Home / Opini

Senin, 24 Oktober 2022 - 20:27 WIB

Hari Santri dan IGD

Yahya Ansori

Yahya Ansori

Pertama, mereka yang biasanya menjadi guru Madrasah Diniyyah adalah mereka yang pernah menjadi santri. Setelah keluar dari pondok mereka kemudian berkhidmah dalam bidang keagamaan diantaranya, menjadi guru Madrasah Diniyyah.

Kedua, menjadi guru Madrasah Diniyyah itu mencetak kader-kader santri di masa mendatang. Beberapa diantara alumni Madrasah Diniyyah itu banyak dari mereka tertarik untuk mondok ke pesantren-pesantren yang dulu pernah menjadi tempat mondok guru mereka. Di sinilah transfer estafet “kesantrian” bermula.

Baca juga  Negeri Konoho Bintang: Ketika Rakyat Kecil Ditekan, Koruptor Dilepas

Ketiga, peran Pemerintah Daerah yang meski sudah ada Perda Madrasah Diniyyah pun tidak pro terhadap guru Madrasah Diniyyah yang bisa ditafsir juga kurang respek terhadap “siklus kesantrian” masyarakat Indramayu.

Meski sudah berjanji manis akan segera mencairkan tunjangan terhadap guru Madrasah Diniyyah. Tapi, pada kenyataannya sudah 10 bulan belum juga dicairkan. Untuk beragam penghargaan, berbagai macam rekor sigap membiayai, tapi terhadap guru madrasah tidak peduli.

Baca juga  Bolehkah Dirut PDAM Berkegiatan Politik Elektoral dan Berkampanye, untuk Bupati Nina Dua Periode?

Berbagai macam janji Pemerintah Daerah untuk berpihak pada komunitas santri hanyalah janji dan seremoni. Belum pada aksi nyata yang bisa dinikmati oleh elemen komunitas santri.

Anggaran-anggaran ke pesantren patut diduga sering diselewengkan. Baru saja kita saksikan oknum pejabat di lingkungan Kesra Kabupaten Indramayu ditahan karena terkait dugaan korupsi dana untuk santri.

Anggaran diduga hanya jadi bancakan para elite, sementara untuk guru madrasah meski hanya setiap bulan 300 ribu rupiah ditunda-tunda hingga 10 bulan tanpa menimbang soal kemanusiaan.

Baca juga  Siasat Biadab Guru Oknum Guru Ngaji Cabuli Belasan Muridnya

Keberpihakan itu bukan semata seremoni kemudian selfi, kemudian lanjut diperkuat dengan rekor muri. Apa perlu juga rekor muri dokumentasi pengajuan dan pelaporan IGD yang kalau kita tumpuk bisa ribuan rim kertas A4, nyampe mungkin 6001 rim.

Seraya kita ramaikan Hari Santri Nasional, semoga Pemkab Daerah Indramayu mengerti bagaimana cara berpihak kepada kaum santri.

Penulis : Yahya Ansori

Share :

Baca Juga

Opini

Skandal BPR Karya Remaja Indramayu

Opini

Bolehkah Dirut PDAM Berkegiatan Politik Elektoral dan Berkampanye, untuk Bupati Nina Dua Periode?

Opini

Indonesia Akan Menjadi Pusat Dunia: Antara Harapan, Fakta, dan Jalan Panjang

Opini

Razia Stasioner dan Tilang Manual di Indramayu

Opini

Terbongkar! Modus “Sumbangan Sukarela” Jelang PPDB Diduga Akal-akalan Pungli di Sekolah

Opini

DPRD Indramayu Nikmati Tunjangan Rumah Rp 618 Juta/Bulan, Di Tengah Kemiskinan 214 Ribu Jiwa

Opini

5 Pasal Kontroversi RUU Perampasan Aset, Pakar Hukum Ungkap Risiko Kriminalisasi

Opini

Ramadhan, Momentum Gelorakan Visi Indramayu Berzakat untuk Pengentasan Kemiskinan