Baca juga  Bawaslu Jabar Bakal Periksa Paslon Nina-Tobroni

11. Terapi alternatif yang belum terbukti secara ilmiah.

12. Alat kontrasepsi dan layanan keluarga berencana (KB).

13. Perlengkapan rumah tangga non-medis.

14. Layanan atas permintaan pribadi tanpa rujukan resmi.

15. Pengobatan di faskes non-rekanan (kecuali gawat darurat).

16. Cedera akibat kecelakaan kerja yang dijamin program jaminan kerja.

17. Kecelakaan lalu lintas yang dijamin oleh Jasa Raharja.

18. Pelayanan akibat bencana yang ditanggung program darurat pemerintah.

19. Penyakit kronis di luar pedoman nasional.

20. Perawatan jangka panjang di panti sosial.

Baca juga  Bupati Lucky Hakim Berhentikan Permanen Kuwu Kedokan Agung, Dana Desa Rp 400 Juta Diduga Disalahgunakan

21. Prosedur terkait perubahan jenis kelamin.

Mengapa Ada Pengecualian?

BPJS Kesehatan menetapkan batasan karena keterbatasan anggaran dan perlunya menetapkan prioritas layanan. Fokus utama BPJS adalah pada layanan yang bersifat dasar dan esensial, dengan efektivitas yang telah teruji.

Apa Solusinya?

Masyarakat perlu memahami secara menyeluruh layanan yang dijamin dan tidak dijamin oleh BPJS. Sebagai langkah antisipatif, peserta disarankan untuk memiliki asuransi kesehatan tambahan guna mengakses layanan yang dikecualikan.

BPJS Kesehatan memberikan perlindungan penting bagi masyarakat. Namun, kesadaran terhadap batas cakupan layanan sangat diperlukan agar tidak terjadi kesalahpahaman saat mengakses fasilitas kesehatan. Edukasi dan sosialisasi berkelanjutan menjadi kunci agar peserta dapat memaksimalkan manfaat tanpa merasa dirugikan.

 

Share :

Baca Juga

Terpopuler

H.Syaefudin Beri Oleh-oleh ke Pemudik di Posko Terpadu Mudik Lebaran 2025 di Jembatan Timbangan Losarang

Indramayu

Jaksa Gagal Bawa Ahli dan BAP Forensik di Sidang Paoman 11 Juni, LBH Ghazanfar: Skak Mat

Indramayu

Ratusan Pengikut Jaringan NII Pimpinan Panji Gumilang Ucap Ikrar Setia kepada NKRI

Daerah

Dedi Mulyadi Siapkan Rp 10 Juta untuk Relokasi Warga Eretan, Tangani Banjir Rob Puluhan Tahun

Terpopuler

Fakta Mengejutkan! Polisi Terseret Dugaan Fee Rp16 Miliar Proyek Bekasi

Terpopuler

Kericuhan Sidang Razman Nasution vs Hotman Paris, Otto Hasibuan: Advokat Harus Jaga Etika

Terpopuler

Prabowo Setuju Cabut Moratorium Pengiriman Pekerja Migran ke Arab Saudi, Pemberangkatan Dimulai Juni 2025
Tangkapan layar : Akun TikTok palsu catut nama dan wajah Bupati Indramayu Lucky Hakim

Indramayu

Viral! Nama dan Wajah Bupati Indramayu Lucky Hakim Dicatut Akun TikTok Palsu