Suaradermbayu.com – Jalan rusak masih menjadi keluhan utama warga Kabupaten Indramayu. Untuk membenahi kondisi infrastruktur yang memprihatinkan tersebut, Pemkab Indramayu membutuhkan anggaran fantastis: Rp600 miliar. Namun ironisnya, anggaran yang tersedia saat ini hanya Rp50 miliar. Meski begitu, Bupati Indramayu Lucky Hakim tidak menyerah.
Bupati Lucky menyampaikan bahwa jumlah kerusakan jalan di wilayah kabupaten sangat luas, sehingga dibutuhkan pembiayaan besar untuk perbaikannya. “Untuk memperbaiki jalan kabupaten agar bagus semua, kita butuh sekitar Rp600 miliar. Itu belum termasuk jalan desa dan jalan provinsi,” ujarnya saat berdialog dengan warga, Senin (22/4/2025).
Dalam keterbatasan tersebut, Lucky justru memilih langkah ekstrem: memangkas fasilitas jabatannya sendiri demi menambah anggaran perbaikan jalan. Ia mengalihkan penggunaan mobil dinas, rumah dinas, hingga perjalanan dinas demi efisiensi anggaran. Bahkan, ia mengaku kini tinggal dan tidur di sofa bed di ruang kantornya.
“Yang penting anggaran bisa dialihkan untuk perbaikan jalan. Saya rela tidur di kantor, tidak masalah. Yang utama adalah jalan yang layak untuk masyarakat,” tegasnya.
Langkah penghematan anggaran ini mendapat respons positif dari masyarakat. Banyak warga yang menilai kebijakan Bupati Lucky sebagai bentuk kepemimpinan yang tulus dan berpihak kepada rakyat.
Tak berhenti sampai di situ, Lucky juga telah mengajukan permohonan bantuan dana tambahan kepada pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR. Ia berharap pemerintah pusat turun tangan membantu menyelesaikan persoalan jalan rusak yang berdampak langsung pada distribusi hasil pertanian dan aktivitas ekonomi warga.
“Kami berharap ada dukungan dari pusat karena kerusakan jalan ini sangat berdampak pada distribusi hasil pertanian dan bisa mengancam ketahanan pangan. Ini masalah besar yang harus segera ditangani,” ungkapnya.
Kini, warga Indramayu menaruh harapan besar pada langkah-langkah yang diambil Lucky. Mereka berharap perbaikan jalan yang selama ini jadi penghambat aktivitas ekonomi, transportasi, dan mobilitas bisa segera terwujud.
























