Home / Indramayu / Ekonomi

Kamis, 21 Agustus 2025 - 23:08 WIB

Indramayu Tak Mau Jadi Penonton! Lucky Hakim Gandeng BP TASKIN untuk Revolusi Ekonomi Rakyat

Bupati Indramayu, Lucky Hakim, bersama Wakil Bupati Syaefudin, menjalin kerja sama dengan Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Republik Indonesia (BP TASKIN).

Bupati Indramayu, Lucky Hakim, bersama Wakil Bupati Syaefudin, menjalin kerja sama dengan Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Republik Indonesia (BP TASKIN).

Suaradermayu.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu resmi mengambil langkah berani untuk menekan angka kemiskinan. Bupati Indramayu, Lucky Hakim, bersama Wakil Bupati Syaefudin, menjalin kerja sama dengan Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Republik Indonesia (BP TASKIN).

Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan Lucky Hakim bersama Kepala BP TASKIN, Budiman Sudjatmiko, pada Rabu (20/8/2025) di Jakarta. Kesepakatan ini menandai dimulainya program baru yang digadang sebagai terobosan besar dalam pembangunan ekonomi daerah.

Model Ekonomi Baru: Semi Closed-Loop Supply Chain

Budiman menjelaskan, program ini akan dijalankan dengan menggunakan Skema Semi Closed-Loop Supply Chain (SCLSC), yakni konsep ekosistem ekonomi yang menekankan integrasi dari hulu ke hilir.

Baca juga  Lucky-Syaefudin Siap Debat dengan Lawan Politik

“Ini bukan proyek instan. Kemiskinan hanya bisa diatasi lewat pendekatan sistemik, lintas sektor, dan berkelanjutan. SCLSC menjadi jalan baru agar masyarakat akar rumput bisa bertransformasi,” tegas Budiman.

Menurutnya, sektor pertanian akan menjadi fokus utama. Melalui industrialisasi pertanian, petani didorong memanfaatkan teknologi, mekanisasi, inovasi, hingga manajemen rantai pasok yang terpadu—mulai dari produksi, pengolahan pascapanen, distribusi, sampai pemasaran.

Baca juga  AMAKI Adukan Bupati Indramayu Lucky Hakim ke KPK, Desak Klarifikasi Relasi Proyek Sarjan

Potensi Indramayu yang Besar

Bupati Lucky Hakim menegaskan bahwa Indramayu memiliki potensi luar biasa, baik di bidang pertanian, hortikultura, perikanan, hingga UMKM berbasis bahan baku lokal. Namun, selama ini pelaku usaha kecil lebih banyak berjalan sendiri-sendiri.

“Dengan skema SCLSC, kita ingin menyatukan kekuatan lokal. Petani, pelaku UMKM, koperasi, pemerintah, hingga swasta bergerak dalam satu sistem. Bukan hanya soal produksi, tapi juga pengolahan dan akses pasar. Tujuannya agar keuntungan ekonomi tidak berhenti di atas, tapi bisa dirasakan sampai masyarakat bawah,” ujar Lucky.

Baca juga  Lucky Hakim Sebut Tim Transisi Mendapat Penolakan dari Bupati Aktif

Revolusi Ekonomi Rakyat

Kerja sama ini digadang-gadang sebagai pintu masuk revolusi ekonomi rakyat. Pemkab Indramayu optimistis, skema baru tersebut dapat memperkuat daya saing, meningkatkan nilai tambah produk lokal, sekaligus mengurangi ketimpangan.

“Indramayu tidak boleh hanya jadi penonton dalam pembangunan ekonomi. Kita harus berdiri di garis depan, memastikan kesejahteraan benar-benar hadir untuk rakyat,” tegas Lucky Hakim.

 

Share :

Baca Juga

Indramayu

Polisi Kembali Bongkar Tambang Tanah Ilegal di Indramayu – Alat Berat & Dokumen Palsu Disita

Indramayu

Indramayu Jadi Tuan Rumah Peparda Jabar 2026, Siap Sambut 1.000 Atlet

Indramayu

Pemuda Pemudi Pangkalan Gerakkan “Kaleng Sedekah Subuh”, Wujud Nyata Kepedulian untuk Lansia

Indramayu

Panitia Pilwu Singajaya Siaga: Cek DPT, Hindari Data Ganda, Undangan Pemilih Jalan Terus

Indramayu

Penemuan Bayi di Indramayu Gegerkan Warga, Polisi Lakukan Penyelidikan

Indramayu

DPRD Indramayu Tak Terima Dituding Masuk Daftar Pengemplang Kredit Macet BPR Karya Remaja

Indramayu

Bupati Indramayu Dukung MCP KPK RI untuk Perkuat Pencegahan Korupsi

Indramayu

Bongkar-Bongkaran! Bupati Lucky Hakim Siap Audit Semua Desa di Indramayu, Dana Rakyat Miliaran Diduga Diselewengkan