Suaradermayu.com – Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) terus memperkuat perannya dalam memastikan kualitas sertifikasi profesi di berbagai sektor. Kali ini, BNSP melakukan visitasi ke Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) sebagai bagian dari tahapan memperoleh lisensi Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP).
Visitasi ini mencakup sosialisasi pembentukan LSP, penguatan sumber daya manusia (SDM), audit sistem manajemen mutu, dan pengujian kompetensi. Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa LSP Lemhannas memenuhi standar pedoman yang ditetapkan oleh BNSP sebelum memperoleh lisensi resmi.
Koordinator Lisensi BNSP, Ade Syaekudin, memimpin tim visitasi dalam pelaksanaan audit sistem manajemen mutu LSP Lemhannas. Ia didampingi oleh dua asesor lisensi, Arifatun Nurjannah dan Andre.
“Visitasi ini merupakan tahapan awal dalam memastikan kelayakan sistem manajemen mutu LSP Lemhannas. Kami ingin memastikan bahwa ketika LSP Lemhannas mendapatkan lisensi dari BNSP, lembaga ini telah memiliki sistem penjaminan mutu yang kuat dan dapat ditelusuri,” ujar Ade usai visitasi di Gedung Lemhannas, Jakarta, Selasa (25/02/2025).
Kegiatan visitasi BNSP ini dihadiri oleh sejumlah pejabat Lemhannas, di antaranya,Sekretaris Utama Lemhannas, Komjen Pol. Drs. R. Z. Panca Putra,Ketua LSP Lemhannas, Laksamana Muda Sawa, Tenaga Ahli Pengkaji Madya Bidang Sosial Budaya, Brigjen TNI Joseph Robert Giri dan Tenaga Ahli Pengkaji Madya Bidang Strategi, Brigjen Pol Cornelius Wisnu Adji Pamungkas
Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Utama Lemhannas, Panca Putra, mengapresiasi upaya tim BNSP dalam memastikan kesiapan LSP Lemhannas. Ia berharap proses asesmen ini dapat berjalan optimal dan memenuhi semua ketentuan yang dipersyaratkan.
“Kami berharap tim BNSP dapat memastikan bahwa infrastruktur LSP Lemhannas, baik dari segi sarana, SDM, hingga dokumen sistem manajemen mutu, telah memenuhi standar yang ditetapkan. Selain itu, bimbingan berkelanjutan dari BNSP sangat kami harapkan hingga LSP Lemhannas mendapatkan lisensi resmi,” kata Panca.
Saat ini, LSP Lemhannas memiliki satu skema sertifikasi yang mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Khusus, yaitu Skema Sertifikasi Okupasi Pengajar Lemhannas. Namun, ke depan, LSP Lemhannas berencana mengembangkan lebih banyak skema sertifikasi dalam bidang Ketahanan Nasional.
“Ke depan, kami akan menyusun strategi keilmuan berbasis pilar ketahanan nasional yang dapat dijadikan standar sertifikasi profesi, seperti kompetensi wawasan kebangsaan, geopolitik Wawasan Nusantara, kepemimpinan nasional, sistem manajemen nasional, kewaspadaan nasional, dan geostrategi ketahanan nasional,” ujar Panca.
Menurutnya, keenam pilar tersebut akan menjadi fondasi utama dalam membangun Ketahanan Nasional yang lebih kuat dan terukur melalui instrumen uji kompetensi LSP.
Dengan adanya visitasi ini, diharapkan LSP Lemhannas dapat segera memperoleh lisensi dari BNSP dan menjadi lembaga sertifikasi yang kredibel dalam memastikan standar kompetensi di bidang ketahanan nasional.


























