Home / Indramayu / Kriminalitas

Jumat, 22 Agustus 2025 - 14:34 WIB

Toni RM: Masa Petinggi Polda dan Polres Kalah Strategi dengan Bripda Alvian?

Almarhum Putri Apriyani (kiri) Kuasa Hukum keluarga Putri, Toni RM (tengah) dan Bripda Alvian Maulana Sinaga (kanan)

Almarhum Putri Apriyani (kiri) Kuasa Hukum keluarga Putri, Toni RM (tengah) dan Bripda Alvian Maulana Sinaga (kanan)

Suaradermayu.com – Kuasa hukum keluarga Putri Apriyani, Toni RM, menyampaikan kekecewaan atas lambannya penangkapan tersangka Bripda Alvian Maulana Sinaga dalam kasus pembunuhan Putri Apriyani. Hingga hari ke-13 pasca-penetapan status DPO, keberadaan Bripda Alvian masih belum terlacak.

“Saya sangat menghormati dan menghargai upaya Satreskrim Polres Indramayu yang terus mencari DPO kasus pembunuhan Bripda Alvian. Namun sampai hari ke-13 ini, tersangka belum juga ditangkap,” ujar Toni RM.

Menurutnya, publik wajar bertanya-tanya. “Padahal yang dicari ini anggota polisi berpangkat Bripda. Masa petinggi Polres Indramayu dan Polda Jawa Barat kalah strategi dengan pangkat Bripda, sehingga sampai hari ini belum tertangkap?” tambahnya.

Publik Menunggu Jawaban

Toni RM juga menyoroti sikap tertutup kepolisian. Ia menilai, hingga kini Kapolres Indramayu belum pernah menggelar konferensi pers untuk menjelaskan perkembangan kasus kepada publik.

Baca juga  Toni RM: Tuntutan Seumur Hidup Eks Polisi Pembunuh Pacar di Indramayu Sudah Cerminkan Keadilan

“Kalau Polres Indramayu tertutup seperti ini, itu yang membuat publik curiga. Apalagi tersangkanya anggota polisi sendiri. Wajar kalau masyarakat marah dan reaktif,” tegasnya.

Ia mengaku banyak menerima komentar di media sosial maupun pesan langsung dari masyarakat yang menuntut aksi nyata. “Bahkan banyak yang japri ke saya, menyampaikan keinginan untuk demo karena belum juga tertangkap-tangkap,” kata Toni RM.

Respons Resmi Polres Indramayu

Konfirmasi resmi dari kepolisian masih sangat terbatas. Kasi Humas Polres Indramayu, AKP Tarno, ketika dihubungi Suaradermayu.com hanya menjawab singkat.

“Wa’alaikum salam wr wb, mohon waktu saya lagi giat dulu mas,” ujarnya, Kamis (21/8/2025).

Sampai berita ini diturunkan, Polres Indramayu belum memberikan keterangan lanjutan mengenai perkembangan pengejaran Bripda Alvian.

Baca juga  Bayi 10 Bulan Ditenggelamkan ke Bak Mandi dalam Kasus Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu

Suasana Mencekam di Singajaya

Kasus ini berawal pada Sabtu pagi, 9 Agustus 2025, saat warga Blok Ceblok, Desa Singajaya, Kecamatan Indramayu, dikejutkan oleh bau hangus dari kamar kos bernomor 9 di Rifda 4. Ketika pintu dibuka, tubuh seorang perempuan muda ditemukan tak bernyawa, hangus terbakar.

Perempuan itu adalah Putri Apriyani, anak pasangan Karja dan Suryati, warga Desa Rambatan Wetan, Kecamatan Sindang. Putri meregang nyawa dengan cara paling mengenaskan—tubuhnya dilalap api di tempat yang seharusnya menjadi ruang aman.

Semua Arah Mengarah ke Bripda Alvian

Sejak awal penyelidikan, nama Bripda Alvian Maulana Sinaga langsung mencuat. Rekaman CCTV sekitar kos mencatat detik-detik sebelum tragedi: hanya satu orang yang bersama korban, yakni Bripda Alvian.

Fakta lain makin memperkuat dugaan. Polisi menemukan adanya perpindahan uang sebesar Rp32 juta dari rekening Putri ke rekening Bripda Alvian. Uang itu sejatinya milik sang ibu, Suryati, hasil keringatnya sebagai TKW di Hongkong.

Baca juga  Aksi Kemanusiaan dari Indramayu Bikin Haru Warga Gaza, Siapa di Baliknya?

Namun, ketika sorotan publik mulai mengarah kepadanya, Bripda Alvian mendadak menghilang. Hingga kini, jejaknya tak juga terlacak.

Bripda Alvian Dipecat Tidak Hormat

Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Jawa Barat pada Kamis (14/8/2025) terasa tegang. Meski Bripda Alvian Maulana Sinaga tidak hadir secara langsung dan hanya diwakili kedua orang tuanya, putusan tetap dijatuhkan: Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) dari kepolisian.

Langkah ini menandakan institusi Polri telah menyatakan Bripda Alvian tidak lagi layak menyandang seragam Bhayangkara. Namun, publik menilai pemecatan saja tidak cukup. Yang ditunggu masyarakat adalah penangkapan dan proses hukum pidana, agar kasus tragis ini mendapat kepastian keadilan.

 

Share :

Baca Juga

Indramayu

Program Baru Bupati Lucky: Bahasa Jepang Masuk Sekolah, Targetkan Siswa Siap Go Jepang

Indramayu

Lucky Hakim Sebut Baru Tahu Undangan Rapat DPRD dari Media Sosial, Ruang Kerja Terkunci

Indramayu

Kasus Putri Apriyani: Hebatnya Bripda Alvian Tak Tertangkap Meski Sudah DPO

Indramayu

Wabup Syaefudin Apresiasi UPZ Desa Mundakjaya dan Jatisura sebagai Pengumpul Zakat Maal Terbanyak

Indramayu

Kuwu Terpilih Khaerul Anam Ajak Warga Singajaya Bersatu Usai Pilwu: Tinggalkan Sekat, Satukan Langkah Membangun Desa

Indramayu

Indramayu Dikepung Banjir, Lucky Hakim Perintahkan Bangunan Liar di Bantaran Sungai Dibongkar

Indramayu

Pajang Foto Megawati Berbikini, Oknum PDAM Indramayu Berurusan dengan Polisi

Indramayu

Petani di Indramayu Tewas Tersengat Listrik di Area Pesawahan