Suaradermayu.com – Kehidupan Carwadi (28) dan Carmi (28) sungguh miris. Selama ini tinggal di rumah yang jauh dari kata layak. Keduanya tinggal di Desa Tugu, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu.
Carwadi tinggal bersama istri yang kondisinya disabilitas. Istrinya itu tidak mempunyai kedua tangan dan kaki. Keduanya hidup sangat sederhana karena keterbatasan ekonomi. Karena itu ia dan istri terpisah dengan anaknya yang sekarang berusia 10 tahun.
Carwadi mengaku tidak pernah menyangka sebelumnya bisa mendapat bantuan rumah baru dari Polres Indramayu. Apalagi kondisi rumah sekarang jauh lebih layak dari rumah sebelumnya. Kini Carwadi bersama keluarga bisa menjalani ibadah puasa serta lebaran dengan kondisi jauh lebih baik.
“Sebelumnya memang saya tidak menyangka. Saya sangat bersyukur sekali,” kata Carwadi.
Sementara itu Kapolres Indramayu AKBP M Fahri Siregar menyampaikan, pihaknya mengetahui kondisi keluarga Carwadi dari informasi media massa. Disebutkan adanya pasangan suami istri tinggal di rumah tidak layak huni, bahkan sang istri tidak mempunyai tangan dan kaki.
Mengetahui kabar itu, Kapolres Fahri memerintahkan anggotanya mengecek kebenaran informasi tersebut.
“Setalah kami cek, memang benar pasangan disabilitas ini tinggal di rumah yang benar-benar tidak layak huni,” kata Fahri.
Ia mengatakan terharu mendengar cerita yang disampaikan Carwadi. Carwadi mengaku setiap kali turun hujan, ia mengungsi ke rumah tetangga karena rumah yang ia tempati hampir keseluruhan bocor. Setelah mengetahui kondisi keluarga Carwadi, pihaknya segera melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memperbaiki rumah Carwadi.
“Program Rutilahu memag salah satu bagian program Polres Indramayu, dan para anggota juga turut membantu,” ujarnya.


























