Suaradermayu.com – Dugaan intimidasi terhadap wartawan kembali terjadi di Indramayu! Kali ini korbannya adalah Muhammad Guntur, jurnalis Metroonlinenews.com sekaligus Ketua DPC PJI (Persatuan Jurnalis Indonesia) Kabupaten Indramayu. Peristiwa ini terekam dalam video berdurasi 57 detik yang viral di media sosial.
Guntur menceritakan, insiden bermula saat ia bersama seorang rekannya hendak meliput pekerjaan hotmix di jembatan dekat Alun-alun Indramayu, Jumat (19/12/2025) dini hari. “Kami hanya ingin liputan, tapi justru mendapat perlakuan intimidatif dari oknum pelaksana proyek,” kata Guntur.
Proyek yang menjadi sorotan adalah Pemeliharaan Rutin Jembatan Cimanuk senilai Rp299.321.000, dikerjakan oleh CV Tiga Utama, beralamat di Jl. Sidomukti No. 32, Kelurahan Paoman, Indramayu, dan berada di bawah pengawasan Dinas PUPR Kabupaten Indramayu, menurut data LPSE Pemda Indramayu.
Peristiwa ini mendapat perhatian serius dari Toni RM, praktisi hukum. Ia menegaskan, penggunaan uang rakyat harus transparan, dan masyarakat berhak mengawasi proyek publik.
“Jangan sok jagoan! Kalau ada masyarakat atau wartawan yang bertanya, jawab saja. Jangan ancam atau banting HP wartawan. Uang rakyat harus digunakan sesuai aturan!” tegas Toni RM, Sabtu (20/12/2025).
Toni RM juga mengingatkan risiko fatal jika proyek publik dikurangi spesifikasinya atau terjadi penyimpangan anggaran.
“Bayangkan, jembatan dibangun asal jadi, spesifikasi dikurangi, kualitas menurun, dan ambruk. Siapa yang dirugikan? Masyarakat yang melewati jembatan itu bisa jadi korban,” katanya.
Pengacara kondang ini menegaskan pentingnya pengawasan publik. “Mulai hari ini, masyarakat bisa cek lokasi proyek Pemeliharaan Rutin Jembatan Cimanuk. Ini hak masyarakat untuk mengawasi uang mereka sendiri,”katanya.
Kasus ini menjadi peringatan tegas: transparansi dan akuntabilitas bukan sekadar jargon, dan pengawasan publik adalah kunci agar uang rakyat dikelola dengan benar serta keselamatan masyarakat tetap terjamin
Sementara itu, pihak CV. Tiga Utama belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan intimidasi ini. Suaradermayu.com masih berupaya menghubungi pihak perusahaan untuk mendapatkan konfirmasi. (Mashadi)
Artikel Terkait :
Meski Menang di Pengadilan, Toni RM Turun Tangan Urus Pembagian Warisan 4,1 Hektar di Subang
Toni RM Tegaskan Penarikan Kendaraan Kredit oleh Debt Collector Tak Boleh Sembarangan
Toni RM Bongkar Pertamina Belum Kantongi Izin dan Persiapan Matang untuk Penutupan Jalan
Mangkir Panggilan Polisi, Makelar Proyek di Indramayu Diduga Seret Oknum DPC PDIP
Penyidik Akan Jemput Paksa: Erpandi Alias Bayu Diduga Kabur Setelah Dua Kali Mangkir

























