Home / Indramayu / Peristiwa

Minggu, 17 Agustus 2025 - 19:25 WIB

Maafkan Bapak, Nak…!Jeritan Hati Ayah R Pelajar yang Bunuh Diri Usai Dikeluarkan dari Sekolah di Indramayu

R (18), pelajar warga Desa Tegalmulya, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, ditemukan tewas bunuh diri

R (18), pelajar warga Desa Tegalmulya, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, ditemukan tewas bunuh diri

Suaradermayu.com – Dunia pendidikan di Indramayu kembali berduka. Sabtu sore, 16 Agustus 2025, R (18), siswa kelas 2 SMK NU Kaplongan, warga Desa Tegalmulya, Kecamatan Krangkeng, ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri. Tragedi ini bermula setelah R dikeluarkan dari sekolah, meninggalkan luka mendalam bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya.

Baca Juga :Gadis Cerdas Asal Cirebon Nyaris Bunuh Diri karena Biaya Sekolah Mahal

Ayahnya, BDJ, tak kuasa menahan tangis saat mengenang putranya. Suara lirihnya pecah, air mata mengalir tanpa henti. “Ananda R adalah kebahagiaan kami… cahaya dalam hidup kami,” katanya sambil menundukkan kepala. “Kami tidak pernah membayangkan, keputusan sekolah itu akan menghancurkan hidup anak saya. Jika kami tahu, mungkin semuanya bisa berbeda. Kami ingin memeluknya sekali lagi… tapi sudah terlambat…”kata ayah R, BDJ kepada suaradermayu.com, Minggu (17/8/2025)

Baca juga  Sapu Bersih! Kejagung Copot Kajati Jabar, 13 Daerah Lain Ikut Kena Rotasi

Tragedi ini bermula dari sebuah video yang diterima pihak sekolah, menuduh R ikut tawuran. Namun video itu diambil saat R masih bersekolah di SMP, jauh sebelum ia menapaki bangku SMK.

“Anak saya sekarang kelas 2 SMK, rekaman video yang diterima guru itu saat masih SMP. Istri saya memang dipanggil ke sekolah, tapi tetap dikeluarkan. Bagaimana mungkin menilai anak dari masa lalu yang sudah lama? Mereka tidak tahu perjuangan R, tidak tahu hatinya,” kata BDJ lirih, menahan isak.

Baca juga  Mabes Polri dan Polda Jabar 3 Kali Olah TKP serta Uji CCTV Kasus Paoman, LBH Ghazanfar: Hasil Labnya Sengaja Ditutupi Oknum Polisi dan Jaksa

Hari-hari terakhir R dipenuhi kecemasan dan tekanan. Teman-temannya mengingat, R kerap murung, menarik diri, dan tampak kehilangan semangat. Dikeluarkan dari sekolah yang dicintainya membuat R merasa tak berdaya, terasing, dan hilang arah. Tekanan itu menumpuk, hingga ia mengambil keputusan tragis yang mengakhiri hidupnya.

Saat pemakaman, suasana haru menyelimuti Desa Tegalmulya. Teman-teman R turut mengantarkan ke liang lahat, meneteskan air mata sambil mengenang kenangan bersama. BDJ berdiri terpaku di sisi pusara putranya, tangan gemetar seolah ingin menahan waktu. “R… anakku… bapak sangat mencintaimu. Maafkan bapak jika bapak tidak mampu melindungimu,” bisiknya, suaranya pecah oleh tangis yang tak terbendung.

Baca juga  KOMPI Sebut Dibohongi Bupati Lucky Hakim: Ngaku ke Subang Ternyata Ada di Pendopo

Hingga saat ini, pihak SMK NU Kaplongan belum memberikan keterangan resmi terkait meninggalnya R. Suaradermayu.com masih berupaya menghubungi pihak sekolah untuk mendapatkan klarifikasi dan keterangan resmi mengenai tragedi ini.

Jenazah R kini telah dimakamkan, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, tetangga, dan seluruh warga yang mengenal kebaikannya, serta meninggalkan banyak pertanyaan bagi masyarakat tentang tekanan yang dihadapi anak-anak di lingkungan pendidikan.

Share :

Baca Juga

Edukasi

Abah Ibing Ajak Warga Singaraja Bersatu Usai Pilwu: Damai Itu Indah, Bersatu Itu Ibadah

Indramayu

Terungkap! Ini Janji Bupati Lucky Hakim Saat Tinjau RSUD MIS Krangkeng Indramayu

Indramayu

PCNU Indramayu Gelar Tarawih Keliling di Desa Lombang, Pererat Ukhuwah Islamiyah

Indramayu

75 Kawanan Gangster Indramayu Ditangkap Saat Akan Tawuran

Indramayu

Kapolres Indramayu Cek Kesiapan Peralatan Operasi Mantap Brata Lodaya

Indramayu

Angin Puting Beliung Terjang Desa Bugis Indramayu, Ratusan Bangunan Rusak

Indramayu

BKD :Ribuan Guru Non PNS di Indramayu Sudah Terima Tunjangan Honor

Indramayu

Isu Suap Rekrutmen PDAM Indramayu Mengemuka, Plt. Dirut Jojo Sutarjo Pastikan Proses Transparan