Home / Kesehatan

Jumat, 13 Januari 2023 - 21:54 WIB

12 Tahun Dikurung, Safitri asal Desa Singaraja Akhirnya Dibawa ke RSUD Indramayu

Safitri, menjalani pengobatan di RSUD Indramayu

Safitri, menjalani pengobatan di RSUD Indramayu

Indramayu – Nasib Safitri (47) asal Desa Singaraja, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, yang dikurung selama 12 tahun oleh keluarganya dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Indramayu.

Penderita gangguan jiwa itu dibawa ke rumah sakit dengan mobil ambulan puskesmas pada Jumat (13/1/2023).

Sesampainya di RSUD Indramayu Tim dari Kementerian Sosial dan Pemerintah Desa membawa Safitri ke IGD Poli Jiwa.

” Ibu Menteri Sosial (Risma) sudah mengetahui kasus ini, makanya kami ditugaskan untuk membawa ibu Safitri ke RSUD Indramayu, ” kata salah satu tim Kemensos, Robert Edward.

Baca juga  Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Indramayu Gelar Rapat Bahas Agenda Pasca Pilkada

Edward menyebut, Safitri akan menjalani pengobatan di RSUD Indramayu selama satu pekan ke depan. Selanjutnya, Safitri akan dibawa ke Sentra Phalamarta di Kabupaten Sukabumi untuk menjalani rehabilitasi agar sembuh.

“Saya juga kaget, ternyata Ibu Safitri itu sudah lama ada di rumah tersebut. Karena selama ini, tidak ada laporan dari pihak keluarganya,” kata Kuwu Desa Singaraja, Sebuah.

Baca juga  Tangis Keluarga Pecah Saat Jaksa Ungkap Kronologi Kasus Pembunuhan Putri Apriyani

Suebah menyebut pemerintah desa saat itu membujuk keluarga agar dapat dibawa untuk diobati. Pihaknya bergerak cepat dengan melakukan koordinasi ke berbagai intensi terkait. Safitri juga dibuatkan identitas kependudukan sebagai syarat agar bisa mendapat penanganan.

Safitri (47), yang dikurung dalam rumah kosong karena sering mengamuk di Desa Singaraja, Kecamatan Indramayu

Diketahui Safitri dikurung sejak 2010 karena mengalami gangguan kejiwaan. Safitri juga sempat menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Brunai Darussalam.

Baca juga  Pemkab Diam, Aksi Nyata Bripka Rusmanto Turun Tangan: Uang Pribadi Lawan Banjir

” Setelah pulang dari Brunai 1995 adik saya itu masih sempat berjualan sembako. Dia juga pernah menikah, namun belum punya anak keburu bercerai dengan suaminya, ” kata Suerah (60), kakak kandung Safitri.

Belakangan kondisi kejiwaan Safitri berubah, terlebih wanita malang itu kerap mengamuk, hal ini membuat keluarganya sedih. Pihak keluarga terpaksa mengurung Safitri di sebuah kamar berjeruji besi di rumah bekas peninggalan orang tuanya dahulu.

Editor : Pahmi Alamsah

 

Share :

Baca Juga

Indramayu

Miris! Bocah di Indramayu Alami Gizi Buruk

Indramayu

Tolong! Remaja Indramayu Penderita Gizi Buruk Butuh Perhatian Pemerintah

Kesehatan

Bawang Putih Efektif Turunkan Kolesterol hingga 10%

Indramayu

Cerita Lissa, Remaja Penderita Gizi Buruk di Indramayu, Kini Peroleh Penanganan Medis dari Pemerintah

Indramayu

Wartawan Dilarang Liput Kegiatan Dinkes Indramayu, Kadis : Kegiatan Internal dan Tidak Butuh Publikasi

Kesehatan

Demam Berdarah Mulai Merebak, Pemda Indramayu Ingatkan Warga

Indramayu

Polisi Indramayu Ringkus Pengedar Obat Terlarang, Ribuan Butir Obat Disita

Terpopuler

Mengejutkan! Kemenkes Larang Penjualan Obat Sirup di Apotek, Ini Alasannya