Home / Sorotan / Indramayu

Selasa, 18 November 2025 - 05:03 WIB

Dugaan Korupsi Rp 2 Miliar Mengguncang PDAM Indramayu, Dirut Nurpan Janji Beri Klarifikasi

Kolase foto : Tangkapan layar Direktur PKSPD Ushj Dialambaqa (Oo) menunjukan dokumen transaksi keuangan PDAM Indramayu dan Kantor PDAM Tirta Darma Ayu Indramayu

Kolase foto : Tangkapan layar Direktur PKSPD Ushj Dialambaqa (Oo) menunjukan dokumen transaksi keuangan PDAM Indramayu dan Kantor PDAM Tirta Darma Ayu Indramayu

Suaradermayu.com – Dugaan tindak pidana korupsi senilai Rp 2 miliar di tubuh PDAM Tirta Darma Ayu Kabupaten Indramayu kini tengah menjadi sorotan publik. Direktur Pusat Kajian Strategis Pembangunan Daerah (PKSPD), Ushj Dialambaqa, yang akrab disapa Oo, mengungkapkan dugaan tersebut berdasarkan bukti yang dimilikinya.

“Berdasarkan bukti dokumen yang saya miliki, InsyaAllah 99 persen asli,” ujar Oo melalui kanal YouTube Jurnal PKSPD, Minggu (16/11/2025).

Dokumen yang dimaksud berupa bukti transfer dari rekening PDAM Tirta Darma Ayu di Bank BSI ke rekening PT Berkah Ramadhan Sejahtera senilai Rp 2 miliar. Menurut Oo, transfer tersebut diduga atas arahan Dirut PDAM, Nurpan. “Perintah transfer uang dari rekening PDAM ke rekening PT Berkah diduga dilakukan Dirut PDAM,” tambahnya.

Baca Juga : PKSPD Sebut Direksi Baru PDAM Indramayu Hasil Nepotisme

Ironisnya, PT Berkah Ramadhan Sejahtera yang beralamat di Jalan Panembahan Utara RT 015 RW 002, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, sudah tutup permanen. Perusahaan ini bergerak di bidang penjualan daging, yang menurut Oo diduga tidak ada kaitannya dengan kebutuhan operasional PDAM Indramayu.

“Transfer uang Rp 2 miliar dari PDAM ke PT Berkah ini dapat dikategorikan sebagai fraud dalam ilmu akuntansi atau indikasi dugaan korupsi yang sudah terjadi,” ujar Oo.

Baca juga  Ketua Pembina Yayasan Griya Aswaja Indramayu Silaturahmi ke PWNU Jawa Barat, Perkuat Sinergi Ulama dan Pemuda NU

Menurutnya, dugaan korupsi ini bisa terjadi karena Satuan Pengawas Internal (SPI) dan Dewan Pengawas (Dewas) PDAM diduga tidak menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal. “SPI dan Dewas selama ini seperti makan gaji buta. Bupati diduga perlu mengevaluasi, bahkan jika perlu mengosongkan posisi mereka,” kata Oo.

Baca Juga : Direksi Baru PDAM Indramayu Siap Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan Air Minum

Selain itu, Oo menyoroti buruknya sistem akuntansi, pengendalian internal, serta Standar Operasional Prosedur (SOP) di PDAM. Manajemen PDAM, menurutnya, merupakan “manajemen tong sampah” karena selama ini pemerintahan Bupati Lucky Hakim – Wakil Bupati Syaefudin diduga tidak mengontrol manajemen secara serius.

Baca juga  Bupati Terpilih Lucky Hakim Akan Cabut Regulasi yang Menghambat Perizinan Usaha

Proses seleksi Dirut PDAM yang meloloskan Nurpan juga menjadi sorotan. Oo menduga adanya kolusi dan nepotisme dalam tim penguji kompetensi dan kelayakan yang terdiri dari BKAD, Bappeda, hingga Staf Khusus Bupati.

“Kalau lolosnya Nurpan memang atas pesanan Bupati, dugaan praktik KKN tidak bisa dihindari,” katanya.

Lebih jauh, Oo mencurigai adanya kebocoran dan kecurangan lain di PDAM Indramayu.

“Nurpan belum satu bulan menjabat, dugaan korupsi sudah muncul. Jika uang Rp 2 miliar dikembalikan ke kas PDAM, hal ini tetap dapat dikategorikan sebagai dugaan kecurangan. Peristiwa hukum diduga sudah terjadi,” tegasnya.

Baca juga  Ribuan Botol Miras Tak Jadi Beredar, Polres Indramayu Tutup Keran Malam Tahun Baru

Ia menegaskan, Bupati Indramayu sebaiknya segera menindaklanjuti dugaan ini. “Menunggu proses hukum saja bisa disebut cacat leadership. Mentalitas korup diduga akan memperparah kondisi PDAM jika tidak segera ditindak,” kata Oo.

Oo juga menyebutkan, informasi yang diperoleh belum terverifikasi menyatakan kasus ini sudah dilaporkan ke Polda Jawa Barat. Jika benar, ia berharap pihak kepolisian segera merespons laporan tersebut.

Sementara itu, saat dihubungi Suaradermayu.com, Dirut PDAM Indramayu, Nurpan, menyatakan akan memberikan klarifikasi keesokan harinya.

“Besok saya press mas. Nanti humas yang hubungi,” jawabnya melalui pesan WhatsApp, Senin (17/11/2025). Pihak media diminta menunggu konfirmasi resmi dari Humas PDAM Indramayu.

Fenomena dugaan korupsi di PDAM Indramayu ini menjadi perhatian publik karena melibatkan sistem pengelolaan perusahaan milik daerah yang seharusnya transparan dan akuntabel. Banyak pihak menilai, tindakan cepat dari pemerintah daerah dan aparat hukum sangat diperlukan agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga. (Pahmi)

Share :

Baca Juga

Indramayu

Korban Tewas Miras Oplosan Bertambah di Indramayu, Jadi Tiga Orang

Indramayu

Butuh 600 Miliar untuk Perbaiki Jalan di Indramayu, Bupati Lucky : Kita Hanya Punya 50 M

Indramayu

Maafkan Bapak, Nak…!Jeritan Hati Ayah R Pelajar yang Bunuh Diri Usai Dikeluarkan dari Sekolah di Indramayu

Indramayu

Lucky Hakim Sebut Ada Skenario Sengaja Dibenturkan dengan Kuwu

Indramayu

Habibi Ariyanto: Wajah Baru Desa Singaraja, Memuliakan Guru Ngaji dan Madrasah untuk Masa Depan Gemilang

Terpopuler

Kuwu Amin Desa Sendang Ajukan Audit APBDes Selama Menjabat ke Inspektorat Indramayu

Indramayu

Bupati Lucky Hakim Aktifkan Kembali Kuwu Rojudin, BPD Sukaslamet Akui Pernah dalam Tekanan

Indramayu

Terima Laporan Dugaan Timses No.1 Kumpulkan C6, Panitia Pilwu Singajaya Langsung Bertindak