suaradermayu.com – Pada Selasa (21/1/2024), ratusan petani dari Serikat Tani Indramayu (STI) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Indramayu.Para petani menuntut perhatian dan fasilitas yang merata dari pemerintah, yang selama ini dinilai tidak adil terhadap kelembagaan tani tertentu.
Damuri, perwakilan dari STI, mengungkapkan bahwa organisasi tani mereka merasa diabaikan oleh pemerintah, meskipun STI telah berbadan hukum dan memiliki basis anggota yang nyata. Ia juga menyebutkan bahwa selama ini STI tidak pernah menerima bantuan berupa sarana, prasarana, maupun pembinaan yang seharusnya menjadi hak mereka.
“Semua kelembagaan tani yang dibentuk oleh petani, termasuk STI, seharusnya bisa mendapatkan fasilitas dari pemerintah,” kata Damuri.
Sebagai wilayah dengan produksi padi terbesar di Indonesia, Indramayu memiliki peran strategis dalam sektor pangan nasional. Namun, Damuri menyayangkan minimnya perhatian pemerintah terhadap semua elemen petani di daerah tersebut.
“Kalau pemerintah serius ingin meningkatkan perekonomian, maka mulailah dari menyejahterakan petani,” tambah Damuri.
Aksi ini menjadi bentuk protes nyata terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai belum merata dalam memberikan dukungan kepada kelembagaan tani. Para petani berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki kondisi ini demi keberlangsungan sektor pertanian di Indramayu.
Pemerataan perhatian dan fasilitas untuk kelembagaan tani, baik kelompok tani maupun organisasi seperti STI, menjadi isu penting dalam menunjang produktivitas pertanian di Indramayu. Aksi para petani ini sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya peran mereka sebagai tulang punggung ketahanan pangan nasional.

























