Home / Daerah

Jumat, 8 Agustus 2025 - 02:49 WIB

Digugat SMA Swasta, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi: Saya Bahagia, Artinya Saya Bekerja!

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berpidato dihadapan Anggota DPRD Jawa Barat, Kamis (22/5/2025)

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berpidato dihadapan Anggota DPRD Jawa Barat, Kamis (22/5/2025)

Suaradermayu.com – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memberikan respons mengejutkan usai kebijakan yang ia keluarkan digugat oleh delapan organisasi SMA swasta di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung.

Baca Juga : Dedi Mulyadi Dilaporkan ke Bareskrim karena Kirim Anak ke Barak

Gugatan tersebut terkait Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 463.1/Kep.323-Disdik/2025 tentang penambahan jumlah siswa dalam satu rombongan belajar (rombel) di sekolah negeri. Gugatan ditujukan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat cq Gubernur Jabar.

Baca juga  Pemkab Indramayu Perbaiki 74 Titik Jalan Rusak, Siapkan Kelancaran Arus Mudik 2025

Namun alih-alih merasa terpojok, Dedi justru menyambut gugatan tersebut dengan perasaan positif.

“Itu hak setiap orang melakukan gugatan, dan bagi saya, sangat berbahagia digugat. Itu mencerminkan bahwa Gubernur Jawa Barat bekerja,” ujar Dedi kepada awak media, Kamis (7/8/2025).

Fokus pada Anak Putus Sekolah

Dedi menjelaskan, kebijakan yang menjadi objek gugatan itu sejatinya adalah upaya menyelamatkan anak-anak yang putus sekolah di Jawa Barat.

Baca juga  Daerah Pemasok TKI Terbanyak, Indramayu Juaranya

“Sejak Kepgub ini diterapkan, sudah ada 47 ribu anak yang bisa kembali bersekolah secara gratis di sekolah negeri,” jelasnya.

Pemprov Jabar bahkan menyiapkan anggaran tambahan untuk memenuhi kebutuhan siswa, seperti pakaian dan sepatu.

Sekolah Swasta Harus Adaptif

Dedi Mulyadi juga menyinggung fakta bahwa jumlah siswa di sekolah swasta memang mengalami penurunan, namun itu bukan semata karena kebijakan pemerintah.

Baca Juga : Pidato Dedi Mulyadi Dinilai Abaikan Peran Pesantren, DPRD Jabar: Jangan Lupakan Amanat Leluhur!

“Tren penurunan penerimaan siswa baru di sekolah swasta sudah terjadi dalam 3-4 tahun terakhir. Selain itu, jumlah sekolah swasta juga terus bertambah. Tahun ini saja, bertambah hampir 60 sekolah baru,” jelasnya.

Baca juga  Di Desa Puntang, Rumah Nenek Masih Nyaris Roboh — Pemerintah Datang Tapi Tak Melihat

Ia menegaskan, apakah kebijakan Pemprov menjadi penyebab penurunan murid di sekolah swasta atau tidak, akan dibuktikan di pengadilan.

“Semua itu nanti bisa disampaikan di pengadilan. Biarkan fakta berbicara,” pungkasnya.

Share :

Baca Juga

Sorotan

Ironi Kasat Narkoba: Dari Pemburu Bandar Menjadi Tersangka Peredaran Narkoba

Daerah

MPLS 2025 di Jabar Libatkan TNI-Polri, Disdik: Bentuk Generasi Tangguh Sejak Hari Pertama

Daerah

Silaturahmi Hangat di Lembur Pakuan: Mendagri Tito dan Kepala Daerah Bahas Arah Pembangunan Jawa Barat

Daerah

KPK Bongkar Pemerasan THR di Pemkab Cilacap, Bupati dan Sekda Jadi Tersangka

Daerah

Toni RM Bongkar Dugaan Penggelapan Rp5,6 Miliar di LPK Himawari ke Polda Jatim

Daerah

KOMPI Tolak Revitalisasi Tambak Pantura di Perhutani: Abaikan Keadilan Petambak dan Ancam Lingkungan

Daerah

Dedi Mulyadi Perpanjang Pengampunan Pajak Kendaraan di Jabar, Catat Batas Waktunya!

Daerah

BNSP Dorong Pemkab Indramayu Perluas Sertifikasi Pekerja Migas, SDM Lokal Harus Tersertifikasi dan Berdaya Saing